32) Perjanjian

871 26 3
                                        

HAPPY READING
.
.
.

Beberapa Minggu Kemudian...

Disebuah ruangan bernuansa pastel lembut dengan poster boyband Korea yang terpajang rapi di dinding. Agatha menatap layar handphonenya sambil menggerakkan tangannya sesuai beat lagu. Cahaya dari Light kecil di mejanya menyinari wajahnya yang terlihat antusias, membuat efek transisi Velocity terlihat memuaskan.

"Aduh abang bukan maksudku begitu~"

"Masalah stecu bukan brarti tak mau~"

"Jual mahal dikit kan bisa,"

"Coba kase effortnya saja,"

"Kalo memang cocok bisa datang ke rumah,"

"Stecu stecu stelan cuek baru malu Adu ade ini mau juga abang yang rayu~"

Di detik terakhir, Agatha langsung melihat hasil video TikTok nya.

"Perfect!" serunya sambil menganggukkan kepalanya puas. Dengan cepat ia langsung beralih ke aplikasi Capcut untuk mengedit videonya lalu mempostingnya ke akun TikTok nya.

Drtt...

Drtt...

Drtt...

Baru berapa menit memposting, video Agatha langsung banjir komentar, suka, dan pengikut, hingga mencapai 1 juta viewer.

"Anjir ini beneran?! padahal gua baru beberapa menit yang lalu post, langsung Fyp aja!" shok Agatha melihat video TikTok nya fyp.

Tok-tok-tok

Suara ketukan pintu tersebut membuat Agatha berhenti melihat video TikTok nya yang sedang Fyp.

"Dek..." panggil Theo dari balik pintu.

"Langsung masuk aja bang, nggak di kunci kok pintunya," ucap Agatha.

"Iya," jawab Theo kemudian membuka pintu kamar Agatha.

Ceklek

Setelah itu berjalan menuju tempat Agatha berada dan duduk di sampingnya.

"Kamu lagi ngapain?" tanya Theo basa-basi.

"Aku baru aja selesai buat video Velocity, oh ya abang tau nggak? video yang aku buat langsung fyp tau, padahal baru beberapa menit yang lalu aku post!" jawab Agatha dengan mata yang berbinar.

"Oh ya? nanti coba abang lihat videonya," ucap Theo sambil mengelus kepala sang adik dengan penuh kasih sayang.

"Okey!" jawabnya sangat antusias.

"Oh ya, bang Theo ngapain kesini?" tanya Agatha.

"Itu... kamu di suruh ke ruang keluarga sama Daddy. Katanya ada yang mau di omongin," Jawab Theo.

"Daddy mau ngomong apa ya bang?" tanya Agatha.

"Nggak tahu, penting katanya." Jawab Theo kemudian kedua kakak beradik tersebut pergi ke ruang keluarga bersama-sama.

Tap

Tap

Tap

Secara langkah kaki yang saling bersahutan tersebut mengundang perhatian sepasang suami istri yang sedang mengobrol di ruang keluarga.

"Akhirnya kalian datang juga," ucap William, kemudian menyuruh Agatha dan Theo untuk duduk di sofa yang berada di depannya.

"Emang Daddy mau ngomongin apa sih? kayak nya penting banget," tanya Agatha.

William menarik nafasnya panjang, lalu mulai menjelaskan.

"Ini tentang perjanjian yang dilakukan oleh keluarga kita dengan keluarga Naismith," seru William.

Keluarga Naismith, bukannya keluarga sang pemeran utama ya? batin Agatha bertanya kepada sistemnya.

[Benar sekali tuan!]

Lo tahu perjanjian apa yang dimaksud sama daddy cle? tanya Agatha dalam hati.

[Saya tahu, tapi maaf saya tidak bisa memberikan informasi tersebut kepada anda, biar daddy William saja yang memberi tahu nanti.]

Ck, nggak asik lo sistem jadul! kesal Agatha, kemudian kembali fokus kearah pembahasan mereka.

"Perjanjian apa dad?" tanya Theo.

"Penyatuan antara dua garis darah melalui pernikahan." jawab William.

"Maksudnya apa dad? adek nggak paham," ucap Agatha yang mana Theo ikut menganggukkan kepalanya, seolah setuju dengan pertanyaan sang adik.

"Jadi, keluarga kita dengan keluarga Naismith sudah menjalin ikatan sejak lama. Ikatan itu bukan ikatan yang biasa, sebuah perjanjian yang dibuat secara turun-temurun dimana setiap generasi dari dua keluarga harus melakukan pernikahan," jawab William.

"Ooh, maksud daddy perjodohan?" tanya Agatha.

"Iya," jawab William dengan menganggukkan kepalanya.

"Tunggu, kalau perjanjian itu sudah ada sejak lama kenapa daddy nikahnya sama mommy? seharusnya daddy nikahnya sama keturunan Naismith kan?" tanya Theo yang seketika ingat dengan latar belakang pernikahan kedua orangtuanya.

"Iya. Mommy kan dari keluarga Einstein, bukan keluarga Naismith," sahut Agatha membenarkan ucapan sang kakak.

"Emang perjanjian itu boleh dibatalkan dad? mom?" tanya Agatha yang di balas gelengan oleh kedua orangtuanya.

"Perjanjian itu tidak boleh dibatalkan, tapi boleh di tunda," jawab Carolina.

"Contohnya seperti Daddy kalian, kenapa waktu itu daddy bisa menikah sama mommy yang bukan keturunan Naismith? karena dari dua keluarga tersebut tidak ada yang melahirkan keturunan perempuan, semuanya laki-laki."

"Hingga membuat perjanjian tersebut di tunda hingga keturunan selanjutnya, dan alasan itu yang membuat daddy boleh memilih pilihannya sendiri tanpa terikat perjanjian," lanjut Carolina menjelaskan kepada kedua anaknya kenapa ia dan sang suami bisa menikah.

"Ooh gitu toh ceritanya," seru Theo dan Agatha sambil menganggukkan kepalanya.

"Jadi keturunan selanjutnya siapa?" tanya Agatha penasaran.

"Keturunan selanjutnya itu... "

-TBC-

Hayoo coba kalian tebak, kira-kira siapa yang akan di jodohkan? Theo atau Agatha nih menurut kalian? terus di jodohkan sama siapa? coba komen siapa tau tebakan kalian bener!

Oh yaa, sekarang Author kembali lagi nihh... berhubung masa Hiatus sudah selesai, sekarang Author rajin-rajin update cerita. Tapi syaratnya kalian juga harus rajin-rajin pencet bintang pojok kiri, dan tulis komen yang banyak.

See you next time Guys!

❤️❤️❤️

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang