74. Bertengkar Manis

461 47 1
                                        

Menjelang perilisan karya pertama Salsa, tentu dirinya disibukkan dengan persiapan untuk acara launching buku 'Pesona Sederhana' miliknya.
Bumi membantu sebisanya, mulai dari menggantikan Salsa menjaga Quin, atau sekedar menyiapkan pendanaan untuk amunisi dan tentu saja support konsumsi untuk semua yang membantu persiapan acara ini.

Perilisan buku diadakan di gallery milik orang tua Salsa, yang memang dikhususkan untuk disewakan jika ada acara-acara tertentu. Lokasinya terletak tak jauh dari toko florist bundanya.

Sebenarnya Salsa sangat-sangat gugup menyambut hari perilisannya, pasalnya ia takut banyak yang tidak menyukai tulisannya. Namun sebisa mungkin ia berfikir positif agar tidak mengganggu kesehatannya.

Persiapan dibantu oleh para sahabat Salsa, kebetulan hari ini sedang libur, jadi mereka bisa meluangkan waktu untuk membantu. Selain itu peserta yang akan menghadiri launching besok sudah diseleksi oleh Salsa, diantaranya ada para penggemar dan pengamat cerita, para aktivis sastra dan juga komunitas-komunitas baca. Semuanya yang akan hadir terlebih dahulu mendaftar via email yang sudah disiapkan Salsa bersama dengan pihak penerbit.

Beberapa hari lalu Salsa juga sudah membicarakan dengan pihak penerbit tentang pemasaran yang akan dilakukan untuk penjualan karya milik Salsa ini. Sejujurnya Salsa tidak banyak berekspektasi banyak yang menyukai karyanya, karena menurutnya menulis ini merupakan hobi nya, jika memang banyak yang menyukai ceritanya tentu saja itu bonus untuk dirinya.

Sebenarnya mudah bagi Salsa jika ingin penjulannya meledak, ia hanya tinggal mengandalkan koneksi Bumi, ayahnya atau papanya. Namun Salsa benar-benar ingin semuanya murni dari hasil kerja kerasnya, ia juga ingin para pembacanya nanti benar-benar orang yang sungguh menyukai ceritanya, bukan melihat siapa penulisnya.

Asa juga sudah berjanji akan membantu mempromosikan buku Salsa di media sosialnya, begitu juga dengan semua sahabatnya yang lain. Salsa pun tak khawatir jika menyangkut bantu-membantu, keluarga dan para sahabatnya itu sudah pasti menjadi support sistem terbaik yang pernah ada. Maka Salsa merasa beruntung akan hal itu.

Setelah selesai dengan persiapannya, Salsa menyusuri sekeliling gallery mencari dimana keberadaan Bumi dan Quin. Karena memang sejak tadi Salsa tak melihatnya. Bumi sendiri tidak diizinkan oleh Salsa membantu persiapan karena ia memiliki tugas menjaga putri mereka.

Setelah mencari cukup lama, Salsa menemukan Quin dan Bumi sedang duduk dibawah pohon besar di sudut halaman. Salsa tampak mengernyit melihat betapa kotornya baju yang dikenakan Quin, tentu saja bukan karena lumpur, namun warnanya seperti lelehan coklat.

Tapi tunggu, Salsa mengingat di umur Quin saat ini, ia belum boleh mengkonsumsi makanan hasil olahan seperti coklat. Tentu saja itu membuat Salsa berkacak pinggang pada suaminya.

"Masssssss... " Teriak Salsa menggelegar

"Ehh ada Bubu, sayang" Bumi masih tak membaca situasi bahwa istrinya itu sudah siap menerkam dirinya

"Itu kok baju Quin kotor ? Mas kasih makan coklat ya ? Mas ngga tau kalau anak kecil itu belom boleh makan coklat ? Nanti kalau Quin diare gimana ? Kalau nanti perutnya sakit gimana ? Atau kalau nanti dia alergi gimana ? Mas dengerin adek ngga si ? Jawab ? Jangan diem aja" Salsa membanjiri Bumi dengan banyak pertanyaan yang bahkan tak memberikan kesempatan untuk Bumi menjawab

Bumi yang sudah sedikit tau apa masalahnya kali ini, dengam sigap menutup kedua telinga anaknya. Ia khawatir bahwa gendang telinga Quin akan sakit mendengar teriakan Salsa saat ini.

"Yaaaaa" Teriak Salsa lagi

"Okee sayang, tenang, tarik nafas, hembuskan pelan-pelan" Bumi membanti Salsa menenangkan diri sebelum dia meledak kembali

RENJANA BUMI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang