51. Sweet Memories

560 40 5
                                        

Hallo para pembaca yang sudah setia menunggu update cerita Renjana Bumi, maaf ya lama uploadnya huhu. Setelah banyak gonjang-ganjing yang terjadi dikehidupan ini, akhirnya bisa nulis lagi.

Siapin cemilannya ya, karenena aku akan update 3 part sekaligus sebagai permintaan maaf, semoga sukaaaa..
Selamat membaca, semoga ngga lupa sama cerita sebelumnya yaa..Luvv💙

---

Kesibukan menjadi orang tua, membuat Salsa dan Bumi mulai merasakan betapa beratnya merawat dan membesarkan seorang anak. Itulah mungkin yang dulu dirasakan oleh orang tua mereka, sungguh melelahkan sekali sepertinya. Maka kini Salsa dan Bumi lebih banyak bersyukur dan semakin menyayangi orang tua mereka mengingat perjuangan yang diberikan untuk mereka sangat besar hingga saat ini.

Belum genap usia Quin memasuki angka 5 bulan saja, sudah membuat berat badan Bumi turun sebanyak 5 kg akibat  seringnya begadang menemani putri kecilnya yang kerap bangun tengah malam. Tapi hal berbeda terjadi dengan Salsa, tubuhnya kini kian mengembang seiring berjalannya waktu. Karena faktor menyusui, mau tak mau membuat asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya semakin banyak guna mengisi amunisi untuk dua orang sekaligus yaitu Salsa dan Quin.

Walau demikian Salsa dan Bumi tetap menjalani semua prosesnya dengan suka cita. Bagi mereka mungkin ini yang dinamakan kekuatan cinta, walaupun berat mereka tetap dengan senang hati melakukannya. Bagaimana tidak, hadirnya Quin adalah bentuk keajaiban dan kebahagiaan tersendiri bagi Salsa dan Bumi. Bayi kecil itu menjadi saksi bagaimana perjuangan cinta keduanya hingga titik saat ini, maka segala bentuk proses perjalanan dalam merawat Quin, merupakan bagian dari bentuk cinta itu sendiri.

Pagi ini seperti biasa, Bumi bertugas menjaga Quin saat Salsa sedang menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. Walaupun mereka memiliki asisten yang mengurus rumah tangga, namun jika berkaitan dengan urusan memasak, Salsa tetap melakukannya sendiri. Selain memang memasak merupakan salah satu hobi nya, disisi lain ia tidak mau jika suaminya lebih menyukai masakan orang lain dibanding dirinya, sungguh keputusan yang bijak bukan ? hehe.

Bumi memandangi Salsa yang sedang sibuk di dapur sembari memegang Quin yang masih berada dipangkuannya. Bumi tersenyum simpul, bahkan saat sedang memasak saja istrinya itu terlihat cantik di matanya. Apakah ia sebucin itu? Tapi menurutnya tak masalah, toh juga itu merupakan istrinya bukan orang lain, jadi sah-sah saja.

Salsa yang merasa ada mata yang menatapnya pun lekas menoleh, benar saja ia memergoki Bumi sedang memandangnya sambil tersenyum manis. Senyuman yang menurut Salsa agak mengerikan untuk dilihat di pagi hari.

"Kenapa mas liatin adek sampe kaya gitu ?" Tanya Salsa kikuk merasa ada yang salah dengan dirinya

"Emang kenapa ?" Bumi terkisap menetralkan pandangannya

"Lah malah balik tanya, ya kenapa ih gitu liatnya sambil senyum-senyum, serem tau kaya orang kesambet"

"Oooo karena adek pagi-pagi udah cantik aja, jadi gemes liatnya jadi ngga sadar kalau senyum-senyum" Goda Bumi yang mendapat tatapan tajam dari istrinya

"Ihh mas tu lagi ngejek adek ya? kan sekarang adek gendut jadi pasti jelek kan ?" Salsa mulai mengeluarkan sisi wanitanya, yapp apalagi jika bukan insecure dengan berat badan yang bertambah

"Lahh adek mah emang cantik mau gendut apa kurus tetep cantik sayang.." Puji Bumi

"Tuhh kann !! mas juga bilang adek gendut.." Salsa mengeluarkan aksi protesnya lalu mengambil Quin dari gendongan Bumi lalu meninggalkannya

Bumi panik melihat perubahan mood istrinya, dia menepuk keningnya sendiri karena merasa sudah salah dengan ucapannya, tak seharusnya ia mengatakan istrinya gendut, walaupun bukan itu maksud dari perkataan Bumi.

RENJANA BUMI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang