19. Kencan

3K 57 9
                                        

Sepanjang perjalanan pulangku, tangan bang fahrul melekat erat menggenggam tanganku, dia mengendarai hanya dengan satu tangan namun sesekali melepas genggamannya.

Aku sudah memberitahunya sangat bahaya jika dia terus mengendarai hanya dengan satu tangan, akhirnya dia pun sesekali melepas jika terlihat kesulitan saat mengendarai mobilnya.

"Sayangg... Cinta abang selalu menemanimu" Ujar bang fahrul tiba-tiba sambil mencium tanganku.

Aku merasakan ada hal yang tidak beres terhadapnya.

"Terima kasih bang, cintaku juga selalu menemani abang" Balasku sambil memberinya senyuman.

Aku tidak mengerti sekarang, kemarin bang fahrul tampak diam dan cuek terhadapku, tetapi mengapa sekarang dia sangat suka sekali membuatku terpesona padanya.

-----

Sekarang kami berdua sudah sampai dirumahku, rasanya tak sabar memberitahu kabar ini kepada ibu. Aku diam menunggu genggaman tangan bang fahrul melepas dari tanganku.

"Mau sampai kapan abang terus menggenggam tangan aku ?" Tanyaku padanya.

Tak ada jawaban darinya, lalu tiba-tiba dia mendekatkan mukanya dan melumat bibirku. Aku sangat terkejut dan reflek mendorong badan bang fahrul menjauh dariku.

"Apakah kamu tak mau sayangg ?" Tanyanya dingin.

"Bukanya aku tak mau melakukannya bang, tapi kita masih berada didalam mobil, aku takut nanti ada yang lihat" Jelasku.

"Abang ingin sekali menikahimu sayangg"

Bang fahrul makin meracau tak jelas, sudah ku tebak dia pasti sedang ada masalah, namun aku sangat tidak mengerti hal apa yang sedang terjadi terhadapnya.

#Fahrul POV

Aku keluar dari mobil dan mengikuti langkah kaki pacarku ini.

"Sayangg... Kamu belum menjawab pertanyaan abang tadi" Sekarang aku benar-benar takut akan kehilangan dia.

"Hehh kaliann" Ujar seseorang membuat kami berdua melihat dari sumber suara itu.

Ku lihat seorang wanita berdiri tak jauh dari posisi kami berdua, dia adalah ela yang sedang membawa nampan dari rumah sebelah.

"Gimana bos lancar jadi polisinya ?" Tanya ela sembari berjalan ke arah kami berdua.

"Hahaha kamu ini, sana kerja rame tuh didepan" Aku hanya terseyum sambil menatap padanya.

"Mas fahrul tolong jangan menatap aku seperti itu, aku takut jatuh cinta sama kamu mass... " Ujar ela manja membuatku terkejut.

Sontak irfan langsung menarik tanganku dan sekarang posisiku sudah berada dibelakangnya.

"Apaa hah? Kerjaa !!" Ujar irfan pada ela.

"Ya elah bos galak amat, mas nanti kita ngobrol ya" Balas ela lalu berlalu dari kami berdua, aku hanya tertawa melihat tingkahnya.

"Assalamualaikum" Salam irfan masuk dan mendapati ibu sedang menonton acara di televisi.

"Waalaikumsalam ehh kamu pulang le" Jawab ibu lalu kami berdua menyalami dan mencium tangan ibunya irfan.

"Gimana hasil tes mu ?" Tanya ibu kepada irfan.

"Alhamdulillah irfan lolos masuk ke pendidikan bu" Terlihat mereka berdua sangat bahagia lalu ibu langsung memeluk irfan.

Ingin rasanya aku meneteskan air mata karena teringat dengan mamah yang waktu aku wisuda tanpa ada sosok ibu.

"Lohh kenapa ibu menangis ?" Ku lihat irfan mengusap air mata ibu yang membasahi pipinya.

Sang PerwirakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang