Haechan adalah seorang penyanyi di sebuah desa, ia sering manggung di berbagai tempat setiap malam. orang orang terpikat pada suaranya bahkan parasnya yang sangat cantik. meski begitu, Haechan tidak mudah luluh pada semua laki laki yang selalu memba...
Haechan yang berada didalam kamar ganti pakaian kini menoleh kearah pintu. “iyaa?”
“Sayang lagi apa?”
“Lagi ganti baju, mas. Ada apa?”
“Kepala mas sakit banget, pusing. Tolong bisa ga pijitin kepala mas?”
“Iya bisa, mas. Tunggu di kasur ya?”
“Hm.”
Selagi menunggu Haechan selesai mengganti pakaian, Mark naik keatas ranjang kemudian membaringkan tubuhnya menangkupkan badannya. Entah kenapa setelah beberapa saat bekerja di ruangan kerja tiba tiba saja Mark merasa pusing, mungkin karena sibuk sibuknya bekerja.
Cklek
Haechan dengan pakaian yang sudah siap untuk tidur kini melihat suaminya terbaring diatas ranjang sembari memijat pelipisnya. Haechan ikut naik ke ranjang dengan perlahan kemudian menyentuh surai gelap milik suaminya itu.
“Kepalanya pusing?” Tanya Haechan lembut.
“Iya. Sakit, sayang.” lirihnya.
“Yaudah bentar aku pijitin.”
Haechan mengambil minyak zaitun dilaci samping ranjang kemudian menarik kepala Mark agar berbaring dipahanya, reflek Mark memeluk perut Haechan menyembunyikan wajahnya di perut buncit Haechan. Dengan gerakan lembut dan tekanan pas, Haechan memijat kepala Mark. Mark merasa sedikit lebih baik setelah dipijat oleh Haechan.
“Kalo udah pulang tuh jangan kerja lagi, peduliin diri kamu. Aku ga mau ya kamu ngeyel kek gini, mas.”
“Hm, maaf.”
“Makan ga tadi?”
Mark diam, “makan ga tadi?!”
“Iyaa maaf, sayang.”
Haechan menghela nafas berat, inilah kebiasaan Mark. Haechan memang jarang menemani Mark makan malam karena sudah tidak kuat jalan ke bawah, makanya ia tidak tau jika suaminya makan atau tidak.
“Buat apa coba aku masak kalo kamu ga makan?! Mending kamu masak sendiri kalo kamu laper!”
Mark mendongak kemudian menarik jemari Haechan dan menciumi jemari lentik itu dengan lembut.
“Maaf, sayang. Mas janji bakalan makan tepat waktu, maaf banget karena sibuk banget jadi ga bisa makan tepat waktu.”
“Yaudah aku maafin, sini baring yang bener jangan meluk perut aku. Sesek tau ga.”
Mark membenarkan posisi baringnya kemudian memejamkan matanya menikmati pijitan dari tangan lembut istrinya itu, sesekali ia bergumam jika pijitan Haechan bisa mengurangi pusingnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Tidurin aja ya, mas.” Bisik Haechan lembut
Memang menjadi kepala rumah tangga memiliki kewajiban yang sangat besar, selain itu juga Mark harus bisa bekerja bahkan lembur agar dia bisa menghidupi keluarga kecilnya. Tanggung jawabnya sebagai bos juga sangat besar, selain untuk keluarga Mark juga harus bisa memberikan karyawan karyawannya gaji tepat waktu setelah target perusahaannya lancar.