LUCANE

405 27 9
                                        

Hai, La balik lagi.

Anyway, maaf banget baru up lagi soalnya lagi sibuk sibuknya akhir tahun ini dan baru bisa balik lagi. Buat kalian yang masih sekolah semangat, tahun ini pasti capek untung ujiannya udah beres.

Buat yang mau coba baca AU ku, kalian bisa langsung ke akun tiktok @shinelallica aja ya, tapi versi novel nya juga ada di akun ku ini. Buat cerita itu aku bingung mau lanjut bikin novel aja atau cerita AU, menurut kalian gimana?

Selamat membaca.

18

“Lexie, lo bisa diem gak?”

Callypso melirik jengah temannya yang sibuk bergerak ke sana ke sini dengan minuman di tangannya. Melihatnya saja sudah membuat Callypso kepanasan.

“Okay, stop!” Lexie tersentak kaget saat Callypso dengan santainya menarik tubuhnya untuk bersandar ke belakang.

“Astaga Cally, lo punya dendam apa sama gue?!” kesalnya tidak terima.

Callypso memutar bola matanya malas. “Kaki lo mau gue bungkus?! Jangan gerak-gerak, gue aja yang liatnya greget!”

“Gue tuh gerah! Ini minuman satu juga gak berfungsi, sialan harusnya gue pesen es batu satu box.” gerutunya dengan menatap botol minuman di tangannya.

Callypso memijat keningnya jengah, gadis itu menatap seseorang yang baru saja datang dan mendudukkan dirinya di samping kiri Lexie.

Louisa baru saja datang dengan seragamnya, gadis itu terlihat santai mendudukkan dirinya di bangku.

“Dari mana, Lou?”

“Ruang ganti lah! Mana lagi emang?” sewot Lexie tanpa menunggu Louisa menjawab.

Callypso yang sudah kesal setengah mati, gadis itu hendak membungkam mulut temannya yang terus berbicara itu agar diam, namun niatnya urung saat kepala Lexie lebih dulu tertarik ke belakang.

“Lo berisik banget anjir dari tadi. Gimana orang-orang mau nonton kalau berisik sama suara lo itu, hah?!”

“BIANJING! LEPASIN RAMBUT GUE!”

“GAK IKHLAS YA GUE RAMBUT SUCI GUE KENA TANGAN LAKNAT LO ITU!”

Callypso menyumpal mulut temannya itu dengan burger miliknya hingga tersedak, lalu Biantara melepaskan tarikan rambut Lexie.

“Ngapain lo di sana?”

“Ngapain lagi kalau bukan nonton?”

Callypso berdecak kecil lalu melirik Lexie yang masih sibuk meminum minumannya karena masih tersedak.

“Sialan lo Cally.” umpatnya berapi-api.

“Berisik lo. Udah mau mulai, gue mau nonton tanpa gangguan apapun. Bisa?!”

Lexie menatap sinis temannya itu lalu beralih menatap belakang. Tatapannya semakin tajam seakan ingin membunuh orang di hadapannya, namun dengan santainya Biantara hanya meliriknya sekilas dan menatap santai ke depan.

“Pindah!”

Biantara menaikkan alisnya sebelah.

LUCANE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang