HAPPY READING
.
.
.
Mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan outbond, seperti flying fox, jembatan goyang, dan permainan tim. Kebersamaan dan kerjasama membuat mereka semakin kompak dan semangat. Suara tawa dan sorakan menggema di sekitar perkemahan saat mereka berhasil menyelesaikan setiap tantangan.
Malam tiba, dan para siswa berkumpul di sekitar api unggun untuk berbagi cerita, menyanyikan lagu-lagu favorit, dan membakar marshmallow. Suasana hangat dan akrab membuat mereka merasa lebih dekat satu sama lain. Agatha duduk di dekat api unggun sambil memandang langit malam yang penuh bintang.
"Gua seneng banget kita bisa camping bareng. Ini bener-bener pengalaman yang gak terlupakan." Ucap Agatha sambil tersenyum kepada teman-temannya.
"Iya, malam ini bener-bener spesial. Gua seneng kita bisa ngumpul kayak gini." jawab Awan sambil menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Agatha.
Biru mengambil gitarnya dan mulai memainkan beberapa lagu. Suasana semakin meriah ketika mereka semua ikut bernyanyi bersama.
"Guys, gimana kalo kita nyanyi lagu 'Bunga Maaf' yang lagi viral itu?" usul Jessica dengan semangat.
"Ide bagus, Jess. Ayo kita nyanyi bareng-bareng!!" kata Leo.
Biru mulai memainkan intro lagu "Bunga Maaf" di gitarnya, dan semua teman-temannya ikut bernyanyi bersama-sama. Suara mereka mengalun dengan harmonis di bawah langit malam yang indah. Tawa dan senyum menghiasi wajah mereka, membuat malam itu semakin berkesan.
"Hai, masihkah, luka itu, ada di sana..." Jessica bernyanyi dengan penuh perasaan, menyatu dalam melodi dan lirik lagu yang menghangatkan hati.
"Yang ku, tinggalkan, saat kita, masih bersama." Sambung Awan menciptakan harmoni yang indah di tengah hutan yang tenang.
"Kini waktu terasa berbeda, tanpa hadirmu. Keras hati yang dulu bicara, berujung pilu," Nyanyi Agatha membuat lirik tersebut menyentuh hati mereka, mengingatkan mereka pada arti penting kebersamaan dan saling memaafkan.
"Andai, angin mengulang, sebuah masa yang t'lah usang. Kan ku telan isi bumi hanya untukmu." Suara mereka bersatu padu, menciptakan momen yang magis di bawah bintang-bintang.
"Terima bunga maafku, layu termakan egoku. Meski ku tahu, tak bisa..." Mereka terus bernyanyi dengan penuh penghayatan, menikmati setiap detik kebersamaan.
"Oh, mungkinkah, ada rindu, di balik benci itu. Yang perlahan, menghilang, saat nyamanku tak lagi kau butuh." Suara Biru mengalun indah, memenuhi malam dengan harmoni yang menenangkan.
"Andai, angin mengulang, semua masa yang t'lah hilang. Kan ku telan isi bumi hanya untukmu." Mereka bernyanyi dengan sepenuh hati, merasakan kehangatan dan kedekatan yang menguatkan ikatan mereka sebagai teman.
"Terima bunga maafku, layu termakan egoku. Meski ku tahu, ku tak akan bisa..." Lirik tersebut mengiringi malam yang penuh dengan kenangan indah dan tawa.
Malam itu benar-benar menjadi puncak dari kebersamaan mereka, penuh dengan tawa, kenangan indah, dan persahabatan yang erat. Mereka bernyanyi dengan sepenuh hati, merasakan kehangatan dan kedekatan yang menguatkan ikatan mereka sebagai teman.
-TBC-
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
FantasiAgatha Caroline, seorang gadis cantik berusia 17 tahun yang kini tengah duduk di bangku kelas dua Sma. Agatha sendiri memiliki sifat hiperaktif. Pada suatu hari Agatha tengah membaca sebuah cerita novel berjudul My Heart, yang mana buku tersebut di...
