60. Open House

385 46 2
                                        

Pukul 5 pagi Salsa sudah dibuat repot dengan persiapan hari ini, berbeda dengan Bumi dan Quin, sepasang ayah dan anak itu tampak lelap dalam tidurnya. Suara riuh di lantai bawah akibat ulah Salsa dan Bi Ning pun tak mampu membangunkan mereka berdua, tetap saja mereka berada di alam mimpinya. Salsa memastikan semuanya sudah siap untuk acara open house hari ini.

Karpet lebar sudah terbentang di seluruh ruangan, kursi-kursi sewaan juga sudah tertata rapi di halaman rumah mereka. Salsa memang menyewa dua tenda besar untuk di pasang di halaman, ia menyiapkannya karena khawatir ruangan dalam tak cukup untuk menampung tamu yang hadir. Ini merupakan open house pertama Salsa dan Bumi semenjak menikah. Mereka juga mengundang para warga untuk datang, maka Salsa tentu menyiapkan semuanya dengan matang.

Untuk makanan para tamu, Salsa sudah memesan di tempat katering langganannya, tak tanggung-tanggung ia memesan untuk 1000 porsi. Prinsip Salsa lebih baik sisa daripada kurang, jika sisa ia bisa membagikannya kepada orang yang membutuhkan, jika kurang maka ia akan sangat menyesal nanti. Selain itu Salsa juga memesan makanan grobakan langganannya untuk meramaikan acara open house kali ini, diantaranya ada siomay, crepes, dimsum, pisang crispy, es krim dan juga es teler. Sungguh siapapun yang hadir akan dibuat puas oleh suguhan yang disiapkan Salsa.

Selain hal-hal diatas, Salsa juga sudah menyewa home band lengkap dengan penyanyinya, untuk menghibur mereka nanti. Dan penyanyi yang dipilih Salsa adalah Rony Parulian, jebolan Indonesian idol, tentu sangat mahal bukan? Namun tentu saja hal itu bukan masalah besar bagi nyonya Narendra. Dan Lebih takjub lagi Salsa menyiapkan acara ini hanya berdua dengan Bi Ning, sungguh luar biasa bukan ? Persiapan yang sangat matang. Memang sejak dulu Salsa adalah perencana yang baik, bahkan ia merencanakan semua acara pentingnya sendiri selama ini.

Pukul 07.00 Semua persiapan sudah beres dilakukan, saat Bumi bangun dari tidurnya ia tampak terkejut melihat rumahnya sudah berubah menjadi mini ballroom lengkap dengan dekor dan semua printilannya. Makanan sudah tertata rapi, bahkan lengkap dengan chef yang siap menghidangkan makanan hari ini. Bumi lebih tercengang melihat depan rumahnya sudah seperti mini konser lengkap dengan alat band nya dan tenda besar beserta dekorasi indah mengelilinginya.

Bumi memang menyerahkan semuanya pada Salsa untuk mengatur semua persiapan open house, namun tentu saja ia tak menyangka bahwa istrinya itu menyiapkan semua ini. Lagipula kapan istrinya menyiapkan ini, dengan kesibukannya menjaga Quin, tapi masih bisa menyusun acara seperfect ini, tentu Bumi harus memuji kemampuan istrinya yang luar biasa itu. Bumi merasa banyak sekali kejutan yang diberikan Salsa kepadanya selama menikah, kehidupannya tak pernah datar-datar saja, selalu penuh kejutan tak terduga.

"Sayanggg....." Teriak Bumi menggema di seluruh ruangan mencari istrinya

"Kenapa mas, kok teriak-teriak ?" Salsa menghampiri Bumi saat mendengar teriakan menggelegar suaminya itu

Bumi tak mengatakan apapun, melainkan memeluk Salsa erat

Salsa yang merasa heran dengan tingkah suaminya itu mengerutkan keningnya tak paham.

"Kenapa mas ?"

"Adek hebat" Dua kata keluar dari mulut Bumi

"Hebat kenapa ?"

"Adek bisa nyiapin semua ini sendiri, tanpa bantuan mas, bahkan sambil ngurus Quin. Mas minta maaf ya mas ngga bantuin adek, pasti capek banget ya ?" Bumi menyesal membayangkan sulitnya Salsa menyiapkan semua ini

"Adek kira kenapa mas, adek ngga capek mas, adek malah seneng bisa siapin ini, lagian adek juga ngga repot kok mas, semuanya kan bisa lewat telpon aja"

"Tetep aja mas ngerasa bersalah ngga berkontribusi apa-apa. Adek repot sendiri" Sesal Bumi

"Mas berkontribusi tau, malah penting banget" Ucap Salsa penuh keyakinan

RENJANA BUMI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang