🌼 E N A M P U L U H D U A

1.2K 116 26
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*








Present








Suasana dapur restoran hari ini penuh hiruk-pikuk seperti biasa. Namun, di tengah kesibukan itu, ada satu sosok yang sepertinya tidak fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan. Choi San. Pria yang biasa penuh semangat, sekarang terlihat sangat berbeda.

Satu minggu terakhir, San tidak seperti biasanya. 

Bibir San terlihat pucat, wajahnya seolah lelah dan gerakannya terasa berat. Pria itu tidak fokus ketika di ajak bicara, bahkan kadang tidak mendengarkan sama sekali. Sorot mata San begitu kosong, seakan tidak ada semangat hidup yang menyala. Berulang kali San melakukan kesalahan kecil yang biasanya tidak pria itu lakukan. Salah memotong bahan dan salah menyajikan pesanan serta kesalahan lainnya.

Semua orang menyadari perubahan seorang Choi San, namun tidak ada satu orang pun yang berani menegurnya. Bukan karena segan, namun karena sebagian dari mereka sudah tahu inti masalahnya.

Seonghwa yang sedari tadi berada didekat San pun tidak lepas memperhatikan pria itu. Sikapnya yang seolah ingin terlihat baik-baik saja justru membuat Seonghwa ragu. Terkadang ia bisa mendengar pria itu meringis dan mencoba menahan sakit. Awalnya Seonghwa ingin mengabaikannya, tapi ternyata itu cukup menganggu. San tidak terlihat sehat hari ini.

"Kau baik-baik saja ? Kau sakit ? Wajahmu terlihat pucat dari pagi, kalau kau sedang tidak enak badan istirahat saja di ruang belakang," saran Seonghwa.

Pria yang sedang mengaduk sesuatu di atas wajan itu menggelengkan kepala. "Tidak apa," jawabnya.

"Jangan keras kepala. Tinggalkan saja itu, aku dan Yunho yang akan melanjutkannya, lagipula hari ini juga tidak begitu ramai. Kita berdua sudah cukup."

San tidak menjawab itu.

Entah tidak dengar atau sengaja acuh.

San sudah seperti itu selama satu minggu terakhir jadi Seonghwa tidak tersinggung dengan sikapnya. Seonghwa mencoba membiarkan San melanjutkan bagiannya sembari sesekali melirik pria itu agar ia bisa memastikan kondisinya. Yah, jaga-jaga kalau terjadi sesuatu. Choi San sangat mengkhawatirkan.

PRANGGG !

Dan benar saja, tidak lama Seonghwa mengalihkan perhatian ke arah lain, bunyi nyaring sesuatu yang jatuh terdengar dari belakangnya. Saat ia menoleh, ia mendapati lantai yang berantakan akan pecahan piring. San mematung di sana, menghelakan nafas sambil memijat puncak kepalanya dan ia meringis.

"Oh ?! Suara apa itu ?!"

Hanbin berlari memasuki dapur sembari berteriak panik, disusul gadis cantik dengan celemek—Arin.

"Hyun—! Ada apa ini ?!"

Jongho yang menginjakkan kaki di dapur terkejut.

Seluruh perhatian tertuju pada San, tapi Seonghwa memberikan gerakan kepala yang meminta mereka untuk pergi dan jangan bertanya apapun sekarang.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang