Di dalam mobil, Zyfara masih memikirkan soal pertemuannya dengan Samuel. Dia tidak tau bahwa papa Samuel menjadi seperti sekarang, ditambah dia juga mulai menilai bahwa Samuel pun tidak menyukai keberadaan Keisha.
Hidup memang membingungkan, setiap orang memiliki rahasia, memiliki masalah, dan kesedihan masing-masing. Semua memiliki kisah masing-masing yang bahkan dia tak bisa untuk menilai, karena takaran masalah berat atau ringan hanya orang yang mengalami yang bisa merasakan. Dia pun hanya ingin memiliki akhir hidup yang bahagia, dan pasti semua manusia juga menginginkan hal serupa.
Meskipun dirinya telah berpisah dengan Eric, namun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. memang benar, poin pertama dia sudah tidak mungkin mati di tangan Eric, namun apakah akhir kematian itu akan tetap ada atau benar-benar telah berubah?.
Kehadiran Xavier juga sangat membantu, pria itu sangat tampan dan benar-benar menunjukkan perasaan cintanya, sepertinya hati Zyfara pun mulai terbuka untuknya.
"Apa aku akan bahagia bersamanya?" gumam Zyfara dengan bimbang.
Menurutnya, Xavier memang sangat tulus, tapi pria itu terlalu misterius, tidak ada potongan ingatan yang berputar di otaknya tentang Xavier. Kehidupan Xavier pun sangat tersembunyi dari publik, identitas, ataupun orang-orang terdekatnya, Zyfara sama sekali tak mengetahui hal itu.
"Semoga ada ingatan yang muncul tentang Xavier"
Zyfara pun menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai ke mansion, karena memang tidak ada tujuan lain selain pulang, dia merasa sangat lelah hari ini.
Saat hampir sampai, Zyfara menangkap sosok pria di depan gerbang mansionnya. Dia menyipitkan mata guna memfokuskan pandangan kepada pria yang menurutnya tak asing. Sampai di depannya, saat lampu mobil menyorot kearah pria itu, baru lah Zyfara menyadari siapa yang berdiri di sana.
"Samuel?"
Untuk apa pria itu datang ke mansionnya malam malam begini?.
***
Samuel terdiam menatap punggung Zyfara yang kian menjauh bersama dengan Xavier, dia terus menatap kepergian dua orang itu dengan pandangan rumit.
Zyfara sangat berbeda dan dia menyadari hal itu,dia hanya ingin hidup bebas tanpa belenggu dari siapapun, Samuel ingin menguasai dirinya sendiri tapi dia tak bisa mengatakan hal itu dan bagaimana menceritakan nya? Apakah Zyfara akan percaya padanya?, bahkan dia merasa asing menatap mata Zyfara yang kini memberikan tatapan risih, bukan itu hal yang dia inginkan.
Samuel memutar arah, dia berjalan masuk ke dalam rumah sakit jiwa itu dengan tangan yang terkepal. langkahnya membawa tubuh tegap itu ke sebuah ruangan berisi pria paruh baya yang sedang duduk diam menatap ke luar jendela. bahkan meskipun samuel masuk dan duduk di sampingnya, pria itu tak merasa terganggu sedikitpun.
"Semua yang papa alami sekarang adalah bentuk balasan alam atas apa yang papa lakukan, tapi Sam tidak pernah membenci papa. Papa tetap memiliki Sam disini, papa tidak sendirian" ucap Samuel dengan mengusap kepala sang papa.
"Samuel?"
Samuel menipiskan bibirnya "Ya, Sam disini."
"Apa mama mu datang?"
Samuel tau papanya akan memberi pertanyaan seperti itu, sudah berulang kali. Kenyataannya adalah mamanya telah pergi untuk selamanya sejak Samuel berusia 8 tahun.
"Mama tidak datang, hanya Sam disini"
Tak lama terdengar suara tawa yang begitu lirih "Aku membunuhnya... membunuh mama Samuel... membunuh istriku... "
Samuel memejamkan matanya erat, tangannya terkepal, dia mengingatnya. Semua kenangan buruk dalam hidupnya, tak aka pernah hilang begitu saja. Inilah kehidupan nya, hidup yang begitu mengerikan.
Natthaniel Allardo, pengusaha kaya raya yang akhirnya berakhir menyedihkan di rumah sakit jiwa.
Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk pergi ke mansion Zyfara, dia ingin menjelaskan sesuatu kepadanya. Samuel siap menerima konsekuensi nya, dia sudah tida peduli dengan apapun, sejak dulu bukankah dia sendiri dan kesepian?.
Tepat di malam harinya, Samuel pergi ke mansion milik Zyfara, bagaimana dia bisa tau? tentu saja dia tau, memang apa yang tidak dia ketahui tentang Zyfara.
Samuel berdiri di luar gerbang dengan berbicara kepada satpam yang ada disana, mobilnya juga terparkir di luar. Mungkin mansion ini dijaga ketat, sehingga tidak sembarang orang bisa masuk.
"Nona Zyfara masih belum kembali"
Samuel mengangguk pelan "Saya akan menunggunya disini."
Ponsel milik Samuel berdering, seketika dia mengangkat panggilan itu yang ternyata dari Zenic, asisten pribadinya.
"Ya?"
"Sam, Keisha belum juga kembali, dan aku tidak mengetahui keberadaan nya sekarang"
Samuel menghela nafas pelan "Kita urus nanti, aku masih ada urusan sekarang"
Panggilan itu terputus secara sepihak, Samuel yang mengakhirinya. Dia mengacak rambutnya frustasi.
Sebuah mobil perlahan mendekat kearahnya, Samuel menyipitkan mata saat lampu mobil itu menyorot tubuhnya. Dia yakin itu adalah Zyfara, orang yang sejak tadi ia tunggu kedatangannya.
Samuel berjalan ke mobil itu, mengetuk kaca yang seketika terbuka menampilkan wajah cantik Zyfara yang terlihat bingung karena kehadirannya secara tiba-tiba.
"Aku perlu bicara denganmu, " cetus Samuel telak.
Zyfara terlihat diam, menatap Samuel dengan lekat tepat di manik mata pria itu. hingga akhirnya, Samuel mendapat anggukan kepala dari Zyfara yang mampu membuatnya tersenyum tipis.
"hmm... masuklah."
****
TBC.
Doain aku guys biar lancar nulisnya, biar ga terhambat sama masalah di rl😭😭😭
Note : Maaf karena bikin kalian nunggu lama, dan terima kasih sudah bersabar nunggu hal yang tidak pasti ini☺
KAMU SEDANG MEMBACA
Protagonist's Wife
FantasySaat membuka matanya, Cesha merasa bingung karena berada di tempat yang begitu asing. Hingga dia menyadari bahwa dirinya masuk ke dalam sebuah novel berjudul My destiny yang mana diakhir cerita sang antagonis wanita akan mati ditangan suaminya sendi...
