16) Hari ibu.

2.4K 75 2
                                        

HAPPY READING
.
.
.

Siang ini suasana kediaman Aston lebih ramai dari pada biasanya, karena sekarang terdapat kehadiran Agatha yang membuat suasana keluarga terasa lebih menyenangkan.

Walaupun Agatha bukan bagian dari keluarga ini, tapi mereka semua menerima Agatha secara terbuka dengan berlapang dada. Keluarga Aston tau jika Agatha tinggal seorang diri atau bisa disebut sebatang kara.

Untuk meramaikan suasana ini, mereka semua memutuskan untuk mengadakan acara Barbeque. Mereka berlima sudah mendapatkan bagian masing-masing dengan Papah Daniel yang membuat bara api, Jeffrey_adik Jessica, Agatha dan Jessica memanggang sosis, daging, dan bahan lainnya, Mamah Calista membuat bumbu masakan.

"Jeffrey, piring nya dimana? biar gua sajikan langsung." Tanya Agatha sambil mengoleskan bumbu barbeque ke daging yang dimasak.

"Bentar gua ambil dulu di dapur." Jawab Jeffrey karena dia lupa tidak membawa alat-alat makan ke taman, tempat mereka mengadakan acara Barbeque.

"Iya" Balas Agatha, lalu lanjut mengipasi bara api yang udah mulai meredup.

Setelah beberapa menit semua makanan akhirnya siap juga, tinggal menikmati saja. Namun setelah di perhatikan ada yang kurang, minumannya belum ada.

"Minumannya belum ada..." Gumam Jessica saat melihat wadah kaca yang biasanya berisi minuman terlihat kosong.

"Mah, aku sama Agatha pergi ke supermarket dulu ya buat beli sirup. Soalnya di dapur stoknya juga udah habis." Ucap Jessica meminta izin kepada sang ibunda.

"Yaudah, kalian hati-hati ya." Perintah Mamah Calista yang dibalas anggukan oleh mereka berdua, setelah itu pergi ke supermarket.

Namun sebelum pergi Jessica sempat memberikan kode untuk papah Daniel dan Jeffrey yang dibalas acungan jempol tanpa sepengetahuan mamah Calista.

***

Sekitar dua jam lebih Agatha dan Jessica keluar rumah untuk membeli minuman di supermarket, namun sampai sekarang kedua gadis tersebut belum tiba juga di kediaman Aston.

Calista, duduk di atas karpet yang sebelumnya sudah di siapkan. Raut wajahnya terlihat cemas memikirkan Jessica dan Agatha yang tidak kunjung kembali. Dan tiba-tiba firasatnya buruk mengenai kedua anaknya yang kini tengah pergi keluar rumah.

"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Daniel yang melihat istrinya risau.

"Jessica sama Agatha kemana? kok dari tadi nggak balik-balik. Aku takut terjadi sesuatu sama mereka berdua." Jawab Calista khawatir dengan kedua anaknya tersebut.

"Kamu tenang dulu ya, aku yakin mereka berdua nggak kenapa kenapa." Ucap Daniel menyakinkan sang istri.

"Jeff, coba hubungi kakak kamu." Perintah Daniel yang dibalas anggukan oleh sang anak.

Tut...

Tut...

Tut...

Jeffrey yang sedari tadi mencoba menghubungi nomor sang kakak tidak mendapatkan balasan sama sekali. Setelah sekian lama akhirnya panggilan tersebut terjawab, namun bukan suara sang kakak atau sahabat kakaknya yang terdengar, melainkan suara orang lain.

"Halo..." Suara seseorang dari seberang sana.

"Anda siapa? kenapa handphone kakak saya ada di tangan anda?" Tanya Jeffrey dengan raut wajah yang terlihat penasaran.

"Nama saya Sugiono, tadi saya menemukan handphone kakak anda tergelak dijalan. Sepertinya kakak anda salah satu korban kecelakaan beruntun di daerah sini yang terjadi beberapa jam yang lalu." Ucap bapak Sugiono.

"APA?! Jadi sekarang kakak saya ada dimana?" Tanya Jeffrey khawatir.

"Rumah sakit Permata." Jawab Sugiono.

"Baik, terimakasih informasinya. Sebentar lagi saya dan keluarga akan pergi kesana." Seru Jeffrey setelah itu menutup panggilan teleponnya.

Tut-tut

"Jeffrey ada apa dengan kakak kamu?" Tanya Calista dengan raut wajah penasaran.

"Kak Jeje kecelakaan sama kak Agatha." Jawab Jeffrey membuat sekujur tubuh Calista melemah.

"APA?! KAMU BOHONG KAN? GAK MUNGKIN JESSICA SAMA AGATHA KECELAKAAN." Teriak Calista menangis histeris.

"Dimana Jessica sama Agatha sekarang?" Tanya Daniel.

"Rumah sakit permata" Jawab Jeffrey.

"Yaudah kita kesana sekarang!" Ajak Daniel yang dibalas anggukan oleh anak dan istrinya.

Belum sempat berangkat, baru sampai pintu rumah tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan Agatha dan Jessica yang sedang membawa conffeti

Dorr!!

"HAPPY MOTHER'S DAY, MOM!!" Teriak mereka berdua membuat Calista terharu.

"Agatha, Jessica. Ini kalian berdua? katanya kalian kecelakaan." Tanya Calista penasaran.

"No mom, this is just a prank." Jawab Jessica membuat Calista shok bukan main.

"Kalian ya, bikin mamah khawatir aja sih. Mamah tuh takut terjadi hal-hal buruk sama kalian berdua." Ucap Calista.

"Sorry mom. Ini semua ide Agatha jadi salahin Agatha aja ya, hehe." Seru Jessica sambil cengengesan.

"Okee, mamah maafkan. Tapi jangan diulangi lagi ya!" Perintah Calista yang dibalas anggukan oleh mereka semua.

"Udah dulu mellow-mellow nya, sekarang tiup lilin dulu." Ajak Jeffrey sambil membawa kue ulang tahun yang terhias cantik.

"Jangan lupa make a wish sayang~" Seru Daniel yang dibalas senyuman oleh sang istri.

Satu...

Dua...

Tiga...

Fyuhh!!

"Yeyyy Happy mother's day. Thanks for everything and i love you, mom." Ucap Jessica dan Jeffrey, sambil mengecup pipi sang ibunda.

Cup

"Thanks you All~" Seru Calista sambil menangis terharu.

"Selamat hari ibu mah, ini kado dari Agatha. Semoga mamah suka ya." Ucap Agatha sambil memberikan paper bag berisi kado untuk Calista.

Walaupun aku gak bisa ucapin selamat hari ibu untuk ibu kandung ku sendiri, setidaknya untuk mamah Calista bisa, Batin Agatha dengan tatapan sendu.

"Makasih sayang~" Jawab Calista sambil mengecup kening sahabat anaknya, yang udah dia anggap seperti anak kandung.

"Kalau ini dari Jessica..."

"Jeffrey juga ada."

"Aku nyusul ya sayang." Ucap Papah Daniel sambil mengecup bibir sang istri.

"Terimakasih banyak buat effort kalian semua. Mamah bahagia~" Seru Calista lalu memeluk suami dan ketiga anaknya.

-Tamat-

Yeyyy akhirnya chapter khusus hari ibu selesai juga. Semoga kalian terhibur dengan karya yang aku buat dadakan ini, maaf bila ada salah kata, terimakasih. Jangan lupa Vote, Comment and Share.

Sekali lagi...

~HAPPY MOTHER'S DAY~
Minggu, 22-12-2024.

To Mom:

Ibu, engkau adalah rumah yang selalu menyambut ku dengan hangat, pelabuhan yang selalu menenangkanku. Terima kasih telah menjadi tempatku berkeluh kesah, tempatku berbagi cerita. Aku berjanji akan selalu membuat Ibu bahagia. I LOVE YOU MOM🤍👩

From Anakmu.

FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang