Hari ini Salsa, Bumi dan para sahabatnya sudah siap untuk berbagi sembako kepada orang yang membutuhkan. Lokasinya tak jauh dari perumahan Bumi, ada 500 paket sembako yang siap dibagikan. Salsa dan Bumi sudah berkoordinasi dengan kelurahan setempat untuk mendata para fakir miskin yang layak untuk mendapatkan sembako tersebut.
Proses pembagiannya adalah mengikuti waktu yang sudah ditentukan, masyarakat yang terdata akan datang untuk mengambil barang pemberian Salsa dan Bumi. Kenapa tidak berbagi dijalan saja? Bumi menjelaskan bahwa ia ingin merangkul masyarakat yang tidak mampu yang berada di sekitar rumahnya dulu agar merasa terbantu di bulan ramadhan nanti.
Sejak pagi Bumi, Aro dan Bagus, menyiapkan tenda dan juga perlengkapan di lapangan. Sedangkan Salsa, Bia, Ara, dan Via menyiapkan sembako yang hendak dibagikan. Cukup banyak kali ini karena item yang dibagikan cukup besar, diantaranya : Beras 10 kg, Minyak 2 liter, Gula 2 kg, susu 2 kaleng, dan beberapa makanan instan. Karena itulah gudang bawah rumah Bumi penuh dengan barang. Selain mereka, banyak karyawan Bumi dan warga sekitar yang sukarela membantu untuk acara ini.
Karena kerepotan hari ini, Salsa menitipkan Quin ke rumah orang tuanya. Untungnya mereka dengan senang hati menerimanya. Sebenarnya Salsa juga tidak tega meninggalkan Quin, karena Salsa selalu menjaga dan mengurusnya sendiri. Biasanya ia menitipkan Quin hanya beberapa jam ketika ada urusan mendesak, namun sepertinya acara ini akan memakan waktu seharian. Tak mungkin juga Salsa mengajak bayinya itu, takut membuat Quin tidak nyaman.
"Udah selesai semua sayang ?" Tanya Bumi menghampiri Salsa yang sedang sibuk menyiapkan barang-barang
"Udah mas, ini tinggal diangkut aja ke lapangan" Salsa tampak lelah melihat gudang bawah rumah mereka penuh dengan barang-barang
"Oke dek, mas juga udah minta bantuan beberapa warga untuk bantu masukin dan nurunin barang nanti"
"Quin nangis ga ya mas di rumah Bunda ?" Salsa teringat bayi kecilnya itu
"Tenang aja sayang, Bunda pasti jagain Quin, buktinya kamu dijagain sampe sebesar ini hehe" Bumi mencoba menghilangkan kekhawatiran istrinya itu
"Iya mas" Salsa mulai menetralisir pikirannya
"Sal ini langsung diangkut ke mobil aja kan ?" Tanya Via sedikit berteriak karena jarak obrolan mereka
"Iya Vi, minta tolong Bagus, Aro dan lainnya bantu angkatin ya" Salsa memberikan instruksi
"Sayang jangan lupa konsumsi buat yang bantuin kita yaa"
"Iya mas, adek udah pesenin makanan di tempat biasa, udah adek bilangin langsung bawa ke lapangan aja"
"Oke makasih sayang. Mas bantuin mereka dulu ya, adek kalau udah mulai agak lelah istirahat dulu aja, mas ga mau adek kecapean" Peringat Bumi pada istrinya
Salsa mengangguk paham.
Setelah semua barang sudah masuk ke mobil angkutan, Bumi memberi komando dan langsung menuju tempat yang sudah disiapkan.
"Sal kita kesana naik apa ?" Tanya Bia pada Salsa setelah semua barang selesai diangkut
"Naik motor aja gimana ? kan deket juga" Tawar Salsa
"Serius lo ? ngga ah nanti di marah Bumi lagi gue, dikira ngga jagain bini nya" Tolak Via cepat
"Gue kan udah ngga hamil Vi, gue juga udah biasa naik motor, dulu juga gue naik motor bareng lo kalo kuliah" Salsa melakukan pembelaan
"Ya kan dulu sebelum lo jadi nyonya Narendra, sekarang mah beda" Omel Via
"Iya Sal, serem ih nanti dimarahin suami lo" Asa ikut mencegah ide spontan Salsa itu
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA BUMI (END)
Novela JuvenilDunia Salsa yang sudah berisik, kian bertambah berisik saat bertemu dengan Lianta Bumi Narendra (Bumi) lelaki dingin dan tak punya hati, tidak seperti namanya Bumi yang harusnya menjadi sumber ketenangan bagi semua orang, namun hadirnya malah membua...
