Pagi ini Salsa dan Bumi mengunjungi butik langganan keluarga Bumi untuk menyiapkan baju yang akan digunakan pada acara reuni bersama teman SMA Bumi. Dikarenakan mereka tidak menyiapkan baju yang proper untuk acara kali ini, sebab undangan reuni sekaligus bukber ini tergolong mendadak, baru diketahui Bumi ketika acara dinner keluarga tadi malam.
Salsa memberikan request kepada desainer untuk menyiapkan gaun yang simple namun tetap terlihat anggun untuknya, sedangkan Bumi hanya mengikuti saja baju yang senada dengan Salsa. Lagipula desain untuk laki-laki lebih simple dan mudah untuk mendapatkan baju yang sesuai, beda dengan perempuan yang lebih banyak pilihan. Kali ini Quin juga tidak akan ikut dalam acara reuni, karena khawatir bayi kecilnya itu kelelahan, setelah acara kemarin dan ditambah hari ini. Maka mama Bumi menyarankan untuk Quin di rumah saja bersama oma nya.
Jika bukber dan reuni ini dilaksanakan di sekolah Salsa di Yogyakarta, mungkin ia tak pusing memikirkan pakaian, karena jelas ia hanya perlu menggunakan busana muslim saja. Namun ini adalah undangan dari sekolah Bumi dimana sekolah ini merupakan salah satu sekolah internasional yang ada di Jakarta dan tentu saja merupakan jajaran sekolah elite disini, tentu saja Salsa tak mau salah kostum dan membuat malu suaminya. Terlebih pengalaman acara kemarin membuka mata Salsa bahwa ia bukanlah istri dari sembarang orang. Maka mau tak mau pagi ini Salsa dan Bumi harus datang ke butik untuk fitting baju.
"Sayang sebenernya gapapa kalau kita ngga usah dateng, lagian juga mas sebenernya males ikut acara-acara begituan, isinya cuma flexing-flexing ngga jelas biasanya" Memang karena sifat Bumi yang introvert ia jarang mau kumpul-kumpul, mengingat juga dulu pernah ada pengalaman buruk ketika prom nigt. Menambah tingkat malas Bumi menghadiri acara-acara seperti ini.
"Yaudah mas gapapa, lagian kan ngga setiap hari, mumpung kita lagi di Jakarta. Adek juga pingin tau temen-temen mas. Waktu itu cuma tau beberapa pas unduh mantu tapi ngga sempet ngobrol" Ucap Salsa meyakinkan
"Tapi adek inget yaa nanti disana harus deket-deket mas, mas ngga mau ada yang godain adek atau jahatin adek, okayy ?"
"Uuhh posesifnya suami akuu" Salsa membelai lembut pipi Bumi
Bumi memegang tangan Salsa yang berada di pipinya. Semua adegan manis itu disaksikan oleh pemilik butik tempat mereka membeli baju
"Duhh Salsa sama Bumi ini romantis sekali yaa, aura pengantin barunya terasa sampai sini" Ucap tante Dian pemilik Butik
"Tante bisa aja, kan bukan pengantin baru udah ada anak juga" Salsa merasa malu akibat ulahnya yang lupa akan tempatnya berada saat ini
"Yang penting tetep mesra yaa.. Oiya ini mau warna apa dressnya, yang putih atau yang hitam ?" Tanya tante Dian memastikan
"Putih aja ngga si mas, soalnya bukber biar lebih sopan juga" Salsa meminta persetujuan suaminya
"Iya sayang"
"Tante kalau boleh request jilbabnya yang senada juga ya" Salsa memberikan permintaannya
"Siapp tuan puteri, nanti make up disini aja sekalian nanti tante panggilin MUA langganan, jam 3 lah kalian kesini lagi biar ngga kesorean" Tawar tante Dian
"Iya begitu juga boleh, makasih tante, maaf ya tante ini dadakan jadi harus tante yang handle sendiri" Salsa merasa tak enak, walaupun sudah dekat dengan tante Dian karena langganan mamanya, tetapi tetap saja Salsa merasa tak enak.
"Sama-sama cantik, tante malah seneng kalian kesini" Balas tante Dian tak kalah baik
"Yaudah tan kita berdua pamit dulu ya, nanti kesini jam 3 sore, Bumi percaya aja sama tangan ajaib tante, sebenernya istri Bumi juga mau dipakein apa juga tetep bagus, ya kan tan ?" Bumi malah menggoda Salsa, yang kini sudah memukul lengan Bumi karena malu
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA BUMI (END)
Teen FictionDunia Salsa yang sudah berisik, kian bertambah berisik saat bertemu dengan Lianta Bumi Narendra (Bumi) lelaki dingin dan tak punya hati, tidak seperti namanya Bumi yang harusnya menjadi sumber ketenangan bagi semua orang, namun hadirnya malah membua...
