Jam berlalu dengan lambat. Rasanya orang-orang disekitarnya tetap tidak memberi ketenangan sekalipun semua kata penguat telah dia dengar dari tadi. Risau seperti tidak ada habisnya, Dayinya didalam sedang berjuang dan Kacang Kedelai kesayangannya pun sudah tidak disini.
Sekarang semua orang berkumpul. Keluarga Dayi, keluarganya, bahkan pengantin baru yang sedang bulan madu juga sudah kembali kesini. Baik Mami maupun mbak Hayi menangis, Jeff juga tanpa sadar sudah melukai jati-jarinya, tidak dapat mengatasi kekhawatirannya hingga jarinya berdarah terluka tanpa sadar. Jika ada yang paling mendekati gusarnya Jeff sekarang, itu adalah Ardan. Dia selama ini ikut memantau kesehatan adik dan calon keponakannya, tapi bencana ini terjadi begitu saja.
Boleh menjelaskan keadaan mereka satu-satu? Tuan Ghani diam merangkul istrinya yang menangis. Orang yang paling menjaga Dayita ini tentu terluka sekali pasti sekarang, dirinya sendiri juga merasa tidak adil. Bagaimana mungkin dia baru saja berdamai dan mulai membangun hubungan yang baik dengan putra bungsunya ini sekarang malah mendapati kenyataan seperti ini. Apa salah putranya? Ghani melihat sendiri bagaimana Dayi begitu menyayangi janin diperutnya, Dayi terlihat jelas mampu menukar segala yang dia punya untuk anaknya. Sesederhana keinginan Dayi untuk menjadi ibu yang baik dan memberikan kehidupan yang lebih bahagian daripada miliknya.
Nyonya Ratih juga tidak jauh berbeda. Dia memang tidak menangis tapi gurat kekhawatiran juga terlihat jelas dari mata hitam itu. Menantunya ini kenapa banyak sekali menerima hal berat??, Raih tau bagaimana Dayita sangat menyayangi anak dalam kandungannya, bagaimana juga Dayi berusaha untuk bayinya kemarin. Kehamilannya itu bukan hal mudah, menantuna itu mengalami banyak kesulitan saat mengandung tapi dia percaya bayinya akan baik-baik saja demi bertemu dengannya satu bulan lagi. Dayi bertahan lebih dari enam bulan demi anaknya, berharap dengan sunguh-sungguh dan sabar menanti kelahiran putranya. Tapi hari ini kesabaran Dayi seolah sia-sia, dia kehilangan begitu saja.
Raynar tau dirinya punya tempramen yang buruk. Dia benar-benar ingin marah seklai sekarang, tapi kepada siapa? Jika boleh jujur dia tidak terlalu memikirkan calon keponakannya, jika sudah meninggal lalu bagaimana lagi? Yang ada dikepalanya sekarang adalah bagaimana Ayinya setelah ini nanti? Belum lama adiknya akhirnya memiliki binar bahagia dari matanya, kenapa sekarnag sudah direngut lagi? Anak dalam perut adiknya itu, walaupun berawal dari kesalahan tapi adiknya benar-benar menyayangi putranya, Dayi melakukan banyak hal untuk bayi dalam perutnya itu. Seolah Dayi punya alasan baru untuk menjadi bahagia sekarang, bagaimana nanti setelah ini adiknya akan terluka lagi?.
"Jo... padahal aku majuin nikahannya kita biar bisa nemenin Ayi lahiran,tapi... tapi kenapa malah jadi kayak gini..." Jonathan tidak menjawab sama sekali, dia hanya memeluk istrinya untuk menenangkan. Sedangkan dibelakang Hayi ada Jeanneth yang mengusap punggung kakak iparnya itu. Jeanneth juga sempat menangis sebentar tadi, dia ingin menenangkan Jeff juga tapi sepertinya adiknya itu bahkan sedang setengah sadar.
"Jeff..."
Yang dipanggil namanya mendongak, itu kakak iparnya. Ardan dan Raynar berdiri diepannya sekarang. jeff sama sekali tidak menyadari itu tadi.
"Ikut gue bentar, kita obtain tangan lu.... Habis ini masih banyak yang harus lu urusin. Tangan lu nggak boleh berdarah kayak gini." Ardan menyeret Jeff begitu saja untuk mengobati tangannya. Setelah ini masih ada pemakaman anaknya yang harus dia urusi, jeff bahkan tidak terpikirkan hal itu sama sekali tadi.
!!!
Entah berapa lama waktu yang dokter habiskan untuk Dayi tadi. Dan sekarang dia sudah dipindahkan keruangan intensif untuk pemantauan, dokter bilang istrinya masih kritis tapi Jeff diperbolehkan untuk melihat istrinya sebentar. Ya, lagipula masih ada banyak hal yang harus Jeff lakukan setelah memastikan keadaan istrinya, juga untuk mengucapkan terima kasih pada Dayinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
VION
Fanfictionjika ada hari esok yanglebih baik dan kau bisa membawaku kesana, aku ikut denganmu ~Dayi dia terpaksa tumbuh dengan tekanan kuat dari seorang Alpha, terpaksa tumbuh menjadi seorang yg ketakutan pada para Alpha, tapi malam itu dunia seperti sengaja m...
