13

295 32 27
                                        

Acara yang dimaksud Ghani itu ternyata acara kumpul keluarga yang semuanya datang. Hanya makan dan mengobrol tapi semua orang datang. Dan seperti rencana Dayi untuk menjodohkan kakak iparnya dengan salah satu saudara sepupunya itu benar dilancarkan oleh Dayi. Dia datang bersama Jeff dan Jonathan lalu Anne akan menyusul nanti. Katanya dia sudah punya pacar sekarang, jadi dia akan pamerkan orang itu nanti disini.

Ayah Ghani itu anak tunggal dan tidak terlalu dekat dengan keluarganya sendiri. Jadi yang banyak datang disini adalah anggota keluarga dari Mami Rini. Mereka malah sudah lebih dulu datang dibanding Dayi dan Jeff. Tidak ada acara istimewa, hanya makan saja dan mungkin karena suasana cukup ramai dan menyenangkan, hal itu menghibur Dayita, dia juga ikut banyak makan hari ini. Hal itu tidak luput dari pandangan Ardan yang kebetulan libur hari ini, nafsu makan adiknya itu membuatnya sangat tenang. Keadaan adiknya pasti semakin baik sekarang.

"HALLOOOOOO EVERYBODYYYYYYYYY.... AYI GEMESKUUU DIMANAAAA???"

Suara teriakan itu terdengar diantara banyak orang yang sedang menikmati waktu. Yang dipanggil namanya menoleh. "Siapa Yang?" bisik Jeff, satu cubitan panas mendarat dipinggangnya. "Udah dibilang jangan begitu! Aba-aba dulu! Aku kaget Mas dipanggil yang yeng soyang sayang!"

"Sempet-sempetnya kamu salting sih Dek"

Seorang perempuan dengan rambut pendek dan badan mungil berlari kecil kearah Dayi begitu anka itu melambaikan tangan tadi. Perempuan itu langsung memeluk Dayi dengan daban bergerak kecil kekanan dan kekiri. "Kembaran udah bulet aja sekarang... makin gemesss, yakali sih bayi punya bayi..."

"Ya orang udah gitu mau gimana lagi sih??" balas Jeff sinis. Entah dia rasanya jengkel sekali melihat perepuan ini akrab begitu saja pasa istrinya. Terlebih lagi DIA MEMELUK DAYITA SEKARANG! MEMELUK ISTRINYA BEGITU SAJA DIDEPAN BANYAK ORANG!.

"Mbak Hayi...." Dayita tidak mempedulikan reaksi Jeff tadi, dia justru malah tersenyum manis sekali hingga kedua matanya hilang menjadi garis.

Perepuan yang dipanggil Hayi itu juga tersenyum, menangkup pipi bulat Dayi pada kedua tangannya. "Iya Adek.... Apa kabar? Ketemu terakhipas kamu nikah, kayaknya waktu itu juga bukan dalam keadaan baik." Hayi sengaja bicara seperti itu dengan mata yang melirik tajam pada Jeffrian yang berdiri disamping Dayita.

"Tapi sekarang udah baik kok Mbak, Ayi sekarang seneng... bahkan nggak pernah ngebayangin bisa seneng kayak gini..." sungguh, Dayi ingin semua orang tau betapa bahagianya dia sekarang. Dan ya, semua orang terdekatnya harus tau tentang itu.

Senang itu menular pada Hayi, dia bisa melihat mata adik sepupunya yang dulu tidak berbias sekarang terlihat berbinar hangat. Dia bersyukur dengan berita baik itu. Karena jika tidak, sialan sekali suami Dayita itu, sudah menghamili tidak bisa juga membuat bahagia. Hayi pernah berjanji untuk mengebiri orang asing yang tiba-tiba menjadi suami adiknya jika ternyata tidak bisa membuat bahagia Dayita. Tangan Hayi refleks mengusap-usap pipi Dayita.

"Selamat kalo gitu, Mbak ikut seneng..." Hayi menarik adik besarnya untuk dipeluk, walau badan anak ini berkali lebih tinggi dari dirinya, tapi Dayi selalu menjadi seorang untuk dipeluk. Lengan panjang Dayi melingkupi tubuh kecil kakak perempuan kesayangannya ini, sedang Hayi mengusap punggung Dayi dengan sayang.

Jeff melihat itu semua, perasaan dongkol tak beralasannya tadi lenyap sudah. Dia ikut tersenyum melihat adegan manis dihadapannya. Istrinya memang dicintai banyak orang, istinya memiliki banyak sayang untuk melindungi hatinya yang terluka.

"Makasih.... Mbak juga bahagia kayak aku, punya suami juga hehe...." Tidak memerdulikan Hayi yang melotot jengkel, Dayi malah menolehkan kepala celingak-celinguk mencari keberadaan kakak iparnya. "Bang Jo sini! Ini sodaraku yang aku bilang mau tak jodohin sama Abang!"

VIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang