Chapter 12

3.8K 193 22
                                        

2 tahun kemudian

“Sayang, mas minta maaf ya malam ini kayaknya pulang lebih lama.”

“Yah, ga bisa pulang lebih awal ya?”

Mark mendekati Haechan kemudian mengusap kepalanya dengan lembut, “maaf ya, mas harus ke lapangan untuk melakukan pengecekkan dan itu butuh waktu lama. Nanti mas usahain pulang cepat ya?”

Haechan tersenyum manis saat mendengar penjelasan lembut dari suaminya itu, ia beralih memeluk pinggang Mark dengan erat.

“Hm, gapapa kok kalo penting banget. Aku bakalan nungguin mas sampe pulang.”

“Ga usah sayang, kamu tidur aja sama adek. Nanti mas langsung peluk kamu kalo udah pulang.”

“Mm, yaudah deh. Hati hati ya mas.”

Cup!

Mark menyempatkan untuk mencium bibir Haechan dengan lembut, “i love u sayang, mas pergi dulu ya.”

“Okey!”

-°°-

Mark buru buru pulang setelah mendengar kabar dari Bubu jika Altaz tidak mau menyusu pada Haechan setelah istrinya itu makan makanan pedas. Ada rasa kesal karena ia tau Haechan tidak izin memakan makanan pedas di saat ia masih menyusui anak mereka.

Cklek

Mark masuk kedalam rumah, ia langsung melihat Bubu tengah memarahi Haechan yang hanya duduk di sofa sembari menunduk. Anak mereka yang berusia 2 tahun itu merengek di gendongan Haechan.

“Kamu tau ga sih kalo itu mempengaruhi asi kamu? Belajar ga kamu? Atau kamu ga tau? Hah, iyalah ga tau kamu aja ga sekolah mana ngerti soal ini kan?!”

Haechan berusaha menenangkan Altaz namun beberapa detik kemudian Altaz di tarik oleh Mark begitu saja.

“M-mas?”

“Kamu mikir ga Haechan sebelum kamu makan rawon? Mikir ga gimana efek nanti ke Altaz? Aku ga habis fikir, jelas Altaz ga mau nyusu sama kamu ya karena kamu makan pedas! Kalo Altaz kenapa napa gimana? Kamu tuh izin ga sama aku sebelum makan itu?! Ga bisa ya kamu tahan dulu keinginan kamu itu setelah Altaz ga nyusu lagi?”

Haechan mendongak menatap wajah suaminya yang nampak tak seperti biasa, hanya ada ekspresi kekesalan dan kekecewaan disana. Kini perutnya semakin sakit karena makan makanan pedas itu, ia mencengkram bajunya dan berusaha meminta maaf dan melupakan rasa sakit di perutnya.

“Aku minta maaf, mas...”

“Maaf kamu tuh ga berguna, Haechan. Liat kan kamu jadi sakit perut karena ulah kamu sendiri! Itu juga merugikan Altaz, aduh ga bisa mikir lagi.” Ucap Mark sembari memijat pelipisnya dengan rasa kesal.

“Siniin Altaz-nya, Mark.” Bubu mengambil alih Altaz ke gendongannya dan beranjak meninggalkan Haechan dan Mark.

“Harusnya kamu tau diri, Haechan. Mark suamimu itu bekerja untuk keluarganya sedangkan kamu malah membuat kekacauan.”

Haechan mengusap pipinya yang basah karena air matanya.

“Ga usah kamu kasih lagi uang ke istrimu itu biar dia ga semaunya beli kek gitu!” Ucap Bubu sebelum meninggalkan mereka.

“Kamu berperan sebagai ibu disini, kamu tau itu kan? Altaz masih butuh susu kamu, seharusnya kamu paham betul hal itu. Apapun yang terjadi di tubuh kamu itu akan mempengaruhi ke Altaz, mas bener bener marah sama kamu karena kecerobohan kamu ini. Mas mau kamu renungi kesalahan kamu dan malam ini Altaz akan tidur dengan Bubu.” Setelah mengatakan hal itu Mark pergi meninggalkan Haechan.

BIDUANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang