20. Perawan

9.8K 136 32
                                        

Kami berdua sudah sampai, ku lihat diponselku menunjukkan pukul 10 malam, aku masuk mengekorinya dari belekang.

Tiba-tiba mengapa aku jadi deg degan sepeti ini, aku merasakan panas dingin yang tidak seperti biasanya.

"Mau mandi sayang ?" Tanya bang fahrul yang sedang duduk disofa.

"Iya bang badan aku sangat lengket" Jawabku menatap ke arahnya.

"Kamu ganti paki baju abang ya, pilih lah sendiri sesuka kamu" Ujarnya dan aku pun berlalu darinya.

Sesampainya ku buka semua bajuku, tak lupa mengunci pintu kamar mandi, pikirku apakah malam ini akan menjadi malam yang sangat indah untuk kami berdua.

Ku basuh seluruh badanku dengan air, menggosokkan sabun yang wanginya bang fahrul sangat khas sekali.

"Sayangg... Sudah belum? Kenapa mandinya lama, abang juga ingin mandi" Teriak sedikit bang fahrul sambil mengetuk pintu kamar mandi.

"Iya bang bentar lagi aku selesai" Sahutku membasuh semua busa sabun yang menempel di badanku.

Aku pun keluar dengan berbalut handuk yang menutupi setengah badanku, aku sangat terkejut ketika mendapati bang fahrul yang hanya menggunakan sempak saja, Dia duduk dimeja makan sambil menatapku tersenyum.

"Hhmmm... Harum sekali pacar abang ini" Ujar dia dengan tatapan binal.

Ku segera mungkin berlalu darinya meninggalkannya sendiri, aku masuk ke kamar bang fahrul dan langsung menutup pintunya.

"Hahahah... Sayang wingimu masih tertinggal" Teriak bang fahrul.

"Sudah bang sana cepat mandi" Sahutku berteriak.

Tidak terdengar lagi suara bang fahrul, mungkin sekarang dia sedang mandi, segera mungkin aku memilih baju miliknya, serasa cukup tidak terlalu besar aku pun langsung memakainya.

Setelah selesai langsung ku rebahkan badanku dikasur bang fahrul, mataku terpejam lagi dan lagi aku mencium aroma khas badannya, wanginya yang sangat jantan sekali.

Terdengar suara pintu kamar terbuka, ku sipitkan mataku dan melihat bang fahrul yang sedang memilih baju yang akan dia pakai.

"Mengapa jantungku sekarang berdegup sangat kencang" Kataku dalam hati.

Ku lihat dengan mata sipitku yang berpura pura tidur, dia hanya menggunakan celana pendek dan mendekat lalu merebahkan badannya disampingku.

“Sayangg… buka lah matamu” ujarnya dan aku pun membuka mataku.

Dia tersenyum melihatku, badannya yang kekar kini dia perlihatkan kembali untuk kedua kalinya, sekarang aku melihatnya karena ingin sekali memegang lengannya yang besar itu.

“Kenapa abang tidak memakai baju?” Tanyaku sok polos.

“Hahahha… kemari lahh abang ingin sekali memelukmu" Tangan bang fahrul menarikku.

Sekarang kepalaku sudah berbantalan didadanya yang sangat bidang, terdengar suara detak jantung bang fahrul tak kalah kencangnya seperti detak jantungku, apakah mungkin dia gugup sama sepertiku.

"Sayanngg... " Ujar pelan bang fahrul.

Aku tak menjawabnya karena sekarang aku benar benar sangat gugup dan apa yang harus aku lakukan sekarang.

"Sayangg... Abang ingin menciummu ?" Aku sangat terkejut ketika dia meminta izin untuk menciumku.

Ku rasakan bang fahrul mengundurkan badannya, dia sekarang bersandar diheadboard ranjang, kepalaku berada tepat sekali digundukannya.

Sang PerwirakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang