Setelah sekian lama menjalani tugasnya sebagai Wakil Presiden, Mingyu akhirnya diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru menggantikan Seungcheol. Pengangkatan Mingyu ini dilakukan dengan prosesi yang khidmat di Istana Negara. Para pejabat tinggi negara, anggota legislatif, serta masyarakat yang hadir menyaksikan acara ini dengan antusias.
Mingyu, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden, akhirnya naik ke posisi tertinggi di pemerintahan setelah Seungcheol memilih untuk mundur karena alasan pribadi dan kesehatan. Posisi baru Mingyu ini tak hanya menjadi sejarah bagi dirinya, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang telah mempercayakan kepemimpinan kepada seorang pemimpin muda yang penuh semangat dan harapan.
Pada acara pengangkatan ini, Mingyu tampak mengenakan jas resmi dengan dasi merah yang melambangkan semangat perjuangan. Di sampingnya, Wonwoo, yang sebelumnya menjabat sebagai Ibu Wakil Presiden, kini diangkat menjadi Ibu Negara, mendampingi suaminya dengan penuh kebanggaan.
Sesi Wawancara dengan Para Reporter
Setelah prosesi pelantikan selesai, Mingyu dan Wonwoo menghadapi para wartawan yang sudah berkumpul di ruang media. Dengan senyum hangat, Mingyu memulai wawancara.
“Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan yang besar ini. Saya merasa sangat terhormat dan berjanji akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan memastikan kemajuan yang terus berkelanjutan,” kata Mingyu dengan penuh keyakinan.
Seorang reporter bertanya, “Bapak Presiden, apa yang akan menjadi prioritas utama Anda dalam masa jabatan ini?”
Mingyu berpikir sejenak, kemudian menjawab, “Prioritas utama saya adalah meningkatkan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi untuk memastikan kesejahteraan rakyat Indonesia. Saya ingin memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia, baik di kota maupun di desa, mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.”
Wonwoo, yang berada di sampingnya, menambahkan, “Sebagai Ibu Negara, saya akan terus mendukung suami saya dalam menjalankan visi ini dan berfokus pada program-program sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya untuk anak-anak dan keluarga.”
Selama wawancara berlangsung, para reporter tak hanya fokus pada pengangkatan Mingyu sebagai Presiden, tetapi juga tidak bisa mengabaikan kelucuan dari anak-anak mereka yang ikut hadir. Alvarez, yang berusia 6 tahun, duduk di pangkuanWonwoo, terlihat sangat ceria dan gemas dengan tingkahnya yang spontan. Sesekali, Alvarez menyapa kamera dengan senyuman lebar, membuat semua orang tertawa. Bahkan Mingyu yang serius berbicara di depan media, tak bisa menahan senyum melihat tingkah anak sulung mereka.
“Mas Alva memang selalu seperti itu, dia sangat ekspresif,” kata Wonwoo, sambil tertawa kecil. “Dia suka menarik perhatian dan membuat orang-orang tertawa. Kami benar-benar beruntung memiliki anak-anak yang begitu ceria.”
Namun, bukan hanya Alvarez yang menarik perhatian. Bayi kembar mereka, Kanila dan Kalila, yang baru berusia beberapa bulan, juga menjadi pusat perhatian. Keduanya dibawa oleh pengasuh mereka dalam pelukan yang lembut. Meskipun masih bayi, keduanya sudah terlihat sangat lucu dengan wajah chubby dan mata besar yang penuh rasa ingin tahu.
Tawa dan kebahagiaan hadir di setiap sudut ruangan, menciptakan suasana yang penuh kehangatan. Alvarez yang sebelumnya duduk di pangkuan ibu negara, sekarang mulai berjalan menuju ayahnya, Mingyu. Dengan penuh semangat, Alvarez berlari kecil dan melompat ke pelukan Mingyu.
“Ayah, ayah, aku mau jadi presiden juga!” seru Alvarez dengan semangat yang menggemaskan.
Semua orang yang ada di ruangan itu tertawa melihat tingkah lucu Alvarez. Mingyu memeluk anaknya dengan penuh kasih, “Nanti ya, kalau Mas sudah besar. Untuk sekarang, ayo bantu ayah dengan belajar yang rajin.”
KAMU SEDANG MEMBACA
MAS WAPRES (MINWO) (END)
FanfictionMingyu yang menjabat sebagai Wakil Presiden yang sibuk atas amanat yang diberikan oleh sang kepala negara serta pilihan rakyat dalam menjaga negara ini, yang membuat dirinya sibuk dengan urusan negara yang tidak akan habis . Suatu ketika saat ia da...
