Kali ini aku memakai setelan kemeja hitam lengan panjang dan celana panjang slimfit dengan warna senada untuk menyambut para client. Maya juga tampil menarik dengan baju maid seksi sesuai dengan requestku. Kami menunggu di teras sembari memperhatikan para client yang dituntun mami untuk masuk karena setiap orang memang diwajibkan mengenakan penutup kepala hitam selama perjalanan untuk memastikan mereka tidak bisa mengetahui dimana posisi villa ini.
"Hello everybody, Welcome to our villa and please take off your head covers and enjoy the evening," kusambut mereka dan mempersilahkan mereka masuk. Maya mengambil satu persatu penutup kepala yang sudah dilepas oleh para client dan mengajak mereka untuk masuk ke ruang santai.
"Uuuh gantengnya mamiii, udah ready semua kan?" mami mendekat lalu tiba-tiba menggodaku.
"Tim A sudah ready semua di diatas sesuai skenario," jawabku.
"Emang oke banget kok Ndomnya mami ini, yaudah yuk temenin dulu client sebentar biar mami cek dulu persiapan yang diatas ya."
Aku hanya mengangguk lalu menyusul para client yang sudah lebih dulu beramah tamah dengan Maya di ruang santai. Sembari mengumpulkan semua barang-barang penting yang mereka bawa, aku mencoba mengakrabkan diri ke mereka sembari menunggu kode dari Mami yang sedang sidak. Mereka bukan orang-orang biasa... kaya sudah pastinya... tapi yang jelas untuk bisa mengakses ke jasa dari Mami bukanlah perkara yang mudah. Sebuah jaringan skala internasional yang saling terkait mirip akar pohon yang tersembunyi di dalam tanah. Aku juga sedikit memberi arahan untuk mempersiapkan diri serta menjelaskan beberapa posisi kamera yang sudah terinstal di lantai atas untuk keperluan keamanan dan perekaman seperti yang mereka inginkan.
Tak berapa lama mami datang bersama tim A yang sudah bersiap dengan kostumnya masing-masing untuk memperkenalkan mereka ke client. setelah berbasa-basi sebentar lalu mami mempersilahkan Client Australia untuk naik lebih dulu dan mengikuti mami naik ke atas. Sejenak hening ketika mami sudah naik keatas lalu dengan sebuah kode anggukan dariku, Lee dan Putra langsung dengan cekatan membekap pasangan client Singapore lalu Ratna dan Cela membantu mengikat tangan dan menutup mata kedua dan menyumpal mulutnya dengan ballgag. Setelah tak ada lagi perlawanan yang berarti mereka langsung dibawa keatas untuk memulai sesi.
"Show time!" bisikku sambil mengacungkan jempol ke mereka yang sedang menggiring client untuk naik ke atas. Sambil tersenyum mereka menjawabku dengan jempol mereka dan perlahan menghilang menapaki tangga menuju ke atas.
"Sekarang maid yang ini mau diapain nih," Maya menggodaku sambil memeluk manja.
"Maid yang ini harus ngelayanin aku malam ini sambil standby nungguin depan layar."
"Baik tuan Ndommm, tuan Ndom mau makan apa? Ayam lagi? Pizza? Atau aku?" Maya kembali menggoda sambil membuka penutup dada dan menyajikan payudaranya ke arahku.
"Paket komplit," jawabku sambil menyiapkan layar dan mengkoneksikan dengan kamera untuk standby mengecek situasi.
"Paket komplit segera datang," senyum manis tersungging di wajah Maya yang langsung bergegas menyiapkan semuanya.
Dilayar kulihat ada 8 layar view dari masing-masing kamera yang sudah terpasang. Dua view menampilkan client Australia yang masih santai mengobrol dengan mami di kamar pertama sedangkan dua view lain Nampak client Singapore yang sedang dipersiapkan untuk menjalani sesinya oleh Ratna dan Lee di kamar dua. 4 kamera lain yang kupasang di ruang tengah menyoroti Putra yang sedang mengikat Cela dan bersiap untuk menyusul Mami ke kamar satu. Untuk saat ini semua berjalan sesuai skenario yang dipersiapkan.
Maya datang dengan membawa nampan dengan piring berisi ayam goreng dan beberapa potong pizza dan disebelahnya ada setumpuk saputangan dan beberapa serbet yang terlipat rapi. Ditangannya juga ada dua gulung tali dan buttplug.
KAMU SEDANG MEMBACA
He(ll)aven
Non-Fictionini yang namanya surga dunia? atau malah neraka? harus berusaha bertahan atau malah harus segera pergi?
