65. Titik Terang

387 45 1
                                        

Berbekal sedikit petunjuk yang diberikan oleh Senja, Bumi menyisir semua nama-nama yang ada di daftar listnya. Sepanjang daftar yang Bumi baca, ia berhenti di satu nama yaitu 'Anggie'. Bumi mengingat fakta bahwa sebulan lalu Salsa sempat bersitegang dengannya di acara reuni sekolah Bumi. Setelah menimbang dan memikirkan kemungkinan yang berhubungan dengan teror yang diterima Salsa, Bumi menarik kesimpulan bahwa besar kemungkinan Anggie bisa melakukan hal itu mengingat track recordnya.

Namun yang masih menjadi pertanyaan Bumi dan masih mengganggu kesimpulannya adalah tentang video yang dimiliki oleh peneror. Bagaimana mungkin Anggie memiliki video dari masa lalu Salsa, sedangkan bukti itu tak pernah ditemukan sekalipun pelaku sudah ditangkap. Satu-satunya yang bisa mengakses dan memiliki video tersebut adalah Rama, sang pelaku.

Sementara Bumi sedang berkutat dengan pikirannya, terdengar suara notifikasi dari ponsel Salsa yang memang selalu Bumi bawa untuk jaga-jaga jika teror itu kembali. Benar saja muncul pesan dari Unknown. Tak perlu menunggu waktu lagi, Bumi membuka pesan itu lalu memberikan ponsel itu kepada Dani untuk segera melacak kepemilikan nomor tersebut.

On massage
Unknown : Hi Salsa, How's your day ?
Unknown : Udah sadar sekarang kalo lo itu ga lebih dari cewe murahan, yang ga pantes buat Bumi!
Unknown : Gue si penasaran ya, gimana reaksi Bumi kalau video lo kesebar
Unknown : Pasti dia malu punya istri kaya lo
Unknown : Kenapa ?
Unknown : Sedih ya hahaha

Bumi meraih ponsel itu untuk membalas pesan yang ditujukkan untuk Salsa. Namun sebelum itu Via berpesan bahwa lebih baik sekarang Bumi mengikuti apa yang diinginkan si peneror, supaya dia lengah dan tidak menyebarkan video Salsa. Setidaknya sampai Dani bisa melacak dan menemukan siapa dalang yang ada dibalik teror itu.

Salsa : Tolong jangan sebarin videonya..
Salsa : Gue akan lakuin apa aja asalkan jangan sebar videonya
Unknown : Good girl
Unknown : Gue bisa aja ngga sebarin videonya
Unknown : Asalkan lo tinggalin Bumi
Salsa : Apa ngga ada cara lain ? Gue cinta banget sama Bumi
Unknown : Cinta ? Hah ? Lo itu cuma cewe murahan, gausah sok bicara soal cinta
Unknown : Lo ikutin syarat gue, atau besok seluruh dunia bakal tau video lo
Salsa : Oke, gue akan tinggalin Bumi, tapi please jangan sebarin video nya
Unknown : Good, gue kasih lo waktu sampe besok
Salsa : Oke

Unknown off.

Tangan Bumi terkepal kuat saat membalas pesan dari nomor tersebut, darahnya mendidih membaca satu-persatu perkataan buruk yang dibacanya untuk Salsa. Bagaimana mungkin Salsa bisa bertahan jika membaca pesan-pesan seperti ini. Bumi tak akan membiarkan siapapun berani berkata buruk kepada istrinya. Ia berjanji akan menemukan pelaku tersebut dan memberikan balasan berkali-kali lipat dari kesakitan yang diterima Salsa.

"Bos, ini ketemu lokasi pengirimnya ada di Jakarta. Tapi belum bisa di lacak spesifiknya di bagian mana" Dani memberikan info yang di dapatkannya pada Bumi

"Good, setidaknya kita tau kalau pelakunya udah pasti dari pihak gue. Karena Salsa ngga mungkin ada kenalan disana" Bumi sedikit menghela nafasnya, karena mungkin sebentar lagi ia akan menemukan siapa pelaku peneroran itu

"Bum lebih baik lo coba cek semua temen-temen lo yang ada di jakarta deh, siapa tau bisa nemuin pelakunya lebih cepet" Aro menyarankan pada Bumi

"Kata lo kemarin Rama di penjara di Jakarta kan ? gue pikir kita perlu deh crosscheck ke dia, karena kemungkinan dia orang pertama yang punya akses videonya, atau misalnya pun bukan dia yang nyebar, setidaknya kita bisa dapat petunjuk dari dia" Asa memberikan ide untuk memudahkan pencarian Bumi

"Biar papa yang tanya langsung ke Rama, papa yang akan cari tau sendiri siapa bajingan yang udah nyakitin anak papa" Ucap papanya dari balik pintu, papa Bumi memang sejak awal ikut andil dalam pencarian. Dikarenakan papanya punya banyak akses yang dibutuhkan untuk memecahkan kasus ini

RENJANA BUMI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang