22) Tanding Basket.

1.9K 82 2
                                        

HAPPY READING
.
.
.

Area tribun SMA RAJAWALI kini ramai dengan penonton yang tengah bersemangat melihat pertandingan basket antara kelas 11 IPA 2 dan 12 IPA 1 atas pernyataan dari Pak Eric pagi tadi sebelum latihan.

Dari kelas 11 IPA 2 mereka mengusulkan Agatha, Jessica, Biru, Leo, dan Awan sebagai pemain inti. Sedangkan dari kelas 12 IPA 1 mereka mengusulkan Asher, Theo, Killian, Julian dan Willie.

Lalu tim 11 IPA 2 dipimpin oleh Agatha, seorang gadis hiperaktif yang sangat bersemangat dan penuh energi. Sementara itu, tim 12 IPA 1 dikapteni oleh Asher, pemuda yang terkenal dengan keahliannya dalam bermain basket. Pertandingan ini diadakan di lapangan sekolah yang dikelilingi oleh para penonton yang riuh.

Pruitt!!

Saat peluit tanda dimulainya pertandingan berbunyi, kedua tim langsung beraksi dengan cepat. Tim Agatha segera menguasai bola dan melakukan serangan pertama. Biru berhasil mencetak poin dengan mudah, membuat timnya unggul di awal pertandingan.

Tidak mau kalah, tim Asher segera membalas serangan. Asher dengan lincah membawa bola dan melepaskan tembakan tiga angka yang tepat sasaran.

"Ayo guys! Kita pasti bisa mengalahkan mereka!!" seru Jessica menyemangati teman-temannya.

Tidak terasa kini mereka semua sudah dipertengahan pertandingan, skor mereka semua menjadi imbang dan pertandingan semakin seru.

Sepanjang pertandingan, kedua tim saling berkejaran dalam mencetak poin. Meskipun tim Asher lebih berpengalaman, tim Agatha menunjukkan semangat juang yang tinggi. Mereka tidak gentar menghadapi tekanan dari para senior mereka.

"Guys, jangan kasih kendor. Ayo terus!!" teriak Agatha kepada teman satu timnya.

Duk...

Duk...

Duk...

Di tengah pertandingan, Agatha melakukan slam dunk yang spektakuler, membuat penonton bersorak kegirangan.

"Lihat itu, kita belum kalah!" serunya.

Namun, Agatha dan timnya tidak patah semangat. Mereka terus berusaha mengejar ketertinggalan dengan kerja sama tim yang solid.

Waktu pertandingan semakin menipis, dan skor masih sangat ketat. Pada saat yang kritis, Willie berhasil mencuri bola dari Awan dan melakukan serangan balik cepat.

"Cepat, lempar ke gua!" seru salah satu rekan timnya, Leo.

Swush...

Leo melepaskan tembakan dari luar garis tiga poin, dan bola masuk dengan sempurna. Tim Agatha unggul satu poin. Tim Asher berusaha keras untuk merebut kembali keunggulan, namun pertahanan tim adik kelas sangat kuat.

"Jaga pertahanan, jangan biarkan mereka lewat!" teriak Killian pada rekan satu timnya.

Waktu terus berjalan dan peluit panjang pun berbunyi, menandakan pertandingan berakhir. Tim Agatha berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis.

Prok!

Prok!

Prok!

Penonton bersorak-sorai memberikan tepuk tangan meriah untuk kedua tim yang telah bermain dengan sangat baik dan sportif.

"Selamat, kalian memang hebat!!" kata Asher sambil tersenyum tipis kepada Agatha.

Meskipun kalah, tim kakak kelas memberikan selamat kepada tim adik kelas dengan penuh rasa bangga.

"Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang semangat dan kebersamaan kita." kata Killian kepada timnya saat melihat Agatha dkk yang sedang berpelukan, merayakan kemenangan mereka.

Pertandingan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat sportivitas. Hari itu menjadi kenangan manis bagi semua yang hadir, dan semangat persaudaraan di sekolah semakin erat.

-TBC-

FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang