Bumi telah sampai di Jakarta sesuai dengan misinya. Tempat pertama yang Bumi kunjungi adalah Lapas Tahanan tempat Rama berada. Bumi ingin segera mengetahui siapa sosok dibalik teror yang diterima Salsa. Untungnya tak banyak pemeriksaan yang dilalui oleh Bumi ketika berkunjung di rumah tahanan itu, karena sebelumnya sudah diatur oleh asisten papanya. Previlage tersendiri yang dimiliki Bumi sebagai anggota keluarga Narendra, salah satu kerajaan bisnis terbesar di Jakarta.
Bumi melewati gerbong-gerbong yang berisi ratusan tahanan yang memiliki level kejahatan yang berbeda. Melihat sekilas saja kita bisa membayangkan betapa seramnya kehidupan disana. Namun tentu saja sesuai dengan kejahatan yang sudah mereka lakukan, anggap saja hukuman ini menjadi balasan atas perbuatannya.
Bumi dipersilahkan menunggu di ruangan yang sudah disediakan, sambil menunggu petugas memanggil Rama untuk dibawa bertemu dengan Bumi. Sekuat tenaga Bumi mencoba meredam emosinya ketika bertemu dengan Rama, pelaku kejahatan yang sudah merenggut kebahagiaan Salsa. Bumi berusaha menahan diri agar tidak membunuhnya kali ini.
Hal pertama yang terlintas dipikiran Bumi adalah raut wajah bajingan itu terlihat babak belur. Entah apa yang diterimanya di dalam sana, namun Bumi tidak peduli, pasalnya Rama memang pantas mendapatkannya.
"Kalau lo kesini mau cari tau soal video itu, gue bener-bener ga tau siapa orangnya" Rama membuka suaranya, memang ia sudah mengetahui apa yang terjadi dari orang suruhan papa Bumi yang datang sebelumnya
Entah mengapa, setelah mendengar suara Rama, pertahanan emosi Bumi runtuh, Bumi memukul Rama hingga terjatuh membentur kursi tempatnya duduk, bajingan itu baru saja membangunkan singa yang sedang tertidur.
"Berani lo diem-diem ambil video istri gue, brengsek lo!" Satu lagi pukulan mendarat di rahang Rama, membuatnya mengeluarkan cairan merah dari ujung bibirnya
"Gue tau gue emang salah, tapi gue ngga pernah berniat sebarin video itu" Bela Rama di tengah-tengah deru nafasnya yang sudah tercekat
"Gue bisa aja buat masa tahanan lo lebih lama disini, atau mungkin aja gue bisa buat lo kehilangan nyawa sekarang. Apa lo milih untuk tetap tutup mulut tentang siapa orang itu?" Bumi sudah mengeluarkan taringnya sekarang, sifat Bumi yang lemah lembut dan penuh kasing sayang itu memang hanya ditunjukkan untuk Salsa dan juga keluarganya. Jika menyangkut orang lain, bahkan penjahat seperti Rama, ia akan berubah menjadi manusia paling menyeramkan.
"Terserah kalau memang lo ga percaya, tapi memang itu kenyataannya, gue ga tau dia siapa" Pasrah Rama
"Gimana bisa video itu ada di orang lain ? Jangan coba-coba bohongin gue" Tanya Bumi Tajam
"2 tahun lalu ada orang yang ga gue kenal mau bebasin gue dari penjara dengan jaminan sejumlah uang. Sebagai balasannya gue harus serahin video itu ke dia"
"Gimana orang itu tau kalo lo punya videonya?"
"Gue juga ga tau, tapi menurut gue orang itu emang udah ikutin pergerakan Salsa, makanya dia tau apa yang udah gue lakuin ke dia"
"Apa yang lo inget tentang orang itu?" Bumi menggali informasi kali ini, karena dilihat dari ekspresinya Rama memang tak mengenal orang yang mengambil video itu darinya
"Dia nyamperin gue di penjara waktu itu, yang jelas dia laki-laki, dia pakai jaket dan masker, gue ga sempet liat mukanya, karena dia dianter sama pengacaranya yang gue juga ga tau siapa. Cuma gue inget satu hal, dia punya tato huruf K dibelakang telinganya. Selebihnya gue ga tau lagi, karena abis itu dia ambil salinan satu-satunya video yang gue punya" Terang Rama memberikan sisa-sisa ingatannya tentang pelaku yang sedang Bumi cari
"Lo udah buat Salsa kehilangan kebahagiaanya, lo juga udah buat dia ngerasain sakit seumur hidupnya, dan sekarang lo buat dia ketakutan karena video yang lo rekam tanpa sepengetahuan dia. Kayaknya lo lebih buruk daripada iblis. Gue bersumpah, gue akan gunain semua kekuatan gue biar lo membusuk selamanya di tempat ini. Jangan harap lo bisa lolos kali ini!" Tajam Bumi tanpa ragu
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA BUMI (END)
Teen FictionDunia Salsa yang sudah berisik, kian bertambah berisik saat bertemu dengan Lianta Bumi Narendra (Bumi) lelaki dingin dan tak punya hati, tidak seperti namanya Bumi yang harusnya menjadi sumber ketenangan bagi semua orang, namun hadirnya malah membua...
