52. Suami Idaman

430 35 0
                                        

Minggu merupakan hari libur Bumi, ia berencana ingin menghabiskan waktu di rumah bersama Salsa dan Quin. Setelah cukup sibuk dengan rutinitas kerja dan membangun bisnis barunya, tentu waktu luang di hari libur adalah salah satu hal menyenangkan yang diinginkan Bumi. Dimulai dengan berkeliling komplek bersama istri dan anak, lalu bersantai sejenak di taman sambil membeli beberapa cemilan untuk mengganjal perut, ditutup dengan sarapan bubur langganan mereka di dekat taman komplek.

Hal sederhana seperti itu pun sangat berarti bagi Bumi. Tak semua orang bisa merasakannya, maka ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati waktu bersama istri dan anaknya. Sesekali mereka bertemu dengan para tetangga dan bercincang-bincang. Walaupun masih tergolong pengantin baru, namun Salsa dan Bumi sudah cukup berbaur dengan masyarakat disekitar rumahnya. Tak jarang Salsa dan Bumi juga mengundang beberapa tetangga untuk sekedar makan bersama di rumah mereka.

"Bu Ajeng apa kabar? Kaya nya jarang dirumah ya, beberapa kali lewat rumahnya tutup?" Sapa Salsa ramah pada salah satu tetangganya

"Ooo.. iya ni mba Salsa, lagi sering ikut suami dinas keluar kota, makanya jarang dirumah"

"Kirain kemana buu, tapi kabar baik kan bu ?"

"Baik dong mba Salsa, ini buktinya tambah berat badannya karena makan terus, abisnya pindah-pindah daerah kepo pingin coba semuanya hehe" Kelakar bu Ajeng menertawakan dirinya yang bertambah gemuk

"Ahh ngga lah bu, masih ideal itu. Saya ini yang nambah terus BB nya karena menyusui jadi ngga bisa ngatur pingin kurus" Salsa juga mengeluhkan kondisinya

"Wajar mba kalau lagi menyusui emang gitu, yang penting anaknya sehat dan mba Salsa juga jangan sering stress. Eh tapi mas Bumi tetep sayang kan mas ?" Bu Ajeng langsung menodong pertanyaan untuk Bumi

"Di mata saya, Renjana selalu cantik bu, ngga gendut juga. Tapi dia insecure terus, padahal gapapa kan bu ya?" Bumi mencari pembelaan

"Iyaa mba Salsa, mas Bumi aja ga masalah, suami nya tetep sayang tuh, jadi jangan insecure lagi dong.." Bela bu Ajeng ikut meyakinkan Salsa

"Iyaa buu, saya juga beruntung suami tetep sayang gimanapun kondisi saya" Senyum Salsa mengembang

"Duhh romantis banget deh kalian berdua, jadi inget zaman pengantin baru sama suami, kalau sekarang mahh boro-boro romantis, apalagi anak udah 2, hehe" Keluh Bu Ajeng mengingat nasibnya

"Tapi masih tetep sayang kan bu sama suaminya ?" Salsa malah mengejek bu Ajeng

"Kalau itu sii pasti mba Salsa, yang penting uang mengalir saya tetep sayang ehhehe"

"Bu ajeng ada-ada aja"

Tak dipungkiri apa yang dialami bu Ajeng memang sering terjadi, dalam rumah tangga kata-kata romantis mungkin sudah jarang terdengar, berbeda dengan masa-masa pacaran. Namun bukan tolak ukur bahwa pernikahan itu gagal, karena kasih sayang dalam pernikahan itu banyak bentuknya, asalkan masih saling menghargai, mengasihi, menyayangi dan melaksanakan tanggung jawab sebagai suami istri, maka itulah bentuk kasih sayang terbaik.

 Namun bukan tolak ukur bahwa pernikahan itu gagal, karena kasih sayang dalam pernikahan itu banyak bentuknya, asalkan masih saling menghargai, mengasihi, menyayangi dan melaksanakan tanggung jawab sebagai suami istri, maka itulah bentuk kasih say...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RENJANA BUMI (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang