“Mas.”
“Iya sayang?”
Haechan merapikan dasi Mark dengan benar, mata indah itu saling menatap seolah lupa jika hari mulai semakin siang. “aku mau ngajak adek jalan jalan boleh ga?”
“Mau kemana? Sekarang mulai turun salju, bukannya mas ga mau ngizinin.”
“Ga jauh kok, mas. Cuma keliling komplek.”
“Yaudah gapapa, hati hati ya? Pakai pakaian yang panjang buat kamu sama adek.”
“Iya, mas.”
Setelah mendapatkan izin Haechan pun mengajak Altaz jalan jalan pagi di kelilingi komplek, biasanya jam seperti ini ramai anak anak yang sedang berjemur di bawah matahari makanya Haechan mengajak anaknya untuk berjemur. Akhir tahun dengan penuh salju tentu menyenangkan dan hari yang sangat-sangat mereka tunggukan.
“Papi..., mau lari~”
“Ga boleh, sayang. Udah ah jalan aja nanti kamu jatuh soalnya jalannya lagi licin banget.”
“Sebental aja papi...” bujuknya dengan wajah yang menggemaskan.
Haechan tersenyum kecil kemudian membenarkan jaket Altaz, “oke, pelan pelan oke??”
“Otey!”
Haechan menatap langkah anaknya yang sudah berusia sekitar 4 tahun itu, larinya yang kecil dan jalanan yang sedikit basah mengurangi kecepatan larinya. Haechan tak menyangka anaknya itu semakin tumbuh besar dan ia berhasil menjadi papi untuk anaknya.
Namun, senyum itu nampak luntur ketika ia menatap mobil serba hitam mulai mendekati mereka. Ia mulai cemas ketika seorang laki laki berperawakan besar itu keluar dari mobil dan berjalan mendekati Altaz, Haechan berlari dan—
“ADEK—HMPPH!!!”
Mulutnya di bekap dari belakang dengan menggunakan kain yang membuat matanya buram saat melihat anaknya sudah di dalam gendongannya sosok laki laki itu. Haechan pun pingsan.
—°°—
Sayang
Sayang
Udah pulang jalan jalannya?
Jangan lama lama ya? Soalnya hari mulai dingin
Salju makin turun nih
Kenapa kamu ga aktif? Kamu baik baik aja kan?
Tolong balas pesan mas, sayang.
Mark yang baru saja selesai makan siang kini menatap cemas ke arah ponselnya, entah kenapa ia merasa ada yang aneh. Biasanya Haechan hanya butuh waktu lima menit dan setelah itu akan membalas pesannya, tapi sudah hampir setengah jam Haechan tak membalas pesan Mark.
Ting!
Pesan tanpa nama masuk.
+00063684
Hai sayang
Aku baru pulang nih dari jepang
Kemarin kita ketemuan tapi kamunya malah ninggalin aku:(
Clara?
Yes, i am.
Aku yakin sekarang kamu pasti lagi cariin Haechan kan?
Clara, apa yang kamu lakukan?!
Send picture.
See?
BRENGSEK! apa mau kamu clara?!
Jangan berani berani sentuh Haechan dan anakku!
Calm down sayang...
Ga aku apa apain kok, sini dong.
Send location
“Astaga...”
Mark bergegas menuju lokasi yang sudah Clara kirim, ia juga membawa beberapa polisi dan bawahannya untuk jaga jaga dari luar gedung. Sebab, ia tau Clara mungkin memiliki banyak penjaga dan itu tidak mudah menembusnya meski polisi sekalipun.
KAMU SEDANG MEMBACA
BIDUAN
FanfictionHaechan adalah seorang penyanyi di sebuah desa, ia sering manggung di berbagai tempat setiap malam. orang orang terpikat pada suaranya bahkan parasnya yang sangat cantik. meski begitu, Haechan tidak mudah luluh pada semua laki laki yang selalu memba...
