Bab 7

1.6K 106 4
                                        

Zion tidak pernah percaya akan adanya cinta pada pandangan pertama. Namun tidak setelah ia melihatnya sendiri, bagaimana seorang pangeran yang selama ini berusaha ia lindungi, terus mengikuti seorang gadis yang bahkan baru ditemuinya beberapa hari yang lalu. Gadis mermaid itu, Zion penasaran. Apakah ada ramuan pemikat yang dipakainya sehingga pesonanya mampu membuat seorang pangeran seperti Arkeolus terus mengikutinya bagaikan anak ayam mengikuti induknya.

Dan apa-apan dengan tatapan penuh binar itu. Zion berkali-kali meyakinkan dirinya sendiri bahwa Arkeolus mungkin sedang terkena sihir, namun tidur ada sihir yang bisa Zion rasakan. Dia melihat Arkeolus dengan tatapan rumit, seakan baru mengenal sang pangeran.

"Zion. Kau lihat itu... Aku telah salah menilai. Ternyata Nona itu adalah gadis pemberani. Tidak hanya cantik... dia juga berani menghadapi monster itu sendirian."

Zion menatap kearah yang ditatap sang pangeran lalu mengangguk. Harus Zion akui, gadis mermaid itu memang mempunyai mental tempur yang bagus untuk ukuran seorang wanita. Namun Zion tetap tidak rela membayangkan sang pangeran jatuh cinta dengan seekor ikan. Maksudnya... bagaimana mungkin calon pewaris kerajaan menikah dengan wanita setengah ikan. Zion tidak mau membayangkan Pangeran Arkeolus menikah dan berakhir hidup di dalam lautan. Lalu punya anak pula setengah ikan? Itu seperti mimpi buruk.

"Dia benar-benar tipeku Zion."

"Pangeran... tolong sadarlah. Anda berdua itu berbeda spesies." Namun suatu kesalahan karena sang pangeran langsung melototi Zion dan itu cukup untuk membungkam mulut Zion agar tidak mengeluarkan suara lagi.

"Jangan melewati batasanmu Zion. Mungkin kau memang orang kepercayaanku, tapi kau tidak berhak mengatur kehidupan pribadiku."

Zion langsung membungkukkan badan di hadapan pangeran Arkeolus. "Maafkan saya pangeran. Saya bersalah."

Lalu kesadaran Arkeolus kembali teralihkan pada gadis mermaid yang tadi tengah melawan monster sendirian—- pergi meninggalkan bangkai mayat monster raksasa itu. Arkeolus cepat-cepat menarik kerah pakaian yang Zion kenakan pada bagian punggung, tidak ingin kehilangan jejak gadis setengah ikan itu.

                                      *

Gadis itu memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kedua kakinya mulai letih. Puncak bulan purnama tengah berlangsung dan Aqua menyaksikan sendiri di tempat ini. Dulu, saat masih berada di laut, Aqua dan Rius selalu mencuri waktu melarikan diri untuk naik ke daratan hanya demi bisa melihat cahaya bulan yang memerah seperti saat ini.

Tapi sekarang. Dirinya sendirian. Ditengah hutan belantara tanpa ada siapapun. Aqua bahkan tidak terlalu yakin dirinya bisa sampai di negeri Agathea—- mengingat terlalu banyak rintangan yang harus dihadapinya untuk tiba di negeri kegelapan itu.

Malam itu udara cukup dingin namun tidak sampai membuat Aqua menggigil. Karena bagaimana pun Aqua adalah mermaid yang hidup di dalam air yang suhunya terkadang bisa jauh lebih dingin dari angin.

Aqua menghela napas melihat kearah langit sekali lagi, berharap Rius baik-baik saja saat ini. Aqua pun memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya ditempat itu sampai besok pagi sebelum melanjutkan perjalanan. Beruntung ia masih mengenakan selembar kain yang Arthur berikan kepadanya, sehingga Aqua bisa menggunakan benda itu sebagai alas tidurnya.

"Pangeran, apakah tidak sebaiknya kita ceburkan saja Nona itu ke dalam laut?" Tanya Zion, ikut mengintip Aqua dari balik punggung Arkeolus. Sang Pangeran yang kesal mendengar suara Zion yang mengagetkannya langsung menyikut pinggang lelaki itu.

"Apa maksudmu?"

"Nona itu kan Mermaid. Seharusnya tidur di dalam laut tapi malah tiduran dibawah pohon kelapa seperti gelandangan begitu. Kasihan sekali."

"Kau benar." Pangeran Arkeolus menatap Aqua yang sepertinya sudah terlelap. Zion berbinar mendengar Pangeran Arkeolus untuk yang pertama kalinya setuju dengan perkataannya. "Kasihan sekali."

"Jadi tunggu apa lagi, Pangeran. Ayo kita ceburkan Nona itu ke laut."

Baru saja Zion ingin berlalu melewatinya, kerah baju belakangnya lebih dulu ditarik mundur oleh Pangeran Arkeolus. Senyum cerah Zion pun luntur saat tatapan tajam Arkeolus menyorotnya dingin.

"Apa?"

"Menceburkan Nona itu ke laut."

"Sepertinya kau yang harus aku ceburkan ke laut, Zion."

To be continued.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AQUARIUS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang