19

212 23 10
                                        

Gangguan Konversi,

Penerimaan diri yang buruk, harga diri yang terluka, lalu stress berlebih. Semua itu harus dihadapi Dayi seorang diri hingga muncul dorongan untuk mengakhiri hidupnya. Itu niat awal Dayita saat merasa tidak bisa mengatasi dirinya sendiri. Tapi tubuh dan pikirannya seperti memiliki scenario mereka sendiri.

Dayi mengalami kebiasuan yang bukan karena masalah fisik. Otaknya memberikan sinyal untuk tidak lagi bersuara sebagai perlindungan diri. Alam bawah sadar Dayi menyimpulkan bahwa dirinya terlalu banyak meminta, merengek dan bersuara hingga akhirnya dia ditinggalkan lagi. Sebagai bentuk penyesuaian diri maka dia memilih untuk diam agar tidak ada masalah baru lagi.

Dayi tidak menangis.

Selama ini dia sudah banyak melalui hal buruk yang sama sekali tidak dia inginkan, yang awalnya selalu membuat dia kesulitan. Tapi, .... Tapi akhirnya dia tetap akan baik-baik saja bukan? Baiklah jika memang harus begin iya sudah. Dayita sudah terlalu terbiasa untuk tidak mengeluh dan menerima semuanya bulat-bulat karena toh tidak ada pilihan lain juga.

Semua orang tentu terkenjut dengan kejadian ini. Tidak ada yang bisa menerima, bahkan mereka terlihat lebih terpukul dibanding Dayita sendiri. Saat pertama kali dokter Vaz menjelaskan semuanya, Mami yang paling histeris. Tidak ada dalam bayangannya putra kesayanganya akan menjadi seperti ini. Ayah Ghani seperti siap untuk menyerang siapa saja dan Raryar menangis lama sekali. Sedangkan Dayi, dia hanya diam mendengarkan. Hidupnya memang buruk, palagi yang bisa diharapkan? Jika sekarang dia cacat ya sudah, percobaan bunuh dirinya juga tidak berhasil. Syukurlah putranya tidak jadi lahir, jika iya maka malanglah nasibnya yang akan memiiki ibu cacat seperti dirinya. Apalagi yang bisa dilakukan? Keluarganya tidak menginginkannya mati sekarang ini, jadi hidup saja sebisanya.

!!!

Sedang itu Jeffrian yang masih tetap di negaranya, dia ... hanya sibuk bekerja. Memang apa lagi yang bisa lakukan ditengah semua masalah yang tiba-tiba meledak ini? Dia juga menjalani hidup sebisanya saja.

Jika diingat Jeffrian hanya selalu berakhir manjadi bahan pukulan semua orang di cerita ini. Dulu sebelum mendapatkan Dayita dia habis kena pukul bapak dan abangnya, juga kakak kedua Dayi waktu itu. Sekarang saat dia kehilangan Dayita dia juga berakhir kena pukul lagi, bahkan kali ini lengkap dengan kakak pertama Dayita yang menghajarnya habis sebelum Dayita menghilang. Tapi wajar saja.... Karena sependek ingatan Jeffrian pada dirinya sendiri dia memang bukan sosok laki-laki baik-baik itu. Dia bahkan memang bejat, banyak hal yang dia sembunyikan dibalik punggungnya sejajak saat dia masih muda.

Lahir dan tumbuh dibagian paling akhir dari keluarganya membuat Jeffrian termakan pikirannya sendiri yang berdiri dibawah baying-bayang dua kakaknya yang cemerlang dan menawan. Apalah dirinya yang hanya seorang Jeffrian ini, nama Gau terlalu terang untuk dia sanding. Apa dia bisa sepandai kedua kakaknya? Apa dia sehebat mereka berdua? Jeff terhanyut dalam kepanikannya seorang diri. Keluarganya tidak pernah memberi tuntutan, seharusnya dia baik-baik saja, tapi siapa yang bisa menerka hati? Membaca jalan berpikir? Menghilangkan prasangka dan ketakutan? Jeff merasa dia tidak sesanggup itu, tidak sehebat itu untuk bisa setidaknya setara dengan kedua kakaknya.

Jeff punya hidup dan ceritanya sendiri, Jeff punya kegemaran dan kemampuannya sendiri. Berbeda dari kedua kakaknya, Jeff memang lebih nyeleneh. Menyukai sesuatu yang jauh dari image keluarganya, jauh dari citra yang melekat pada keluarga Alexander yang terhormat. Jeff bertekat untuk mencari jalan dan menulis ceritanya sendiri. Dia suka musik, dia suka seni, dia tidak sehebat itu untuk menjadi pengusaha pencetak banyak uang. Jeff bertekat akan menjadi pandai dalam bidangnya sendiri dan saat sudah berhasil membuktikan itu pada orang tua dan keluarganya Jeff masih memiliki satu janji untuk tetap menyelsaikan tanggung jawab structural keluarganya. Setidaknya jika sesuatu yang tidak diinginkan tentang minat dan hobi Jeffrian, dia masih memiliki jalan lain untuk keluar dari masalahnya. Jeff setidaknya tetap harus belajar sedikit soal cara mencetak banyak uang setelah berhasil menjadi seniman.

VIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang