Happy Reading...
------------------------
. Note : Putar lagu yang aku pasang di atas ya! :p
.
.
Festival sudah mulai ramai sejak petang tadi, kebanyakan dari anak-anak murid juga menikmati festival itu. Kebahagian menjalar dari mana saja, sehingga membuat penduduk menjadi nyaman dan berbahagia. Begitu malam tiba, di mulailah acara-acara menarik seperti ; circus, panggung teater, pertunjukan sihir oleh murid-murid yang datang, mini concert, dan yang terakhir acara kembang api.
Malam ini, festival sedang di meriahkan dengan murid-murid yang sedang menunjukkan kepiawainan mereka dalam mengendalikan sihir, yang di jadikan sebagai sarana latihan oleh mereka, bahkan Ken ikut tampil di acara tersebut. Penduduk bersorak takjub ketika melihat kepiawainan mereka, begitu pertunjukan sihir selesai, lampu di sekitar panggung tidak menyala sebentar lalu menyala lagi dengan cepat.
Begitu lampu menyala, sudah ada dua pemuda pemudi yang tengah berdiri di atas panggung dengan memegang microphone di masing-masing tangan mereka. Para penonton mulai bersorak ria dengan keadiran pemuda pemudi di atas panggung, kemudian lampu kembali mati.
"Sst!" Lampu-lampu sudah mulai siap untuk di nyalakan.
"Sama sama, sama-sama tau. Ada ada, ada ada saja." Lampu mulai menyala mengikuti ritme suara nyanyian mereka, lalu lampu menyala sepenuh nya.
"Kata orang, yang baik belum tentu terbaik." Begitu sang pemuda mulai bernyanyi, para penonton mulai bersorak ria bahkan memanggil namanya.
"Kyaa! Claude!"
"Claude makin hari makin ganteng, gila!"
"Claude ayo jadi pacar aku!"
Yahh, teriakannya kurang lebih begitu.
"Berulang kali coba pergi namun aku, berbalik."
"Mungkin berarti ini pertanda kau juara di hati..."
Ken yang berada di belakang panggung menatap datar ke arah pemuda pemudi yang sedang bernyanyi. "Lagu nya buat bucin kayaknya." Kata Ken yang di balas anggukan oleh kyle dan Sadie yang ada bersamanya.
"Kita sama-sama tau, bahwa kita sama sama ragu..." Claude mulai benyanyi bersama dengan Zivana dengan senyum senang.
"Tapi ada-ada saja, yang membuatku yakin lagi padamu..."
"Kita sama-sama mau."
"Kau dan aku mencari jalan, tuk bersatu lagi..."
"Memulai yang baru dengan masa lalu.."
Claude mengedipkan sebelah mata ke arah penonton yang membuat mereka berteriak histeris.
"CLAUDE! MULAI SAMA AKU AJA!"
"CLAUDE, KAMU JARANG NGEGODAIN, SEKALI NYA NGEGODA HATI GUA LANGSUNG JEDANG JEDUG!"
"CLAUDE, AKU RELA JADI APA AJA, ASAL BUAT KAMU!"
Alex yang berada di sisi kiri panggung memutar bola matanya malas melihat cewe-cewe yang teriak-teriak didekatnya tantrum. "Cewek gila, di gituin aja baper."
"Kadang ku sendiri, kadang ku mencari..."
"Namun selalu padamu ku kembali..."
"Mungkin berarti ini pertanda kau juara di hati..."
Zivana menunjuk penonton dengan senyum senang nya, kemudian kembali menatap Claude.
"Kita sama-sama tau, bahwa kita sama sama ragu..."
YOU ARE READING
School Of Magic [OC]
DiversosSejak kecil, Yuri sudah tahu satu hal: di School of Magic, tidak ada yang benar-benar aman. Di balik tembok kastil megah dan teknologi sihir canggih, para murid dilatih bukan hanya untuk menjadi penyihir terbaik-tapi juga untuk menjalankan misi-misi...
![School Of Magic [OC]](https://img.wattpad.com/cover/372260106-64-k958533.jpg)