31

558 50 3
                                        

.

Pemandangan sore kala itu jadi tak biasa saat dua orang ini terlihat duduk berbincang di taman belakang istana yang sepi .

'' jadi apa kau sudah menyerah ? '' tanya Kibum pada Hyeon

Ya . dua orang itu adalah Kibum dan Hyeon .

'' maksudmu ? '' tanya Hyeon balik, pura-pura tak mengerti .

Kibum menatap jauh ke pemandangan langit dihadapannya .

'' aku yakin kau tahu kalau kau sudah tidak punya harapan lagi . lebih baik menyerah saja atau kau akan lebih terluka ''

Hyeon tertawa kecil , seperti meremehkan nasehat Kibum itu .

'' anggap saja aku sedang tidak berdaya sekarang karena kondisiku , tapi entah jika aku sudah kembali sehat nanti ''

Kibum kini menatapnya . '' lalu sampai kapan ? kurasa melihatmu hidup dengan bahagia adalah harapan ayahmu diatas sana ''

'' kau bicara seolah kenal dengan ayahku , '' balas Hyeon santai

Kibum kembali memperhatikan pemandangan di hadapannya . taman istana yang luas namun lenggang kala senja . tempat yang pas untuk menenangkan diri disaat kau merasa dunia  begitu berisik .

'' entahlah , mungkin karena melihat ayahku yang begitu menyayangi sahabatnya itu . tidak mungkin dia tidak sebaik itu . ''

Hyeon tak membalas apapun . dia terlihat berpikir . akhir-akhir ini dia memang sering memikirkan tentang kehidupannya dan apa yang sebenarnya ingin dia capai dari semua ini . kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya beberapa waktu lalu membuatnya menyadari jika umur seseorang tidak pernah ada yang tahu , begitu juga nasibnya . sama dengan sang ayah yang begitu tiba-tiba pergi meninggalkannya , Hyeon masih terguncang tiap kali mengingatnya.

'' lalu bagaimana denganmu sendiri ? '' tanya Hyeon tiba-tiba , '' apa kau juga sudah menyerah dengan perasaanmu pada gadis itu ? ''

Kibum membalas tatapan Hyeon , sedikit kaget di awal namun perlahan raut wajahnya kembali tenang . Kibum tak menjawab hanya ingatannya kembali memutar memori awal pertemuannya dengan Hyeonie .

Ketika mereka berkejaran karena Kibum ingin menangkap pencuri yang mengambil arloji miliknya ,

Ketika pertama kali Kibum mengenali Hyeonie diacara makan malam sebagai sosok pencuri arlojinya ,

Ketika mereka membuat kesepakatan untuk memecahkan misteri penculikan Hyeon,

Ketika melihat senyum Hyeonie yang cerah saat bersama sang kakak ,

Ketika Hyeonie menangis tersedu saat melihat konferensi pers Wooseok ,

Semua bagai terputar kembali .

Senyum serta suara tawa itu , Kibum bahkan tak ingat kapan dia mulai menyukai semuanya . Kibum tersenyum tipis , perpaduan antara senang dan sedih sekaligus .

Baginya , semua kenangan itu cukup untuk disimpannya saja .

.

.

Dua minggu kemudian , tampak Kibum dan Hyeonie yang sibuk menyabotase tempat berjualan Yunju yang ada di alun-alun kota . hari itu hari libur jadi alun-alun sangat ramai oleh mereka yang sekedar ingin jalan-jalan , olahraga , belanja , atau hanya cuci mata saja .

Yunju sendiri Cuma bisa berdiri memperhatikan dua orang itu yang sibuk menawarkan dagangannya sambil melayani pembeli yang datang . mereka terlihat sbegitu sibuk karena kebetulan juga tempat Yunju hari ini ramai diserbu pembeli .

cinderella adventureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang