23

235 15 2
                                        

Butuh menunggu beberapa bulan hingga Dayi diizinkan melakukan penerbangan jarak jauh, menunggu kandungannya kuat untuk perjalanan panjang.

Dayi kembali ke Indonesia. Semua orang akhirnya setuju dengan keputusan Dayi untuk kembali pada Jeffrian, dengan syarat mereka tidak tinggal berdua. Dayi tinggal di rumah utama keluarga Wijaya dan mau tidak mau Jeffrian harus mengikuti persyaratan itu jika mau memperlihatkan kesungguhannya. Satu hal yang paling Dayi kagumi dari keluarga Jeffrian adalah mereka tidak membela laki-laki itu sama sekali, tapi juga tidak meninggalkan Jeff begitu saja. Mereka membantu Jeff untuk mendapatkan jalan tapi tetap berhadapan dengan keluarga dan Dayita seorang diri. Mereka mengembalikan tanggungjawab Jeffrian sepenuhnya, membiarkan laki-laki itu mengusahakan pernikahannya sendiri.

Mami terkadang masih memperlihatkan kesedihan dimatanya begitu juga ayah. Memang orang tua mana yang rela anaknya disakiti begitu saja? Ada sih yang seperti itu tapi syukurlah orang tua Dayita tidak seperti itu sekarang. Raynar juga masih terlihat tidak rela dengan keputusan Dayi tapi sekali lagi kakaknya itu menghormati pilihannya. Yang jelas-jelas terlihat menolak adalah Ardan. Dia terang-terangan menunjukkan sikap permusuhan pada Jeffrian.

Jika penjelasan ini terdengar seperti Dayi benar-benar terjatuh lagi pada Jeffrian, itu tidak benar. Setelah mengandung Dayi semakin sadar bahwa dia bertahan hanya untuk bayi didalam perutnya. Demi mempertahankan mimpinya –atau sebenarnya malah justru egonya- tentang keluarga bahagia dan ayah yang baik untuk anaknya. Dayi mati perlahan-lahan dari dalam.

Kehamilan Dayi memasuki bulan ketujuh, sejauh ini tidak tidak sesulit dulu saat hamil Aryan. Bayinya yang ini seperti mengerti keadaan ibunya. Matahari sudah hampir terbenam dan Dayi masih betah duduk disebelah makam putranya. Hanya diam sejak berjam-jam lalu, ya suara Dayi juga belum kembali. Dokter Vaz bilang dulu dia berbicara sebagai bentuk pertahanan diri, Dayi bisa berbicara lagi saat itu juga dengan kesusahan. Itu karena dirinya sedang berusaha membela diri dari hal yang dia rasa mengancam. Waktu itu adalah perkataan Ardan soal usulan aborsi kandungannya.

"Ay... pulang dulu yuk, udah mau gelap ini.... Besok balik lagi kita."

Waktu sudah lama berlalu tapi ternyata teman-temannya masih sama. Ketiga temannya masih setia menemaninya. Dan itu membuat Dayi merasa bahagia, mereka sama sekali tidak meninggalkan Dayi. Baik kehamilannya yang dulu maupun yang sekarang masih mereka bertiga yang menemani dan mengurusnya, memperhatikannya. Jeff kembali menjadi sosok yang asing baginya. Dayi lebih percaya ketiga temannya dibanding ayah dari anaknya itu. Tidak tau, hanya saja memang seperti itu rasanya.

Dayi menoleh dan mengangguk, kali ini menurut pada Anan yang sekarang membantunya berdiri dari duduknya. Kali ini Vino tidak ikut menemani karena anak itu sedang sibuk mengurus pernikahannya dengan Jean beberapa minggu lagi. Mengingatnya bisa membuat Dayi tersenyum begitu saja, yah sekarang juga ada Jean yang juga menjadi teman baru Dayi.

Jeffrian ada disana saat Dayi sudah selesai. Mereka akan pulang berdua, tadi sebelumnya Jeff berada beberapa meter dibelakang Dayi, Arsyi, dan Anan. Jeff harus menerima jika dia diasingkan oleh pasangannya sendiri, toh memang Jeff harus berjuang dari awal lagi seperti yang Ardan katakan. Jeffrian membukakan pintu untuk Dayita setelah kedua teman istrinya itu berpamitan, setelahnya mereka berdua juga pulang dalam hening yang menyesakkan. Oh, sedikit penghiburan pada Jeff karena Dayi sekarang sudah mau digandeng tangannya. Sisihkan saja gelagat Dayita yang kelewat jelas bahwa dia bukan mau digandeng tapi dia saja yang sudah tidak peduli.

!!!

Hari ini Jeff membawa Dayi berbelanja perlengkapan bayi, sebagian besar sudah dipersiapkan Mami dan Ibu, mereka kali ini hanya melihat-lihat saja siapa tau ada yang menarik untuk mereka beli. Mereka akan memiliki seorang anak perempuan kali ini, saat pertama mengetahui jenis kelamin anak mereka saat pemeriksaan malam itu untuk pertama kalinya setelah sekalian lama Dayi menangis bukan karena bersedih. Dayi tidak akan mengingkari bahwa Jeffrian telah membawakan malaikat kecil yang lain sebagai penghiburan untuknya lagi.

VIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang