Aku membuka retsleting koper dan menepuk-nepuk pipi Madam El yang tubuhnya terikat di dalam koper itu. Madam yang sepertinya siuman setelah kutepuk lalu berusaha menggeliat melepaskan diri. Matanya yang terblindfold dan mulutnya yang penuh dengan sumpalan membuatnya makin kesulitan. Tangannya yang terborgol ke belakang dan kakinya kuikat frogtie makin membatasi pergerakannya. Roknya tersingkap dan masih terlihat bekas-bekas memar dari cambukanku semalam. Perlahan kubuka blindfoldnya, mencengkeram lehernya dengan tangan kananku lalu mendekatkan wajahnya padaku. kukecup bibirnya yang tampak menyembul dari mulut sudah penuh dengan kain yang kujejalkan dan kukunci dengan cleave gag berlapis.
"Pagi cantik... kuberi kau waktu tiga puluh menit untuk pergi sejauh mungkin sebelum aku berubah pikiran," ucapku lembut sambil menepuk-nepuk pipinya dengan tangan kiriku. Madam yang nampak ketakutan dengan makeup yang acak kadut karena airmata berusaha meronta dari cengkeramanku. Aku tersenyum lalu menjatuhkan kunci borgol didepannya lalu beranjak pergi meninggalkan Madam El yang berusaha meraih kunci yang kujatuhkaan.
Aku hanya mengamati 'buruanku' yang masih berusaha melepaskan diri dari dalam mobil Jeep yang membawa kami sampai ke hutan ini. Ini masih cukup pagi dan sinar belum terik tapi adrenalin membuatku merasa panas melihat Madam El yang sangat berusaha untuk lepas. Aku melihat jam tangan dan sudah lima belas menit dia berusaha untuk melepaskan diri dan akhirnya berhasil lalu berlari masuk ke hutan.
"Go Now" suara perintah terdengar dari handsfree yang kupakai sebagai ganti dari prompter untuk memastikanku tetap terhubung dengan server. Aku bergegas mengambil carrierku dan menyematkan kamera kecil yang harus kupakai selama perburuan. Kukantongi lagi borgol yang berhasil dilepasnya dan mulai berjalan santai sambil mengamati handheld yang mendeteksi lokasi Madam El dari GPS yang terpasang pada gantungan metal collar yang kupasang padanya semalam. Aku sengaja memperlambat langkahku karena aku tahu dia belum jauh. Walaupun aku baru sekali menginjakkan kaki di hutan ini, aku merasa track di hutan ini tidak berat dan jalurnya nampak bersih, bahkan aku merasa ini lebih mirip kebun dibandingkan dengan hutan walaupun begitu banyak pohon yang menjulang sangat tinggi. Aku mencoba melihat dengan citra satelit untuk mencari keberadaan shelter yang menjadi puncak tujuan setelah menangkap Madam El. Perjalanan kali ini jadi terasa semakin menarik karena di citra satelit aku melihat ada sungai yang harus dilewati untuk menuju shelter dan juga kulihat ada beberapa hewan liar yang seperti kelinci, burung dan juga ayam hutan ketika aku melangkah semakin dalam.
"Ahh!!!"
Aku terkaget mendengar teriakan Madam El yang sepertinya juga kaget karena melihat keberadaanku lalu berusaha berlari menjauh. Aku yang melihatnya pun langsung bergegas mengejarnya. Pergerakanku sedikit terganggu oleh beban yang ada di dalam tas carrier yang kupanggul. Walaupun sudah kuprediksi dan memilih carrier terkecil tapi tetap saja beban ini membuatku semakin melambat. Tak ayal sambil berlari kulepas datas carrier itu dan meninggalkannya untuk mempercepat pergerakanku. Aku hampir kehilangan jejak andai saja madam El tidak memakai uniform yang mencolok. Warna putih kemeja dan juga biru neckscarfnya terlihat sangat kontras dari pepohonan dan siluet bayangan dari dedaunan. Aku segera meraih tangannya dan mencengkeramnya dengan kuat tapi aku tidak menyangka Madam El memberikan perlawanan.
Begitu kucengkeram tangannya, dia langsung berbalik dan berhasiil menghantam ulu hatiku dengan tangan kirinya. Aku jatuh tersungkur menahan sakit dan kaget dengan perlawanan yang dilakukan. Aku lebih kaget lagi ketika kaki kanannya sukses menendang pinggang kiriku dengan keras. Aku terlalu meremehkan buruanku yang ternyata punya basic bela diri yang cukup lumayan dilihat dari power dan letak sasaran serangan yang dia lakukan. Aku meringis menahan sakit sambil melihatnya kembali lari kabur menjauh. Aku kembali bangkit lalu mengejarnya lagi sambil menahan rasa sakit yang masih terasa akibat pukulan dan tendangannya barusan. Jujur akan terasa sangat memalukan kalau aku tumbang hanya karena serangannya tadi dan kali ini aku harus lebih waspada. Lagi-lagi Madam El berhasil kukejar dan kali ini kudorong tubuhnya sampai jatuh terjerembab. Sekali lagi dia mencoba menendangku tapi posisinya yang terjerembab membuatku bisa menangkis tendangannya dengan mudah lalu langsung menindihnya. Madam El masih berusaha melawan dengan berusaha memukul dan menendang sekenanya tapi tidak banyak yang bisa dia lakukan karena tubuhku yang menindihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
He(ll)aven
No Ficciónini yang namanya surga dunia? atau malah neraka? harus berusaha bertahan atau malah harus segera pergi?
