#Chapter 24 : Selesai.

7 0 0
                                        

Happy Reading. . .

__________________

.

.

.

Pagi itu, langit  tampak lebih cerah dibanding hari-hari sebelumnya, seolah ikut merayakan hari terakhir ujian semester. Di kelas, para murid sudah tampak lebih santai, meski tetap serius mempersiapkan diri untuk ujian penutup: "Strategi Pertahanan Sihir dan Analisis Kasus."

Yuri duduk di kursinya seperti biasa. Ia membuka lembaran soal dengan ekspresi tenang. Meski ini hari terakhir, ia tetap ingin memberikan hasil terbaik. Di depan, Zivana sudah tampak gelisah, bukan karena soal, melainkan karena bayangan liburan panjang yang sudah di depan mata.

"Aduh... abis ini libur, ya? Gue harus ngapain ya selama dua bulan?" bisik Zivana sambil mencoret-coret pinggiran kertasnya.

"Jawab soal dulu," sahut Yuri pelan, tetap fokus membaca soal.

Ken yang duduk di samping Yuri hanya tersenyum tipis. "Nanti dipikirin pas udah selesai. Sekarang fokus dulu."

Zivana menghela napas panjang. "Iya, iya. Tapi kepala gue udah setengah ke pantai, setengah lagi ke kasur."

Guru pengawas masuk dan membagikan soal. "Waktu dua jam. Jawab sesuai analisis kalian. Jangan buru-buru."

Kelas kembali hening. Yuri membaca soal dengan saksama. Ia menyusun jawaban dengan hati-hati, mengingat kembali materi latihan dan diskusi yang pernah mereka bahas. Tidak mudah, tapi juga bukan hal yang asing.

Zivana yang biasanya cepat bosan, kali ini tampak berusaha keras menuntaskan jawabannya. Sesekali ia mencoret jawaban yang salah, lalu menulis ulang dengan ekspresi setengah putus asa.

"Waktu tersisa tiga puluh menit," suara pengawas mengingatkan.

Yuri menyelesaikan jawaban terakhirnya, lalu memeriksa kembali dari awal. Tidak ada yang boleh terlewat. Setelah yakin, ia meletakkan pena dan menarik napas lega.

Bel akhirnya berbunyi. Suara tumpukan kertas dikumpulkan terdengar di seluruh ruangan.

"Kumpulkan jawaban kalian ke meja depan. Setelah ini, kalian resmi masuk masa libur semester," kata guru pengawas sambil tersenyum tipis.

Begitu keluar kelas, Zivana langsung mengangkat tangan ke udara. "Akhirnya bebas!"

Yuri dan Ken hanya tersenyum melihat antusiasme Zivana yang berlebihan.

"Eh, serius, gue bingung banget mau ke mana. Libur dua bulan tuh lama banget kalo nggak ada rencana," kata Zivana sambil jalan ke lorong.

Ken menoleh, "Biasanya lo ngabisin waktu sama keluarga, kan?"

"Iya, tapi tahun ini kayaknya nggak bisa. Lagi pada sibuk, rumahnya kosong. Gue harus nyari plan B nih," keluh Zivana.

Yuri mengangkat bahu pelan. "Tidur sampe puas juga liburan."

"Yur, jangan flat gitu dong! Masa liburan cuma dipake tidur?" protes Zivana.

Ken tertawa kecil. "Tapi gue setuju sih, istirahat dulu."

Mereka bertiga akhirnya duduk santai di bangku lorong, membicarakan ide-ide liburan absurd seperti "jalan-jalan ke hutan larangan", "cari harta karun bawah tanah", atau "bikin festival dadakan di taman belakang akademi".

Tak lama kemudian, suara langkah yang familiar terdengar.

"Yuriii! Liburan time!" Rey datang dengan Aoi dan Alex yang tersenyum di belakangnya.

School Of Magic [OC]Stories to obsess over. Discover now