7. Hari Yang Indah

7.3K 139 27
                                        

# Fahrul Fazarul POV

"Sayangg... aku kangen sekali denganmu"

"Iya sayang, aku juga kangen sekali"

"Kita ketemu yuk sayang"

"Aduhh... Hari ini aku sibuk sekali sayang, ketemunya lain waktu aja ya"

Mendengar perkataan yang tak asing bagiku, membuatku ingin sekali marah padanya. Aku pun langsung mematikan telfonku dengannya.

"Huft..." ku hembuskan nafas kesalku dengan nada berat, dan membantingkan tubuhku pada kasur yang empuk ini.

"Ada apa sih denganmu ratu... Kenapa kamu selalu saja menolak ajakanku untuk bertemu" kataku sendiri sambil menutup kedua mataku.

Aku teringat pada Irfan dan berniat untuk mengajak jalan dengannya, sebelum dia berangkat ke Semarang untuk seleksi selanjutnya.

Ada rasa, sepertinya aku tak rela jika jauh dengannya. Perasaanku hampa dia akan ke semarang, tapi itu adalah demi masa depan dia.

Akhirnya aku pun menelfon dia.

"Hari ini sibuk gak fan ?"

"Enggak Bang, cuman lagi prepare barang yang akan dibawa nanti disemarang tapi udan selesai sih"

"Abang pengin ngajak kamu keluar, mau gak ?"

"Boleh, mau jam berapa ?"

"Sekarang aja Abang jemput kamu ya"

"Oke, Irfan tunggu Bang"

Sekarang aku sedang siap siap dan memilih setelan baju yang akan aku kenakan, pikiranku sangat bingung ingin memakai setelan apa.

Aku tidak seperti biasanya memilih baju dengan keadaan bingung seperti ini, padahal orang yang akan aku temui hanya lahh seorang pria bukan wanita.

Sekiranya sudah cocok akan setelan yang aku kenakan, ku semprotkan parfum beberapa kali semprotan, setelah itu aku pun keluar dari kamar.

Terlihat Devon sedang menonton TV dengan acaranya kartun kesayangannya dia.

"Ihh bau wangi banget, Dady rapih banget" kata Devon saat dia melihatku "Dady mau kemana ?" Imbuhnya.

"Mau jalan dong sama kak Irfan" Ujarku keceplosan.

"Devon ikut" refleks dia langsung mematikan TVnya dan ingin berlari menuju mobil, sebelum itu ku tarik tangan dia.

"Devon.. Dady ada keperluan sebentar, Devon dirumah aja ya jaga diri baik baik" kataku lembut sambil membelai rambutnya.

"Enggak Dady bohong" katanya sedikit membentak.

Dengan keadaan seperti ini mau tidak mau aku pun harus mengalah darinya, kami berdua pun berjalan keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil.

"Heh dibelakang itu nanti buat kak Irfan" Ujarku saat dia duduk disampingku.

Dia pun nurut dan berpindah ke kursi belakang.

"Tunggu Abang fan..." Kataku dalam hati sambil tersenyum.

#Braham Irfan POV

Bang Fahrul akhir akhir sekarang ini dia selalu nge WhatsApp ku setiap hari, ntah itu menanyakan hal hal Kecil atau pun yang gak perlu dibahas. Tapi aku suka selalu mendapat perhatian darinya.

Kali ini dia mengajakku keluar sebelum aku berangkat ke luar kota. Setelah mendapat tawaran darinya, aku dikamar berjingkrak-jingkrak seperti orang yang baru saja diterima cintanya, tidak seperti biasa Bang Fahrul mengajakku jalan. 

Sang PerwirakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang