Menjadi orang tua, tentu saja banyak tantangan yang harus dihadapi, belum lagi tuntutan zaman yang mengharuskan setiap orang tua untuk mengerti trend dan juga cara mendidik yang sesuai. Salsa dan Bumi sepakat untuk tidak memberikan akses ponsel kepada Quin, jika ingin bermain ponsel harus ditemani dan diawasi oleh Salsa atau Bumi. Kadang juga timbul protes dari anak berumur kurang dari 3 tahun itu.
Seperti pagi ini, Salsa dan Quin tengah berdebat tentang sesuatu. Bumi yang tak bisa memilih salah satu dari mereka, alhasil Bumi hanya bisa sabar menunggu perdebatan itu menemukan titik terang. Memiliki dua wanita adalah tantangan terbesar bagi Bumi, mereka berdua memiliki tahta yang tak bisa dikalahkan oleh Bumi.
"Emang kenapa kok mau pinjem hpnya Bubu, coba buat apa ?" Salsa ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya, kenapa tiba-tiba ingin meminjam ponselnya
"Pinjem lo bu, sebental aja, suel !!" Quin meyakinkan
"Ya buat apa dulu ? Kan Bubu udah bilang, Quin belom boleh main hp" Peringat Salsa
"Aku mau liat sesuatu, ya Bu pliss.." Quin terus memohon pada Salsa
"Ya liat apa ? Coba kasih tau Bubu dulu"
"Ituu... Liat tiktok" Akhirnya Quin mengutarakan keinginannya
"Emang mau liat apa di tiktok?"
"Ada video bagus bu, aku di kasih tau sama Ala kemalin waktu main" Memang Quin kerap kali bermain di sekitar rumah saat pagi atau hari libur, tentu saja tetap ditemani oleh susternya. Salsa memang tidak membatasi pertemanan anaknya, justru bagus jika Quin memiliki banyak teman.
"Video apa ?" Salsa pun tetap tak mau memberikannya
"Semua temen Quin udah liat, meleka juga buat video kayak gitu" Pintanya polos
"Emang adek tau video nya tentang apa ?"
"Video yang gini-gini" Quin mempraktekkan gaya velocity
"Ya Allah dek, emang kenapa harus video kaya gitu ?" Salsa menggeleng heran, bagaimana anak sekecil itu bisa menirukan gaya trend yang ada di tiktok
"Quin mau buat juga Bu, bial kaya temen-temen"
"Nggak ya Bubu ngga akan kasih izin, kaya gitu ngga baik ya, apalagi Quin masih kecil. Bubu mau pinjemin hp asal liat pelajaran atau video ngaji, baru boleh!" Tegas Salsa tak bisa diganggu gugat
Bumi yang mulai merasakan hawa-hawa panas antar kedua wanitanya itu sudah mempersiapkan diri, barangkali sebentar lagi akan ada perang dunia ketiga.
"Bubu jahat!" Quin menunjukkan sisi anak-anaknya yang merengek dan marah pada Salsa
"Biarin" Salsa tak mau kalah
Salsa sangat tahu cara mendidik Quin. Sebagai orang tua, Salsa tidak bisa mengizinkan semua yang diinginkan putrinya. Karena itu akan mempengaruhi pola pikirnya di masa depan, Salsa harus bisa membedakan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seperti kejadian hari ini.
"Yaudah aku ngambek sama Bubu!" Ancam Quin
"Oke" Salsa tak gentar sedikit pun
"Bubu ngga sayang sama Quin lagi"
"Quin paling tau kalau Bubu yang paling sayang Quin. But okey kalau kamu mau marah, tapi keputusan Bubu udah bulat, ngga ada hp ataupun tiktok" Peringat Salsa dengan tegas
"Aku mau sama Baba aja"
"Sure" Salsa sangat tenang menjawab semua amarah Quin.
Namun dengan satu tatapan tajam Salsa pada Bumi, sudah membuat Bumi paham bahwa istrinya saat ini sedang tidak bisa dilawan. Maka sekeras apapun Quin meminta Bumi untuk meminjamkan ponselnya nanti, Bumi tak bisa memberikannya. Jika nekat, mungkin saja dirinya yang tak selamat dari amukan Salsa.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA BUMI (END)
Novela JuvenilDunia Salsa yang sudah berisik, kian bertambah berisik saat bertemu dengan Lianta Bumi Narendra (Bumi) lelaki dingin dan tak punya hati, tidak seperti namanya Bumi yang harusnya menjadi sumber ketenangan bagi semua orang, namun hadirnya malah membua...
