Forest Hunt Begin

380 9 1
                                        

Hitungan mundur berakhir dan sekarang aku sudah berada di bandara berjalan menuju Saphire Precious lounge. Bahkan semua berkas pribadiku sudah disiapkan oleh orang suruhan dari Xavier. Sesuai request dari Madam El aku merubah penampilanku dengan model rambut undercut dengan highligt ash grey. Badanku bagian atas hampir penuh dengan tato untuk memperkuat kesan garang yang memang diharapkan bahkan lubang tindik di telingaku akhirnya kuperlebar untuk memperkuat kesan "bad boy". Kali ini aku terbang hanya berdua dengan asisten dari Xavier yang berdandan layaknya pramugari dengan pesawat pribadi yang entah menuju kemana tapi yang jelas begitu aku turun dari pesawat nanti, skenario forest hunt sudah dimulai. Akan ada kamera dimanapun aku berada nantinya dan setiap gerak-gerikku akan ditayangkan secara live di streaming website milik Xavier.

Di dalam pesawat aku dibawa masuk ke ruangan khusus yang berisi banyak sekali peralatan survival. Dipersilahkannya untuk memilih peralatan apapun yang akan dibawa untuk berburu. Aku memilih tas carrier ukuran sedang sebagai wadah peralatan dan juga sleeping bag untuk berjaga-jaga. Aku juga mengambil pisau belati dan juga taser untuk kepentingan self defense serta medicine kit. Beberapa gulung tali dan juga bandana tak luput masuk ke dalam carrier. Dua gulung silver duct tape juga kubawa sebagai alat ikat darurat.

"Tidak memilih senjata api?" tanya asisten Xavier sambil menunjuk ke rak yang isinya deretan senjata api.

"Tidak... tidak diperbolehkan membunuh kan?" aku tersenyum sambil mengisyaratkan kalau aku tidak membutuhkannya.

"Setidaknya saya sudah menawarkan," asisten Xavier menjawab dengan sopan.

Merasa sudah cukup aku dipersilahkan untuk masuk ke ruang berikutnya yang isinya beragam tools yang bisa dipakai untuk menyiksa. Aku bebas memilih apapun yang ingin digunakan dalam kegiatan ini.

"Silakan pilih sesuka anda dan jadikan forest hunt kali ini semakin menarik."

"Di kontrak tertulis akan ada tools yang disiapkan di shelter, apakah aku harus membawa ini juga?" tanyaku.

"Alat-alat ini pasti anda butuhkan sebelum sampai ke shelter, tapi kalau dirasa anda tidak membutuhkannya, anda boleh skip untuk peralatan yang ini."

"Ada apa saja di shelter nanti?"

"Kurang lebih sama atau satu fungsi dengan hampir semua peralatan yang ada disini," Asisten Xavier mencoba menjelaskan.

"Okelah, aku cuma akan membawa ini, aku nggak mau bawaanku malah memperlamban pergerakanku," jawabku sambil membawa wireless magicwand, 2 buah borgol dan juga sebuah ring gag.

"Keputusan yang baik, karena waktu anda dalam forest hunt adalah satu minggu, silakan membawa perbekalan sejumlah yang anda mau," asisten Xavier kembali mengarahkanku menuju ke area survival dan menunjuk meja yang diatasnya bertumpuk banyak makanan kaleng. Aku mengambil 6 kaleng makanan dan dua botol minum serta sebuah korek api sebagai bekal survivalku nanti.

"Hanya itu?"

Kurasa cukup setidaknya untuk dua hari kedepan, sisanya bisa kudapatkan di shelter kan?" aku tersenyum yakin.

"Anda memang membaca kontrak dengan cermat, sepertinya anda sudah memiliki strategi yang kuat tuan Bide, semoga forest hunt kali ini benar-benar menarik seperti harapan Madam El," Asisten Xavier tersenyum sambil mempersilahkan aku untuk kembali duduk ke sofa penumpang.

"Perjalanan kita masih cukup lama, dan saya diminta oleh Tuan Xavier dan Madam El untuk melayani anda selama perjalanan ini. Dikotak itu ada bebarapa 'serbuk' yang mungkin mau anda coba untuk merilekskan diri dan di lemari es itu ada beberapa minuman yang bisa anda nikmati. Bila membutuhkan saya silahkan gunakan interkom yang sudah disediakan. Semua fasilitas yang ada disini bebas anda pergunakan. Apakah ada yang bisa saya bantu lagi Tuan Bide?"

He(ll)avenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang