End

4.9K 223 11
                                        

Haechan dan Mark kini kembali pulang setelah dokter mengatakan Haechan sudah boleh dibawa pulang. Haechan turun dari mobil sembari menggendong Kinan, sementara Mark membawa barang barang dibantu oleh Altaz.

"Haechan!"

Deg

Haechan maupun Mark berhenti, mereka menatap sosok itu berjalan menghampiri mereka.

"Renjana?" Gumam Haechan.

"Istriku butuh istirahat-

Ucapan Mark terpotong saat Renjana lebih dulu bersuara, "aku tau. Izinkan aku untuk berbicara sebentar."

Haechan mengangguk, "ada apa Renjana?"

Renjana menatap Haechan dan Mark bergantian sembari tersenyum manis, apalagi saat ia melihat Mark tengah merangkul pundak Haechan bersama buah hati mereka yang baru saja lahir.

"Aku dan Arjuna akan pindah, mm... Maaf jika kesan selama kita bertetangga begitu rumit dan buruk. Aku menyadari semuanya, semua tentang ikhlas, semua tentang kenyataan yang memang sudah berbeda-

Renjana beralih menatap Mark, "aku tidak ada niat hadir kembali di kehidupan kamu, kak. Aku sadar itu, semua sudah berakhir dan aku sudah ikhlas."

"Dan untuk Haechan, terima kasih sudah menjadi teman yang baik. Awalnya memang aku tidak rela kamu mendapatkan semuanya dengan begitu mudah, tapi aku sadar aku sudah dibutakan oleh rasa kebencian dari masa lalu. Aku turut bahagia, aku rasa kita tidak boleh bertemu lagi. Kita sudah masing-masing memiliki kehidupan dan lebih baik jika kita tidak berhubungan sama sekali, jadi aku ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi."

Haechan tersenyum kecil, "terima kasih, Renjana. Aku bahagia sudah kenal kamu dan jadi temen kamu meski beberapa bulan, aku turut bahagia jika kamu mendapatkan kehidupan yang penuh kebahagiaan."

"Iya, Haechan."

"Renjana, aku minta maaf atas nama bubu. Terima kasih karena sudah mengalah." Ucap Mark.

Renjana tersenyum lebar, "iya, kak. Semoga terus bahagia."

Sejatinya manusia memang akan merasakan ketidak relaan jika sesuatu yang seharusnya miliknya kini tak bisa dimiliki, namun tuhan menciptakan takdir. Tuhan menciptakan masa depan bagi siapa yang mau berjuang, tuhan menciptakan sebuah rasa yang bisa dibolak balikan sehingga manusia tak bisa menyangkalnya.

Beberapa bulan kemudian ~

Papi🛐🥵

Mas
Alat pumping udah rusak
Bisa ga nanti mas mampir ke toko di mall belinya

Itu adek lagi nen?Ga lecet, sayang?Kemarin kamu bilang lecet gara gara adek nen?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Itu adek lagi nen?
Ga lecet, sayang?
Kemarin kamu bilang lecet gara gara adek nen?

Ya mau gimana lagi?
Makanya aku minta beliin alat pumping
Biar adek ga nen ke aku lagi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BIDUANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang