Chapter 10🔞

9.6K 218 22
                                        

Seperti biasa, di bawah umur skip—

Dua sepasang anak adam itu tengah berciuman, ranjang sebagai saksi jika malam ini mungkin malam pertama bagi pengantin yang sudah hampir satu tahun menikah itu. Keduanya tak sabaran untuk menjemput rasa nikmat itu.

Mark mendorong pinggulnya secara perlahan sampai tubuh si cantik ikut terdorong “ahh...” Haechan mendesah.

“Ah sayang ketat banget, fuck ini kenapa lubang kamu makin enak?” Ucap Mark sementara si cantik hanya terpejam.

Mark menggelengkan kepalanya ia tersenyum sembari menciumi paha Haechan.

“Oh good cantiknya...”

Mark menciumi paha hingga betis Haechan saking terobsesinya dengan tubuh istrinya itu, tak lama Mark menggerakkan pinggulnya maju mundur secara konstan.

“Ah.. ah.. ngh aduh mas.”

“Kenapa sayangnya mas? Enak hm?” Kini kedua tangannya beralih meremas dada Haechan yang berisi itu.

“Ah!” Rasanya gila, ia hanya bisa mendesah kecil kala kenikmatan hampir menjemputnya.

Haechan menatap wajah suaminya yang kini penuh dengan peluh keringat, matanya sayu seolah meminta sesuatu padanya. “ngh ah ah mas cepetin ga tahan!”

“Minta yang bener sama suami.” Ucap Mark

“Nghh mas tolong cepetin aku mau keluaAH! Ah..” gila, belum selesai Haechan berbicara Mark sudah menggenjot lubangnya dengan cepat hingga membuatnya terlonjak lonjak.

Suara kulit mereka berbunyi begitu nyaring dan cabul, mereka saling berpegangan menikmati kenikmatan malam ini. Wajah Haechan memerah kala matanya beradu tatap dengan Mark, hal itu membuat Mark semakin bernafsu.

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK

“Ngh ngh ngh ngh..” Si cantik memekik mendesah sembari mencengkram bisep Mark begitu kuat, ia tak tahan sungguh mentok.

“Ahh fuck! Oh god, that's so delicious. Enak banget ngentotin kamu sayang.”

Haechan dapat merasakan sperma suaminya menembak ke dalam lubangnya, rasa hangat menyelimuti perutnya. Mark mengusap wajahnya dengan lembut sembari memberikan kecupan basah.

“Mas...”

“Nungging.”

“Hah?” Haechan yang masih menikmati pelepasannya malah di suruh doggy style.

“Ngh, ga mau mas nanti sakit...”

“Enggak sayang, percaya sama mas. Ayo mas mau lagi.”

Terpaksa Haechan membalikkan badannya dengan bantuan Mark, sebenarnya ia sudah lemas. Tapi, memuaskan nafsu masing masing harus wajib ia lakukan.

Si cantik membuka mulutnya tanpa bersuara saat merasakan penis suaminya di perutnya, gaya ini memang benar benar mentok di lubangnya. Mark dengan gilanya menggerakkan pinggulnya, Haechan sampai sampai menangis. Mungkin karena sudah lama tidak berhubungan badan bahkan hampir satu tahun dan kini Mark tak mau menahan nahan lagi.

“Ah fuck!”

Mark mengganti posisi dengan memiringkan badan Haechan kemudian mengangkat satu kaki Haechan ke pundaknya, Haechan memejamkan matanya sembari menahan tubuhnya. Sungguh ia malu sekali dalam posisi ini dari pada menungging.

“Tahan kakinya, mas mau cium bibir kamu.”

Haechan menurut, kini bibirnya di cium brutal oleh Mark bak kesetanan. Haechan sampai kesusahan karena mendapatkan simulasi kenikmatan yang berlipat ganda. Mark melepaskan ciumannya kemudian menatap wajah Haechan yang sibuk mendesah, entah seperti terhipnotis Haechan pun menjulurkan lidahnya bersentuhan dengan lidah Mark.

BIDUANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang