Chapter 15

3.7K 178 4
                                        

Mas Mark

Mas
Lagi apa? Sibuk ya?

Hai sayangnya mas
Baru selesai makan siang, sayang
Ada apa hm?

Mas liat deh

Cantik ga, mas??

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cantik ga, mas??

??
Permanen?

Eh enggak mas!
Itu bukan tato permanen kok
Cuma, emang hilangnya nunggu 30 harian gitu
Kamu marah ga?

Siapa yang nyuruh kamu tatoan?
Kamu tau kan mas ga suka seinci tubuh kamu di tato?

Iyaaa tau mas!
Mm, Tadi aku jalan jalan ke mall sama bubu
Awalnya cuma belanja biasa, tapi ga sengaja ketemu toko buat tato gitu dan bubu ngajak buat
Katanya bukan permanen kok, mas.

Bener bukan permanen?

Hu'um!

Meski bukan permanen, kan hilangnya cukup lama. Lain kali ga usah ya? Tapi kali ini gapapa tatonya cantik sama kayak kamu.

Jadi mas ga marah???

Enggak sayang
Besok mas pulang, mas mau liat langsung tatonya

Heheheh okeeeii
Ngomong ngomong jam berapa mas berangkat?

Kayaknya malam, sayang
Sabar yaaa

Gapapa mas asal mas selamat sampai ke rumah
Adek kayaknya rindu banget sama kamu

Kamunya ga rindu?

Rinduuuuu bangett

Haha so cute
Sudah dulu ya sayang, mas mau lanjut meeting

Oke mas

I love u sayang

I love u too mas

—°°—

Setelah dapat kabar jika suaminya akan pulang malam ini, Haechan berniat menyambutnya dengan baik. Dari membuatkan makanan kesukaan Mark yang terhidang baik di meja makan mengalahkan restoran saja. Haechan juga berdandan cantik, selain perut yang kenyang hati mata juga harus kenyang jika melihat pasangan tampil cantik. Sementara Altaz di dudukkan Haechan di sofa dengan beberapa mainan, jam segini memang belum jam tidur bocah itu.

Cklek

“Sayang! Altaz! Papa pulang!”

Sosok pemuda yang berstatus suami Haechan itu baru saja membuka pintu dengan raut wajah begitu bahagia. Haechan menggendong Altaz kemudian berjalan menghampiri Mark yang baru saja menutup pintu.

BIDUANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang