Alloooo guyss..👋
Maaf baru upload ya, karena baru selesai mudik nih, hehe🏃♀️
Tapii tenang aja, hari ini aku upload langsung 2 part ya special lebaran, Enjoyyyy 🤗🤗
**
Tak terasa ramadhan kali ini berlalu begitu cepat bagi Salsa dan Bumi. Mungkin karena kesibukan keduanya, Bumi dengan pekerjaannya dan juga Salsa dengan urusan rumah tangganya. Setelah kepulangan mereka dari Jakarta, Bumi harus menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal karena seminggu berada disana.
Bumi sedikit mengubah jam kerja di perusahannya, biasanya mereka masuk jam 9 pagi dan selesai jam 4 sore, kini selama puasa beralih menjadi masuk pukul 7 pagi dan pulang pukul 2 sore. Bumi melakukan itu agar selama puasa mereka bisa fokus untuk beribadah, tak hanya menghabiskan waktu untuk bekerja saja. Jadi antara bekerja dan juga beribadah bisa seimbang, mungkin itu juga yang membuat ramadhan kali ini berlalu tanpa terasa.
Salsa sangat mengerti dengan kesibukan suaminya itu, maka ia tak mau membebankan urusan persiapan hari raya pada suaminya. Dengan begitu Salsa lah yang sibuk membeli semua perlengkapan dan printilan yang akan dipakai di hari raya kali ini. Sejujurnya Salsa sangat antusias karena ini merupakan lebaran pertama mereka menjadi orang tua, tentu saja ia juga ingin memberikan yang terbaik yang ia bisa kali ini.
Sejak pagi Salsa sudah sibuk mengurus rumahnya, ia dibantu oleh asisten rumah tangganya. Mungkin inilah yang dirasakan semua ibu-ibu yang sedang menyiapkan rumah terbaik untuk hari raya, semua perabotan harus bersih dan juga terlihat bagus untuk nanti dilihat oleh tamu. Sekarang rasanya Salsa sudah menjadi ibu-ibu sesungguhnya. Tak lupa ia juga memesan bunga-bunga untuk di pasang menghiasi rumahnya.
Bumi yang baru saja terbangun sudah heran melihat istrinya sudah sibuk kesana kemari, sungguh pemandangan yang sangat langka bagi Bumi. Pasalnya Salsa paling malas jika bebersih rumah, apalagi dia juga pasti lelah mengurus Quin, namun pagi ini matahari belum terbit saja ia sudah bersih-bersih hingga sudut-sudut yang tidak terlihat sekalipun . Bumi menggeleng heran dibuatnya.
"Sayang, emang tamu-tamu mau liat sampai atas lemari juga apa, sampai dibersihin gitu ?" Bumi bertanya karena masih tak mengerti melihat Salsa yang sedang mengelap atas lemari yang ada di ruang tamu mereka
"Biar bersih mas, lagian setahun sekali kan kita bersih-bersih gini"
"Nanti adek kecapekan loh, lebaran tinggal besok, udah biar bi Ning aja yang bersihin, atau nanti biar mas telpon jasa cleaning home service aja" Bumi memberikan idenya
"Beda mas vibes nya kalau kita yang bersihin sendiri sama orang lain yang bersihin, kaya lebih puas aja gitu lo" Entah mengapa bagi Salsa hal-hal seperti inilah yang menambah hidup nuansa hari Raya
"Yaudah dek, tapi jangan di forsir ya, kalau capek langsung istirahat" Bumi memperingatkan
"Siap mas, oiya titip Quin dulu ya mas kalau nanti bangun, adek lagi repot ini"
"Iya sayang" Bumi lalu berlalu menuju kamar untuk mengecek putri kecilnya itu
Setelah selesai bersih-bersih Salsa menyusun bunga-bunga disetiap sudut ruangan, nuansa raya kali ini adalah biru putih, jadi semua dekorasi berwarna serupa. Tak lupa Salsa juga menyusun meja untuk makan-makan nanti, rencananya lebaran hari kedua mereka akan mengadakan open house untuk para tetangga yang ingin datang ke rumah mereka. Kenapa memilih hari kedua, karena hari pertama mereka akan berkumpul di rumah orang tua Salsa, termasuk orang tua Bumi juga akan datang kesana. Open house kali ini berbeda karena Salsa menyiapkannya dengan sangat matang, akan ada yang spesial untuk acara tersebut.
Banyak persiapan yang dilakukan mulai dari dekorasi, Catering, hingga keperluan lainnya. Salsa lantas sibuk menyiapkan kue-kue yang sudah ia pesan sebelumnya dari toko kue bundanya. Karena memiliki toko kue yang sudah dipastikan enak rasanya, maka Salsa tak bingung lagi memilih kue-kue untuk lebaran nanti. Selain itu Salsa juga memesan minuman, termasuk es krim dan juga beberapa buah-buah segar yang akan disuguhkan untuk tamu-tamunya nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA BUMI (END)
JugendliteraturDunia Salsa yang sudah berisik, kian bertambah berisik saat bertemu dengan Lianta Bumi Narendra (Bumi) lelaki dingin dan tak punya hati, tidak seperti namanya Bumi yang harusnya menjadi sumber ketenangan bagi semua orang, namun hadirnya malah membua...
