Haechan adalah seorang penyanyi di sebuah desa, ia sering manggung di berbagai tempat setiap malam. orang orang terpikat pada suaranya bahkan parasnya yang sangat cantik. meski begitu, Haechan tidak mudah luluh pada semua laki laki yang selalu memba...
Hari ini Mark bersiap untuk rapat bersama rekan kerja dari perusahaan lain, ia sebenarnya belum tau perusahaan mana yang akan berkerja sama karena memang sekertarisnya Mariolah yang tau dan menanganinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mark duduk di kursi paling ujung menghadap layar depan, sementara beberapa karyawannya duduk disebelah kiri menyisakan beberapa kursi disebelah kanan tempat rekan kerja yang akan bekerja sama.
“Mari masuk, tuan.”
Mark menatap laki laki yang baru saja duduk di salah satu kursi. Laki laki itu tersenyum ramah dan membungkukkan badannya sebelum kembali duduk di kursinya.
“Selamat siang tuan, Mark.”
“Arjuna?”
Lelaki yang dipanggil dengan nama Arjuna itu tersenyum ramah, pantas saja tidak asing ternyata tetangga sebelah. Arjuna dan Mark memang jarang menyapa karena sama sama sibuk itulah kenapa Mark sedikit kaget karena ternyata Arjuna seorang pengusaha.
Rapat berjalan dengan lancar, Mark mendengarkan banyak saran dan masukan dari beberapa karyawannya. Ia juga mempertimbangkan hasil dari presentasi sekertaris Arjuna yang mengajukan permohonan kerja sama dengan segala kualitas perusahaan mereka hingga akhirnya keputusan Mark menerima kerjasama tersebut.
“Terima kasih, tuan.” Arjuna berjabatan tangan dengan Mark.
“Saya juga, saya harap kita sama sama berhasil dalam proyek ini.” Ucap Mark.
“Tentu!”
“Boleh kita makan siang bersama? Anggap saja sekalian kita tetanggaan.” Ajak Mark
“Boleh, tuan.”
“Jangan panggil tuan. Panggil aja Mark, aku rasa umur kita sama.”
“Baik, Mark.”
Mereka berjalan ke salah satu restoran dekat kantor, mereka memesan beberapa makanan disana. Selama menikmati makanan mereka juga saling berkenalan lebih jauh.
“Oh ya, gimana kabar istrimu? Udah lahiran atau belum?”
“Kemarin kita udah cek ke dokter dan katanya lusa operasinya dimulai.”
“Semoga berjalan lancar.”
“Semoga...”
Mark menatap kearah Arjuna, sebenarnya ada yang ingin ia katakan namun ia masih bingung apa harus ia katakan pada hal ini pada Arjuna?
“Arjuna”
“Hm?”
“Apa kamu dan Renajana saling mencintai?”
Arjuna mendongak, “ah, maaf kalo pertanyaan ku aneh. Aku minta maaf tolong lup—
“Kami hasil perjodohan. Tapi, aku dan Renjana sudah saling mencintai.”