Terdengar suara ayam berkokok membuatku bangun dari tidurku, sinar matahari yang menembus dicela ventilasi udara jendela mengenai mataku.
Aku menguap dan merentangkan otot-otot badanku, bang fahrul masih saja memeluku. Kepala kami sejajar aku menolehnya kesamping, ku lihat matanya yang masih tertutup dan mulutnya sedikit terbuka.
Aku mengusap pipinya dan mencubit hidungnya itu, terasa benda keras yang menempel di pahaku membuatku tersenyum. Aku memberanikan diri untuk memegangnya, ku rasakan kontol bang fahrul sudah sangat tegang maksimal.
Tanganku mengelus-eluskan di bagian area kemaluannya yang berbalut dengan celana jeans, ku lihat bang fahrul masih tidur sambil mengeluarkan suara dengkurannya.
Aku mulai membuka sabuk yang dia pakai dan melepaskan kancing celana jeansnya, lalu ku turunkan resleting. Terlihat kontolnya mengecap jelas disempak bang fahrul yang dia kenakan.
Tanganku pun masuk kedalam sempaknya itu, terasa hangat serta bulunya yang lebat mengenai jari jemariku. Aku merabanya dengan sangat pelan takut ketahuan oleh bang fahrul.
Tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dariku, lalu dia melentangkan badannya. Hatiku berdegup kencang apakah aksiku ini telah kepergok olehnya.
Aku melihat ke arah mukanya, dia masih menutup matanya dan mengeluarkan dengkurannya itu. Ku rasa dia masih tertidur sangat pulas.
Setelah dirasa sudah aman, tanganku kembali masuk kedalam sempaknya, aku mengocok kontolnya pelan sesekali ku remas biji pelernya itu.
Lama aku memainkan benda puasakanya, aku mendekatkan mukaku ke kontol bang fahrul, ku sedikit melorotkan celananya dan mengeluarkan kontolnya itu dari balutan sempaknya.
Aku mulai menjilati ujung kontol bang fahrul secara perlahan, lalu aku mengemut kontolnya dan memaju mundurkan kepalaku seperti apa yang pernah aku tonton video sex diponselku.
Aku menikmati apa yang sedang aku lakukan ini, aku terus memaju mundurkan kepalaku dibatang kontolnya.
Aaaaaahhhhhh…….
Terdengar suara desahan membuatku berhenti melakukan aksiku ini, sepertinya aku sudah tertangkap basah oleh bang fahrul.
“Kenapa berhenti sayanggg ?”
Aku melihat muka bang fahrul matanya yang sipit khas seperti orang bangun tidur, dia tersenyum seakan mengizinkanku untuk melakukannya.
serasa mendapatkan izin aku pun melanjutkan aksiku ini, aku mengocoknya pelan dan mulai memasukkan kembali ke mulutku.
Aaaahhhhh..... Aaahhhhhh
Kesedot kontol dia yang ada dimulutku membuat pinggul bang fahrul sedikit terangkat, dia mulai memegang kepalaku sesekali menjambak rambutku.
"Aahhhh.... pintar sekali kamu sayangg...." Racau bang fahrul.
Tiba-tiba dia mengangkat pinggulnya dan menekan kepalaku dengan tangannya secara kuat, aku tersedak karena kontol bang fahrul hampir masuk semua.
Aku mengeplak keras pahanya dan bang fahrul tertawa puas, ku sudahi aksiku ini dan memasukkan kontolnya kembali kedalam celana dalamnya.
"Hei kenapa kamu menyudahinya sayanggg... ?" Bang fahrul terlihat kecewa padaku.
Aku hanya tersenyum dan mendekatkan ke muka dia, seperti biasa aku selalu memainkan kumis serta jenggot didagu dia. Aku menarik pelan sesekali mencubit pipinya.
Bang fahrul menekan kembali kepalaku dan kami berdua ciuman, bibirku dan bibirnya saling melumat satu sama lain. Badanku dipeluk olehnya dengan kuat.
Dia mulai meraba dan meremas bokongku, aku menepis tangannya dan menyudahi ciuman ini lalu berbaring di sebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Perwiraku
RomanceSebuah cerita cinta tentang seorang ketua Tim dan anak buahnya Penasaran dengan cerita ini, tunggu yaa... Jangan lupa follow like & komen ⚠️⚠️⚠️ Peringatan 🔞Cerita ini mengandung unsur 18+
