PART 30

127 16 0
                                        

Pagi di kediaman resmi presiden selalu dimulai dengan kesibukan. Matahari baru saja terbit, menyinari halaman luas dengan taman yang rapi. Di dalam rumah, Wonwo  tengah menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Meskipun ia adalah seorang ibu negara, Wonwo tetap menjalankan perannya sebagai ibu bagi ketiga anaknya Alvarez, Kanila, dan Kalila dengan penuh kasih sayang.

Hari ini adalah hari yang penting. Wonwo dijadwalkan mengunjungi beberapa sekolah dan puskesmas dalam rangka Hari Kesehatan Anak, sebuah program yang telah ia inisiasi sejak beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan anak sejak dini, termasuk pemberian nutrisi yang cukup, imunisasi, serta akses layanan kesehatan yang lebih baik.

Namun, sebelum memulai hari yang sibuk, Wonwo memastikan bahwa anak-anaknya dalam keadaan baik.

Di ruang makan, Alvarez, putra sulungnya, sudah rapi dengan seragam sekolah. Dengan rambut hitam yang tersisir rapi dan tas yang sudah tergantung di punggungnya, ia tampak siap untuk berangkat.

"Ibu, hari ini ibu pergi ke mana?" tanya Alvarez sambil menyeruput susu hangatnya.

"Ibu ada kunjungan ke sekolah dan puskesmas, sayang. Hari ini Hari Kesehatan Anak. Mama ingin memastikan anak-anak di luar sana mendapatkan perawatan yang baik," jawab Wonwo sambil tersenyum.

"Oh... Mas juga mau ikut, tapi mas harus sekolah," ujar Alvarez sedikit kecewa.

Wonwo tertawa kecil dan mengusap kepala putranya. "Sekolah juga penting. Kamu bisa bantu Ibu dengan belajar yang rajin, ya."

Tak lama kemudian, mobil yang akan mengantar Alvarez ke sekolah sudah siap. Wonwo mengantar anak sulungnya hingga ke depan pintu, memberikan pelukan sebelum ia berangkat.

Setelah itu, ia kembali ke dalam rumah untuk melihat Kanila dan Kalila, bayi kembarnya yang baru berusia 6 bulan. Kedua bayi itu berada di dalam kamar mereka, diasuh oleh seorang suster yang selalu setia menemani.

Kanila dan Kalila tampak sehat dan ceria pagi itu. Mereka mengenakan pakaian bayi berwarna lembut, dengan mata bulat yang menatap penuh rasa ingin tahu. Wonwo mendekat, mencium dahi kedua putrinya satu per satu.

"Ibu pergi sebentar, ya. Kalian yang baik-baik sama Sus," ucapnya dengan lembut.

Kalila merespons dengan senyum kecil, sementara Kanila menggenggam jari Wonwo erat. Ia merasa berat meninggalkan kedua bayinya, tetapi ia tahu tugasnya di luar sana juga penting. Setelah berpamitan, Wonwo memastikan bahwa kebutuhan bayi-bayinya sudah lengkap sebelum meninggalkan rumah.

Berbeda dengan acara formal lainnya, hari ini Wonwo memilih tampilan yang lebih sederhana. Ia mengenakan kemeja putih dengan lambang Garuda di dada, celana bahan berwarna hitam, serta rambutnya diikat agar terlihat lebih praktis. Tak seperti kebiasaannya menggunakan sepatu hak tinggi di acara resmi, kali ini ia hanya mengenakan sandal yang lebih nyaman untuk bergerak.

Ketika ia keluar dari rumah, beberapa anggota Paspampres sudah bersiap di dekat mobil dinasnya. Mereka akan mengawal Wonwo sepanjang perjalanan demi keamanan dan kelancaran acara.

Salah satu ajudannya, Han segera melaporkan jadwal hari ini.

"Ibu, kita akan berangkat ke SD Harapan Bangsa terlebih dahulu, kemudian ke SMP Pelita. Setelah itu, kita akan mengunjungi Puskesmas Cendrawasih untuk melihat layanan kesehatan anak di sana," jelas Han.

Wonwo mengangguk. Ia sudah siap untuk menjalankan tugasnya hari ini. Setelah berpamitan dengan kedua putrinya, ia pun masuk ke dalam mobil, dan iring-iringan kendaraan segera bergerak meninggalkan kediaman presiden.

Setibanya di SD Harapan Bangsa, Wonwo disambut dengan meriah. Para siswa berbaris di depan sekolah, melambaikan tangan dengan penuh antusias. Kepala sekolah dan beberapa guru menyambut Wonwo dengan senyum hangat.

MAS WAPRES (MINWO) (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang