Seri Ke-2 dari The King: Battle of Imperium School
________________________________________________
Hetairoi yang bagaikan angin monsun membawa perubahan besar pada sistem Imperium School; entah untuk mendatangkan bencana atau keagungan. Hetairoi me...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika Albiru perlahan menurunkan tubuhnya ke bangku kayu yang menghadap danau Imperium School. Udara malam menyelinap ke sela-sela pakaiannya, membawa aroma rumput basah dan air tenang yang berkilau di bawah cahaya bulan. Ponselnya bergetar pelan di saku, tetapi tatapannya tak beralih dari permukaan danau yang seperti kaca. Sekilas ia melirik layar-sepuluh kurang lima menit. Lima puluh lima menit ia telah duduk di sana, dilingkupi sepi yang menenangkan namun juga mencekam. Namun, Albiru tidak memedulikan hal itu.
Di sepanjang waktu itu, bolpoinnya terus bergerak menari di atas kertas, menggoreskan untaian kata-kata yang meluap dari hatinya. Buku catatan di pangkuannya adalah satu-satunya tempat ia bisa menumpahkan isi pikirannya tanpa takut dihakimi. Setiap halaman yang ia tulis terasa seperti sekumpulan kebingungan yang tak tertampung lagi di kepalanya, memaksa keluar untuk dicari maknanya.
Ia berhenti menulis sejenak, membiarkan tinta bolpoinnya mengering di atas kertas. Pandangannya kembali ke permukaan danau, yang tampak begitu sunyi.