22

180 21 6
                                        


   Dayita menatap tirai tinggi didepannya, seluruh tubuhnya tertutup selimut hingga hampir separuh wajahnya. Berbaring miring di ranjang besar yang terasa nyaman ini membuat Dayi larut dalam pikirannya sendiri, melamun kemana-mana sambil memandangi cahaya kuning yang samar-samar menembus tirai.

Dayi sudah kehilangan feromonnya juga siklus heat nya sejak meninggalkan Jeffrian tahun lalu. dayi berubah menjadi manusia kosong tanpa dua hal identic milik Omega itu. Tapi semalam saat menemani Jeff tidur dia baru sadar dia bisa mengeluarkan lagi feromonnya, tanpa sadar dia berusaha menenangkan Jeffrian dan ternyata berhasil. Feromonnya masih bereaksi pada Jeff, salah satu dalam dirinya ternyata bisa kembali berfungsi.

Setelahnya Dayita piker Jeffrian akan menjadi lebih nyaman dengan itu, beristirahat lebih maksimal lalu pulih esok hari. Tapi ternyata mereka berdua justru menghabiskan hampir sepanjang malam berdua. Dayi menikmatinya, kali ini Dayita mengakui itu. Hanya saja dia tidak terfikirkan akan terbangun dengan suasana hati yang aneh seperti sekarang. Dayi merasa dilemparkan ke masa lalu, didalam kamarnya, di apartemen lama miliknya, disaat heat nya datang malam itu.

"Maaf...."

Satu kecupan sayang mendarat dipucuk rambutnya disusul sepasang lengan melingkar dipinggangnya. Sedikit menarik Dayi untuk dipeluk.

Dayi tidak merespon. Tidak tau apa yang harus dia katakan. Dayi tidak sesedih itu, atau Dayi tidak lagi merasakan lonjakan emosi yang besar seperti sebelum-sebelumnya. Dayi bisa menerima hal-hal kecil sekarang. Atau Dayi mulai kehilangan kemampuan merasakannya? Tidak tau.

!!!

Dayi masih melakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal yang ditentukan. Dan ternyata hari ini ada tambahan. Dayi diminta untuk memeriksakan diri setelah sesi terapi dengan psikiaternya. Dalam diam Dayi sudah mengetahui kemana hal ini akan berlanjut. Entah Dayi harus bersyukur karena dia cukup sehat dan baik sebagai seorang Omega, atau dia harus meratap karena tubuhnya ternyata se responsive itu pada Alpha nya.

Mami Rini, dan Raynar pulang dalam keadaan hening yang memuakkan. Dayita sendiri hanya diam, dia bisu. Semua orang di rumah nanti pasti akan menjadi sama seperti mereka. Sekarang apa yang harus dia lakukan? Sudah berapa kali dia mengecewakan keluarganya? Kenapa rasanya sekarang dirinya menjadi sangat murahan? Dua kali hamil oleh Jeffrian dan kedua-duanya membuat keluarganya pusing seperti ini. Ini terdengar seperti dirnya dengan rela dilecehkan Jeffrian, menjijikkan sekali.

Bayi didalam perutnya baru berusia hampir empat minggu, masih sangat kecil. Mami berakhir menangis, Ayah tidak mengatakan apapun sama seperti Raynar dan Ardan. Hhhhhh Dayi benar-benar sudah membuat semua orang ditempat ini pusing karenanya. Sebenarnya apa sih kegunaan dirinya hidup selama ini? Sepertinya memang benar apa yang dikatakan Ayah Ghani saat dia sekolah dulu bahwa dia memang hanya Omega yang tidak bisa berbuat apa-apa selain membuat masalah, nah benar kan sekarang?

"Gugurin aja kaduangannya, mumpung masih kecil."

Semua orang menoleh pada Ardan. Semuanya terkejut, tidak ada satu orang pun yang menyangka si sulung itu akan berbicara sepeti itu.

"Jangan gila kamu Kak!" Mami menegur dengan tegas.

"Trus apa? Mau diulangi kayak yang dulu lagi?"

Mami menoleh pada Dayita yang menatap kakak pertamanya itu dengan tajam, Rini tau bungsunya tidak menyangkal keberadaan anak dalam perutnya sekarang. Rini yakin Dayi akan mempertahankan anak ini sama seperti putra pertamanya dulu.

"Sayang... "

"J-jangan....bera,ni lak-lakuin itu Kk-ak!" semua orang terkesiap, suaranya memang terlampau lirih dan tersendat-sendat. Tapi Dayi mereka kembali berbicara.

VIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang