Bab 30

816 38 1
                                        

Di dalam kamar pribadi King Albartaz, nyala lilin menerangi ruangan dengan cahaya temaram, menciptakan bayangan samar di dinding. Rius duduk di tepi ranjang besar berkanopi, kakinya menggantung di tepi kasur, sementara tangannya mengelus perutnya yang masih rata.

King Albartaz berdiri di dekat jendela, melepas jubahnya dan hanya menyisakan pakaian dalamannya yang longgar. Ia tampak lebih santai daripada biasanya, meskipun auranya yang mengintimidasi tetap terasa.

"Kau terlihat bahagia," ucapnya, berjalan mendekat.

Rius mendongak, menatapnya dengan senyuman kecil. "Tentu saja. Rius memang bahagia."

King Albartaz berdehem pelan sebelum duduk di samping Rius, satu tangannya dengan lembut menarik pinggang gadis itu agar lebih dekat.

"Hari ini panjang dan melelahkan," gumamnya pelan, suaranya terdengar lebih dalam dari biasanya. "Kau tahu, kan, bagaimana cara terbaik untuk menghilangkan lelah?"

Rius berkedip beberapa kali sebelum akhirnya menyadari maksudnya. Wajahnya langsung merona.

"King Albartaz serius menanyakan itu pada Rius?"

King Albartaz terkekeh pelan, ekspresi licik dan penuh makna terukir di wajahnya. "Apa kau tidak ingin menemaniku malam ini?"

Rius memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan rona di pipinya. "Rius sudah menemani King Albartaz dari tadi..." gumamnya pelan.

King Albartaz tertawa kecil, lalu menangkup dagu Rius dan memaksanya menatap lurus ke matanya. "Kau tahu maksudku lebih dari itu."

Rius menggigit bibirnya, hatinya berdebar kencang. "King Albartaz..."

King Albartaz menurunkan tangannya, kini menelusuri punggung Rius dengan lembut. "Hm? Apa kau ingin menolakku?"

Rius tidak segera menjawab. Ia tahu pria iblis ini sedang menggoda dan mengujinya. Namun, bagaimana bisa Rius menolak? Bagaimanapun juga, Rius telah menjadi miliknya.

Tanpa menjawab, Rius perlahan menyandarkan kepalanya ke dada pria itu, mendengar denyut jantungnya yang stabil dan kuat. King Albartaz tersenyum kecil, lalu dengan sekali gerakan, ia mendorong tubuh Rius dengan lembut ke atas kasur.

"Kalau begitu," bisiknya di dekat telinga Rius, "mari kita istirahat dengan cara yang lebih menyenangkan, Sayang."

Rius hanya bisa terdiam, pipinya semakin merona. Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.

Adegan Dewasa (21+) telah tersedia di karyakarsa.

To be continued

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To be continued.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AQUARIUS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang