20) Balas Budi.

1.9K 83 5
                                        

HAPPY READING
.
.
.

_Agatha Pov_

Setelah kejadian pencurian yang tadi sore gua alami, gua memutuskan untuk membawa Asher_sang protagonis pria untuk mampir sebentar di apartemen dengan dalih balas budi. 

"Dinikmati dulu minumannya, gua mau ambil kotak P3k dulu." Ucap gua teruntuk Asher yang kini tengah bermain handphone.

"Ya" Jawab Asher sambil menganggukkan kepalanya.

Buset dah, dingin banget nih cowok satu. Batin gua sambil geleng-geleng kepala.

"Kenapa?" Tanya dia saat melihat gua bertingkah aneh.

"Nggak papa" Jawab gua sambil tersenyum manis.

Setelah mengatakan itu, gua meninggalkan Asher sendirian di ruang tamu, sedangkan gua pergi ke kamar untuk mengambil kotak P3k. Beberapa menit mencari, akhirnya kotak yang dicari ketemu dibawah kolong tempat tidur.

"Kenapa bisa ada disini? Perasaan gua taruh di lemari deh." Batin Gua penasaran.

Setelah itu gua langsung pergi ke ruang tamu untuk menemui Asher dan memberikan obat-obatan tersebut ke orang yang lebih membutuhkan.

"Nih" Seru Gua sambil memberikan kotak P3k.

Sedangkan Asher yang melihat itu hanya menaikkan salah satu alisnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

"Kenapa?" Tanya Gua bingung kenapa dia diam saja dan tidak langsung mengobati luka-lukanya.

"Gak" Jawab Asher dengan singkat, lalu mengambil botol antiseptik untuk membersihkan lukanya.

Setelah merasa bersih, dia mengambil kapas untuk menuangkan obat merah agar bisa mengobati luka memarnya, lalu dia tutup dengan plaster agar kotoran tidak bisa masuk hingga menyebabkan infeksi.

[Tuan...]

Gua yang sedari tadi mengamati Asher mengobati lukanya, tiba-tiba teralihkan oleh suara monitor yang sangat gua kenali, siapa lagi kalau bukan Cleo_sistemnya.

_Pov end_

"Apa?" Tanya Agatha di dalam pikirannya, takut di sangka gila oleh Asher karena berbicara sendiri.

[Kenapa tuan tidak membantu mengobati protagonis pria secara langsung? agar terjalin chemistry yang lebih intim seperti cerita romansa lainnya.]

"Ini cara gua buat ngedeketin sang protagonis dengan cara halus." Jawab Agatha dengan senyum manipulatif.

"Gua bikin cara yang berbeda buat ngedeketin sang protagonis. Rasanya seperti deket tak deket, acuh tak acuh, dan peduli tak peduli. Paham maksud gua?" Tanya Agatha.

[Paham tuan]

"Oke, bagus. Dari sikap gua tadi pasti Asher bertanya-tanya, kenapa sikap gua berbeda dari yang lain. Karena jika orang lain mungkin bakal mengobatinya, sedangkan gua tidak." Seru Agatha sambil tersenyum miring.

"Ekhm, makasih buat obatnya." Ucap Asher tiba-tiba membuat Agatha langsung beralih menatapnya.

"Ah iya, sama-sama." Jawab Agatha sambil tersenyum manis.

"Berhubung udah malam, gua mau pamit pulang dulu. Sekali lagi makasih buat obatnya." Ucapannya yang dibalas anggukan oleh Agatha lalu pergi dari apartemen Agatha.

"Hati-hati" Seru Agatha, setelah itu menutup pintu apartemen nya lalu pergi ke kamar untuk beristirahat.

-TBC-

FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang