Pembaca yang baik akan meninggalkan vote, komentar serta saran untuk motivasi author^^
Jangan lupa follow akun ini juga, ya!
31-1-2026
Sabtu
🌸🌸🌸
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~Minggu, 06.00 WIB~
Kreeek...!
Aku membuka pintu balkon kamar, menghirup udara segar sedalam-dalamnya. Haaah... Segar sekali suasana pagi ini setelah semalaman diguyur hujan yang cukup deras.
Aku kembali masuk ke kamar, membuka semua gorden jendela dan mengambil tisu-tisu yang berserakan di lantai.
Iyyuuee... Geliku sambil mengambil tisu yang agak basah, lalu menoleh kepada seseorang yang masih tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Semalaman orang itu bersin-bersin cukup parah. Entah karena cuaca dingin atau karena dia pulang dari kantor hujan-hujanan. Kan, dari gedung kantor ke parkiran tidak mencakup atap yang menutupi kepala dari panas atau hujan.
Srek!
"Gerah, anjir!" seru Ryza yang tiba-tiba membuka selimut dan terduduk.
Aku mengernyit. Lha, bukannya semalaman dia flu dan batuk sampe wajahnya kayak udang rebus? Lalu kenapa ini dia kegerahan? Mana peluh keringat membasahi pelipis serta wajahnya.
"Lo matiin AC-nya, ya?" tanya Ryza turun dari kasur.
"Iya, subuh tadi," sahutku lanjut berberes.
"Jangan, panas," ucap Ryza sembari menghidupkan kembali AC.
"Hari ini dingin banget, Za. Semaleman hujan gitu. Trus, lo kan batuk pilek. Emang sekarang udah mendingan?" tanyaku heran.
"Bawel, ah," jawab Ryza singkat, lalu melompat ke kasur dengan santainya.
Aku melirik pada handphone Ryza yang berbunyi di atas meja. Tanganku meraih dan mendapati pesan masuk dari seseorang.
"Ryza, aku udah sampe di Jakarta. Kapan kita ketemu? Hehehe," bacaku pada chat yang masuk itu.
Ryza bertanya tanpa menoleh, "Riapa itu?"
"Tulisannya, Rani dari London," jawabku.
Kepala Ryza berdiri, terlihat dirinya mengernyitkan dahi.
"Siapa, ya..." gumam Ryza berpikir.
Aku mendelikkan bahu, "Cewek lo, kali?"
"Oh, iya... Si Rani, baru pulang dari London. Njay! Gue lupa putusin dia, pantesan masih chat gue ... Dahlah, biarin," Ryza terlihat menguap, lalu kembali tiduran.
Speechless. Berapa banyak wanita yang sudah ia pacari? Sudut siku-siku sudah pasti terbentuk di kepalaku. Tangan ini kembali mengambil remot AC dan mematikannya, lalu dengan cepat menarik selimut cowok yang berniat malas-malasan di hari libur mengantor itu.
"Mending lo turun, terus olahraga daripada tiduran mulu, ya!" ucapku geram. Tentu saja, kalo dia sakit seperti semalam kan aku juga yang repot. Bikin teh, lah, ambil tisu, lah, mana dengerin ocehannya tiada henti sepanjang malam. Ditambah iyyue ... Ingus yang menjijikkan itu dibersihkan dengan selimut!
Maka dari itu aku ngungsi ke sofa.
Ryza menghela napas. Aku tau dia menyimpan kesal dan gerutuan yang tidak terucap dari mulutnya namun cowok dengan rambut keriting itu tetap turun dari ranjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Avyra
Romance~°°~ Memangnya menikah hanya untuk balas dendam? Entah apa yang ada di pikiran Faura Avyra ketika ia menyetujui perjodohan yang dilakukan Si Abah. Kehidupan Avy berubah 180°! Suami yang lemah lembut plus sopan santun di depan orang tuanya itu hanyal...
