Chapter 13🔞

8.5K 225 9
                                        

Haechan yang baru saja keluar kamar mandi kini menoleh ke arah ranjang dimana Mark dan Altaz putra mereka masih berbaring di ranjang. Haechan menghela nafas panjang kala melihat jam dinding yang sudah semakin siang.

 Haechan menghela nafas panjang kala melihat jam dinding yang sudah semakin siang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Mas, kamu ga ke kantor?” Ucap Haechan sembari membersihkan meja rias.

“Hari ini mas ga ke kantor.” Jawab Mark

“Loh, kenapa mas?”

“Mas mau ajak kamu sama adek jalan jalan.”

Haechan berjalan ke arah ranjang kemudian duduk di samping kepala Mark yang tengah berbaring, ia usap surai lebat milik suaminya itu.

“Jalan jalan kemana, mas? Emang gapapa kalo kerjaan mas di tinggal?” Tanya Haechan dengan lembut.

Mark mendongak, jemarinya menarik jemari Haechan kemudian ia kecup. Mata indah itu saling memandang dari atas ke bawah seolah menyampaikan kekaguman Mark pada wajah cantik miliknya itu.

“Mas mau ajak makan di luar terus jalan jalan di taman sama adek.”

“Oke, tapi kamu mandi dulu sana.”

Cup!

Mark mengecup pipi kanan Haechan, “sebentar lagi, mau main sama adek dulu.”

“Yaudah, aku mau beres beres dulu ya.”

“Iya, sayang.”

—°°—

Mark dan Haechan kini sudah berada di taman, mereka berjalan beriringan sembari Mark menggendong Altaz dan Haechan berjalan disampingnya.

“Mau makan apa, sayang?”

“Ga tau, aku ikut mas aja.”

“Kamu pengennya apa?”

Haechan menatap jalanan, di sekeliling taman banyak sekali rumah makan kecil dan bermacam-macam jenis makanan. Kembali ia pandangi wajah suaminya.

“Mas aja yang pilih makanannya, terakhir kali yang aku makan berakhir buruk...”

Mark menghentikan langkahnya kemudian menatap Haechan, “sayang, sudah mas bilang ga usah di bahas lagi. Kita makan apa yang kamu mau ya?”

“Mm, iya deh.”

Mark mengulurkan satu tangannya untuk menggenggam tangan Haechan kemudian berjalan ke salah satu toko di seberang sana. Altaz di dudukan di samping mereka dan Haechan Mark bersebelahan, entah kenapa semenjak menikah mereka selalu menempel satu sama lain. Mark juga merasa bahagia karena Haechan sudah menunjukkan afeksi cintanya dengan sentuhan, biasanya Haechan sungkan dan jarang menunjukkan hal itu.

 Mark juga merasa bahagia karena Haechan sudah menunjukkan afeksi cintanya dengan sentuhan, biasanya Haechan sungkan dan jarang menunjukkan hal itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BIDUANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang