Chapter 32

44 1 0
                                        

---

"Oh kalau begitu bareng saja kak. Biar saya antar kakak ke bandara. Pak Syarif akan hubungi petugas mobil derek untuk kakak." tawarnya seraya tersenyum. 

Renald tertegun untuk ke sekian kalinya. 

"Ah itu.. Saya sudah hubungi tetapi butuh waktu untuk sampai kesini non." jawabnya lagi. 

"Kalau begitu biar saya hubungi orang untuk jaga mobil kakak sampai petugasnya datang." jawabnya seraya membuka handphone nya. 

"Pak tolong datang ke alamat yang sudah saya kirimkan ya. Ada mobil teman saya mati dan masih harus menunggu petugasnya datang." katanya pada seseorang di seberang telfon. 

"Maaf jika saya merepotkanmu begini." Sesal Renald. 

"Tidak masalah kak dan tidak repot kok." jawabnya seraya tersenyum. 

Tak lama setelah itu beberapa orang datang untuk menjaga mobil milik Renald. 

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju bandara. 

Cukup hening sampai handphone milik Renald berdering dan terlihat 'daddy' di layarnya. 

'No way.' jerit Renald dalam hati. 

Ia pun mengangkat panggilan itu. 

"Hallo dad.." sapanya pelan. 

"Anak nakal. Where are you?!!" tanyanya penuh tekanan. 

"Sorry dad. Im on my way." jawabnya takut-takut. 

Setelah percakapan yang menguras keringat itu berakhir dia menoleh pada seseorang disampingnya yang tengah terkekeh. 

"Oh maaf. Apa saya mengganggu?" tanya Renald padanya. 

"Tidak sama sekali. Menyenangkan melihat kakak seperti itu." jawabnya seraya tertawa mengingat wajah Renald yang ketakutan saat dimarahi terduga ayahnya.

Renald pun tersenyum menanggapinya. 

Setelah setengah jam, mereka pun sampai di bandara. 

---

---

Next---

Gending JawaWhere stories live. Discover now