19 - Dusta Lain

35 2 0
                                        

Minggu, 19 Januari 2025

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Minggu, 19 Januari 2025


Happy reading luv!

_______

Sebuah ketololan Danuar adalah ketika dirinya memberikan sebuah negosiasi yang mana tak bisa ia sadari bahwa apa yang ia lakukan bisa saja menghancurkannya dalam hitungan detik.

Danuar terlihat begitu naif untuk seseorang yang katanya genius.

“Biarkan aku pulang malam ini dan sebagai gantinya aku akan menemuimu.”  Danuar mencoba untuk menyadarkan Moana yang masih saja bergelayut di lengannya. Mulai resah karena malam kian larut.

“Bagaimana bisa aku percaya padamu?”

“Tidak cukup dengan memegang kartu rahasiaku? Kamu bahkan mencoba memerasku dengan itu.” Moana terkekeh pelan mendengar hal itu. Tidak sepenuhnya benar, dan juga tidak sepenuhnya salah. Tapi apa boleh buat jika pria itu merasa demikian?

Moana mengangguk-anggukkan kepalanya lantas ia berkata. “kiss me?”

Pandangan datar dan tak bermakna Danuar membuat Moana gemas—tertantang akan pertahanan pria itu.

Moana jelas mengingat jika Danuar adalah pria yang gampang sekali terpancing gairahnya. Tetapi saat ini, fakta yang menyadarkan Moana adalah ia melihat Danuar seperti orang yang berbeda.

Tak ada yang terjadi setelah banyak waktu yang mereka habiskan dalam hening dengan bermelodi dentingan gelas anggur.

Moana memandang garis rahang Danuar yang terlihat begitu seksi. Kedua matanya menatap penuh ingin. “Sudah pukul sebelas malam, aku rasa berciuman sebentar—“

Kalimat Moana tertahan. Tentu saja karena bungkaman yang di lakukan oleh Danuar. Pria itu benar-benar memberikan dirinya sebuah ciuman yang kasar.

Moana berhasil.

Melumpuhkan keangkuhan pria di hadapannya yang begitu panas.

Wanita itu tersenyum sebelum membalas ciuman dari mantan kekasihnya. Membuat ciuman-ciuman kasar itu terasa begitu intens dan siapa sangka, Danuar malah terperangkap olehnya.

Ciuman itu bukan ciuman biasa, jelas sekali Danuar tengah merindukan sentuhan darinya. Ciuman yang begitu panas dan dalam. Membuat kepala Daniar terasa pening.

“Moana ... Kamu—“

Danuar menyukai ketika dirinya di kendalikan seperti ini. Wanita dominan sungguh membuat dirinya tertantang, berkeringat dingin. Sedangkan bersama Raya, selalu dirinya yang bekerja keras, dan itu sedikit membosankan.

BLACK ROSE || NamjoonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang