Kegiatan Salsa pasca recovery adalah mengisi waktu luang sebanyak mungkin bersama Bumi dan Quin. Selain bisa menstimulasi pikirannya, kegiatan itu juga mampu menyembuhkan trauma Salsa secara perlahan.
Salsa juga rutin mengikuti terapi yang sudah dijadwalkan oleh dokternya, Bumi juga tak membiarkan Salsa menjalani semua proses pemulihan sendiri, sebisa mungkin Bumi selalu ada di sampingnya untuk menemani.
Seperti sabtu sore ini, Salsa dan Bumi mengunjungi rumah sakit untuk menjalankan terapi. Beruntung kondisi Salsa sudah pulih sepenuhnya, maka bulan depan ia tak perlu lagi datang untuk terapi. Hanya butuh konsultasi psikologi saja secara berkala 3-6 bulan sekali.
Pulang dari rumah sakit Salsa mengajak Bumi untuk mampir ke sebuah toko buku langganan Salsa. Walaupun sudah menikah dan memiliki anak, Salsa tetap menyempatkan waktu untuk membaca buku. Selain bisa menambah ilmu dan juga mengisi waktu luangnya, membaca buku efektif membantu Salsa untuk menjernihkan pikiran. Maka tak heran banyak buku-buku berjejer dirumahnya, bagi Salsa membaca buku bisa menjadi healing tersendiri untuknya.
"Sayang mau beli buku apa ?" Tanya Bumi saat memasuki ruangan penuh dengan berbagai macam buku di dalamnya
"Hmm gatau mas, liat-liat dulu kali yaa hehe"
"Mas juga mau beli buku deh kayaknya"
"Tumben beli buku?" Heran Salsa, karena memang selama ini Bumi kurang menyukai aktifitas membaca, baginya membaca membosankan. Lebih baik bermain game di PC nya.
"Yaa pingin aja dek, biar mas tambah pinter"
"Emang mau beli buku apa ?"
"Hmmm ada ga ya dek buku yang judulya 'Tips menjadi suami yang disayang istri 24 jam' atau 'Cara menjadi suami idaman Renjana' " Asal Bumi membuat Salsa tertawa terbahak ditempatnya
"Hahahaa ada-ada aja mas" Salsa tertawa namun dengan cepat menutup mulutnya dengan telapak tangannya, karena ia takut mengganggu pelanggan yang lain.
"Itu panduan penting tau dek, buat keberlangsungan hidup. Mas beli deh kalau ada, berapapun harganya"
"Boleh juga, Nanti adek yang buat bukunya mas, tapi mas beli ya, mahal banget lo harganya kalau adek yang buat" khayal Salsa menanggapi kerandoman suaminya
"Ga masalah, adek sebutin aja harganya, mas siap bekerja 24 jam non stop untuk mecari uang demi membeli buku buatan adek hehe" Bumi memang paling bisa membuat Salsa merasa dihargai, ia selalu antusias saat menyangkut istrinya.
"Awas adek tagih nanti ya!!" Ancam Salsa
"Siappp!!"
Salsa menggeleng melihat kelakuan Bumi yang menurutnya sangat absurd itu
"Eh dek tapi mas pikir bagus juga kalau adek jadi penulis, karena mas liat selama ini adek suka banget sama buku. Tulisan-tulisan adek juga tertata rapi, bahkan beberapa kali mas pernah liat diary atau notes-notes adek itu bagus banget. Adek ngga ada niatan mau jadi penulis gitu ?" Bumi terfikirkan bahwa sepertinya Salsa memenuhi syarat untuk menjadi penulis
Salsa menimbang ucapan Bumi sejenak.
"Hmm adek dulu pernah si ikut kompetisi nulis waktu SMA, tapi adek ngga pernah tekunin lagi mas, menurut adek ngga ada yang menarik juga buat diceritain" Salsa mengingat jelas bahwa impian nya menjadi penulis sudah ia kubur sejak SMA
"Coba aja lagi dek, biasanya kalau emang bakatnya ada pasti mudah buat ngasah lagi. Nanti adek ikut aja kelas menulis kan banyak dek ada yang online juga"
"Tapi adek ga tau mau nulis apa?
"Emang nulis itu ada banyak kategorinya ya dek?" Tanya Bumi
"Ya banyak mas, ada cerita fiksi, ada kisah nyata, itu termasuk juga pengalaman sendiri atau orang lain, terus juga ada yang inspirasinya dari sebuah penelitian, dan masih banyak lagi" Jelas Salsa
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA BUMI (END)
Teen FictionDunia Salsa yang sudah berisik, kian bertambah berisik saat bertemu dengan Lianta Bumi Narendra (Bumi) lelaki dingin dan tak punya hati, tidak seperti namanya Bumi yang harusnya menjadi sumber ketenangan bagi semua orang, namun hadirnya malah membua...
